Penantian 13 Tahun Berakhir: Bunga Bangkai Raksasa Siap Mekar di Kebun Raya Bogor

Rabu, 4 Februari 2026

Bunga bangkai di KRB (JPNN)

Warga Bogor dan para pencinta tanaman langka lagi dibikin heboh, nih! Setelah penantian panjang hampir 13 tahun, bunga bangkai raksasa atau Amorphophallus titanum dikabarkan bakal segera mekar di Kebun Raya Bogor (KRB).

Fenomena alam yang super langka ini sontak jadi magnet buat pengunjung dari berbagai daerah yang nggak mau ketinggalan momen bersejarah menyaksikan bunga dengan aroma ikonik ini menunjukkan pesonanya.

Antusiasme warga terpantau meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir. Area sekitar tempat tumbuhnya bunga bangkai ini mulai dipadati pengunjung yang penasaran pengen melihat langsung ukuran raksasanya sebelum mekar sempurna.

Meskipun aromanya nanti bakal menusuk hidung, hal itu justru jadi daya tarik utama karena bunga ini memang dikenal sebagai salah satu keajaiban botani terbesar di dunia yang jarang banget menunjukkan diri.

Rekor Tinggi dan Kilas Balik Mekarnya Sang Raksasa

Berdasarkan catatan sejarah KRB, tanaman langka ini sebelumnya sudah pernah mekar sebanyak enam kali. Terakhir kali bunga ini pamer kecantikan adalah pada tahun 2012 silam, di mana tingginya mencapai angka fantastis yakni 180 sentimeter.

Nah, untuk tahun 2026 ini, pertumbuhan sang bunga bangkai terpantau sangat sehat dan progresif, sehingga diprediksi bakal jadi salah satu momen mekar paling berkesan bagi para peneliti maupun wisatawan.

Saat ini, tinggi bunga tersebut sudah mencapai 130 sentimeter dan diprediksi bakal terus bertambah hingga mencapai puncaknya. Tim ahli botani memperkirakan bunga bangkai ini akan mekar sempurna dalam kurun waktu dua hingga tiga hari ke depan.

Buat kamu yang mau hunting foto atau sekadar pengen tahu update-nya, sekarang adalah waktu yang pas buat mulai menjadwalkan kunjungan ke Bogor sebelum kelopaknya kembali menutup.

Teknologi CCTV untuk Pantau Detik-Detik Mekarnya Bunga

Demi memastikan keamanan dan memantau perkembangan setiap inci pertumbuhannya, pengelola Kebun Raya Bogor nggak mau main-main. Mereka sudah memasang kamera pemantau khusus atau CCTV di area tumbuh tanaman tersebut.

Langkah ini diambil supaya tim internal bisa mengawasi perkembangan tanaman secara berkala tanpa harus mengganggu habitat aslinya, sekaligus menjaga agar pengunjung tetap tertib saat melihat.

Pemasangan kamera ini juga bertujuan untuk mendokumentasikan setiap fase mekar yang sangat singkat, karena biasanya bunga ini hanya mekar sempurna dalam waktu beberapa hari saja.

Jadi, buat kamu yang belum sempat datang langsung, data dari kamera ini nantinya bakal jadi sumber informasi berharga. Namun tetap saja, merasakan sensasi aroma dan melihat ukurannya secara live memberikan pengalaman yang nggak bisa digantikan oleh layar ponsel.

Destinasi Wisata Edukasi yang Lagi Viral di Bogor

Nggak cuma soal bunga bangkai, momen ini juga dimanfaatkan pengunjung untuk sekaligus menikmati berbagai taman tematik dan kuliner khas yang ada di dalam Kebun Raya Bogor.

Fenomena Amorphophallus titanum ini secara nggak langsung menaikkan pamor KRB sebagai destinasi wisata edukasi yang seru buat anak muda. Belajar botani jadi nggak ngebosenin karena bisa berinteraksi langsung dengan koleksi tanaman yang mendunia.

Bagi kamu yang berencana datang, jangan lupa buat selalu menjaga kebersihan dan mengikuti aturan yang ditetapkan pengelola. Karena bunga ini sangat sensitif dan langka, kerja sama dari pengunjung sangat dibutuhkan agar keberlangsungan hidup tanaman ini tetap terjaga hingga belasan tahun mendatang.

Jadi, siap buat jadi saksi mekarnya sang raksasa tahun ini? Jangan sampai nunggu 13 tahun lagi ya buat melihatnya lagi!

3 Poin Penting:

  • Bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) di Kebun Raya Bogor diperkirakan akan mekar sempurna dalam 2-3 hari ke depan setelah terakhir mekar pada 2012.

  • Tinggi bunga saat ini telah mencapai 130 sentimeter dan terus dipantau secara ketat menggunakan teknologi kamera khusus oleh tim ahli.

  • Fenomena langka ini menarik minat wisatawan dari berbagai daerah dan menjadi momentum wisata edukasi botani di Indonesia.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir