Search

Pemprov Jatim Lakukan Modifikasi Cuaca Antisipasi Cuaca Ekstrem

Selasa, 16 September 2025

Ilustrasi cuaca buruk (istimewa)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Jatim.

Operasi ini dilakukan menyusul koordinasi antara Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Keputusan untuk melakukan modifikasi cuaca diambil setelah adanya prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda terkait potensi hujan intensitas sedang hingga lebat.

Cuaca ekstrem ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, hingga angin puting beliung.

Jatim Tetapkan Status Siaga

Sebagai tindak lanjut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim telah menetapkan status siaga di 38 kabupaten/kota di seluruh provinsi.

Penetapan status ini dilakukan sebagai respons terhadap prediksi BMKG yang menyebut 22 daerah di Jatim berpotensi terdampak cuaca ekstrem.

Untuk menghadapi kemungkinan bencana, seluruh perlengkapan dan logistik, seperti tenda, perahu, dan kebutuhan makanan, sudah didistribusikan ke daerah-daerah yang rawan terdampak.

Selain itu, BPBD di tingkat kabupaten/kota juga akan siaga 24 jam untuk memastikan penanganan yang cepat dan efektif.

Fenomena Cuaca dan Daerah Terdampak

BMKG Juanda memprediksi cuaca ekstrem, yang dapat memicu hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan hujan es, diperkirakan berlangsung hingga 17 September 2025.

Fenomena ini dipicu oleh gangguan gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, dan gangguan atmosfer Low Frequency.

Beberapa wilayah yang diperkirakan terdampak bencana hidrometeorologi, antara lain, Bondowoso, Jember, Kediri, Malang, dan Pasuruan.

Masyarakat di daerah dengan topografi curam atau bergunung diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Imbauan dan Kesiapsiagaan Masyarakat

Meskipun saat ini Jawa Timur masih berada dalam musim kemarau, peningkatan intensitas cuaca ekstrem diperkirakan akan terjadi dalam seminggu ke depan.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan rutin memantau prakiraan cuaca secara berkala.

Statement:

Penata Penanggulangan Bencana Ahli Madya BPBD Jatim, Sriyono

Kutipan Narasumber: “Dari BPBD Provinsi Jawa Timur, kami menindaklanjuti kepada seluruh kepala BPBD kabupaten/kota untuk bersiaga. Namanya ramalan bisa berubah, jadi kami siagakan di 38 kabupaten/kota.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan