Penjualan Otomotif Menurun, Gaikindo Minta Pemerintah Ambil Langkah Cepat

Selasa, 9 September 2025

Pameran otomotif GIIAS 2025 (uzone.id)

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret guna mencegah meluasnya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor otomotif.

Desakan ini muncul setelah data menunjukkan penurunan signifikan pada penjualan kendaraan bermotor di dalam negeri, yang berdampak langsung pada industri komponen.

Menurut Jongkie D. Sugiarto, Ketua I Gaikindo, penurunan pasar ini sudah menyebabkan sebagian pengusaha komponen terpaksa merumahkan pekerjanya.

Usulan Kebijakan PPnBM DTP

Gaikindo telah menyampaikan sejumlah masukan kepada pemerintah, salah satunya adalah penerapan kembali skema Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP).

Kebijakan ini dinilai sangat efektif dalam mendorong penjualan mobil domestik, seperti yang pernah terjadi saat pandemi COVID-19.

Skema PPnBM DTP diusulkan agar diterapkan pada merek-merek yang diproduksi di dalam negeri dan menggunakan komponen lokal lebih dari 60%.

Tujuannya adalah untuk membuat harga mobil menjadi lebih terjangkau, sehingga produksi mobil dan komponennya dapat berkelanjutan.

Jongkie D. Sugiarto menambahkan bahwa saat kebijakan ini diterapkan di masa lalu, angka penjualan mobil meningkat tajam, diikuti dengan kenaikan pendapatan negara dari berbagai pajak seperti PPN, PPh, BBNKB, dan PKB.

Ia berharap pemerintah dapat menindaklanjuti usulan ini dengan cepat.

PHK Sudah Terjadi di Industri Komponen

Pernyataan dari Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM), mengonfirmasi bahwa gelombang PHK di industri komponen sudah mulai terjadi sejak pertengahan tahun 2024.

Rachmat menyebut bahwa jumlah karyawan yang terkena PHK bervariasi, mulai dari 3% hingga 23%, tergantung jenis perusahaannya.

Menurut Rachmat, PHK ini merupakan akumulasi dari situasi pasar otomotif yang tidak menentu sejak tahun 2023.

Kondisi ini menyebabkan pasokan komponen ke produsen turun sekitar 28% per Juli 2025. Selain penurunan penjualan mobil konvensional, meningkatnya impor truk CBU dan pergeseran ke mobil listrik yang membutuhkan lebih sedikit komponen juga menjadi faktor penyebab.

Statement:

Jongkie D. Sugiarto, Ketua I Gaikindo

“Justru harus gerak cepat supaya menghindari PHK dan lainnya.”

“Kami itu sudah mengusulkan untuk memakai skema PPnBM DTP lagi seperti waktu Covid, karena terbukti sangat berhasil. Ya untuk merek yang diproduksi dalam negeri dan memakai komponen > 60 persen. Maksudnya agar harga menjadi lebih terjangkau dan produksi mobil dan komponennya berkelanjutan.”

Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM

“Berdasarkan informasi anggota, pengurangan karyawan sebenarnya mulai terjadi di pertengahan 2024… Berdasarkan info per Juli kemarin pengurangan karyawan bervariasi 3-23% tergantung dari jenis perusahaan masing-masing.”

“Itu membuat total pasar tergerus lebih dari 38%. Dan dengan sangat terpaksa beberapa industri komponen atau part yang tidak bisa ekspor mengurangi karyawannya.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir