Search

Perang Dingin Teknologi Level Up di China: Amrik Minggir Dulu!

Senin, 15 Desember 2025

Robot humanoid UB tech (scmp.com)

Wihh, ternyata bukan cuma Amerika Serikat dan China doang yang lagi adu gengsi dan power buat ngerebutin dominasi di sektor kecerdasan buatan (AI).

Di dalam negeri China sendiri, raksasa-raksasa teknologi udah mulai perang terbuka, tapi kali ini perang talenta alias ‘talent war’.

Fokusnya jelas banget: siapa yang paling cepet dan paling canggih dalam ngembangin model AI mandiri.

Nah, yang paling agresif sekarang adalah Tencent. Saking ambisiusnya, Tencent dilaporin lagi getol banget membajak peneliti AI dari rival gede-nya, ByteDance (si pemilik TikTok).

Enggak tanggung-tanggung, tawaran gajinya bisa banget mencapai dua kali lipat dari gaji yang udah mereka terima saat ini.

Bayangin, di saat kita sibuk mikirin gaji UMR, para engineer AI ini malah jadi rebutan dengan harga selangit!

Gaji Doktor Naik 50%: Model AI Internal Gagal Bersaing

Kenapa sih Tencent nekat banget jor-joran kasih gaji gede? Usut punya usut, ada pressure internal yang gila-gilaan.

Model AI internal mereka, yang diberi nama HY, dinilai gagal bersaing di pasar. Malu dong, raksasa teknologi kok AI-nya lemah.

Demi ngedongkrak kapasitas riset, Tencent sampai naikin tawaran untuk para lulusan doktor baru dengan gaji 50% lebih tinggi dari standar industri lho!

Sumber internal udah ngasih bocoran kalau para petinggi perusahaan udah makin sadar: kemampuan ngembangin model AI secara mandiri itu kunci masa depan bisnis mereka.

Bahkan, Presiden Tencent, Martin Lau, udah ngasih tekanan keras ke tim HY buat ngebut dan meningkatkan kinerja.

Enggak heran kalau talent war ini jadi langkah darurat buat menyelamatkan masa depan perusahaan.

The Raid Talenta: Yao Shunyu dari OpenAI Turun Gunung

Salah satu strategi paling penting yang dilakukan Tencent adalah melakukan ‘perombakan besar-besaran’ dengan merekrut sosok jagoan Yao Shunyu dari OpenAI.

Nah, Yao Shunyu ini langsung didapuk buat memimpin tim AI yang lagi berantakan itu. Begitu datang, gak pakai lama, Yao langsung bergerak cepat ngerekrut peneliti dari berbagai perusahaan, dan ByteDance jadi target utama operasi The Raid talenta ini.

Tencent gak cuma manjain kandidat dengan tawaran gaji selangit aja, tapi juga ngasih iming-iming yang gak kalah menarik.

Mereka janjiin fleksibilitas riset yang oke banget, struktur organisasi yang lebih datar (enggak kaku), dan peluang gede buat berkontribusi karena tim AI perusahaan lagi dibangun ulang dari nol.

Duh, siapa coba yang gak tergiur dengan paket komplet ini?

Atasi Fragmentasi Internal: Boros Sumber Daya karena Gak Kompak

Upaya jor-joran rekrutmen ini juga punya tujuan lain yang lebih dalam: mengatasi masalah lama di internal tim HY.

Dulu, struktur tim mereka super terfragmentasi, yang ujung-ujungnya malah menyebabkan pemborosan sumber daya karena enggak kompak dan malah saling bersaing di proyek internal. Ribet kan?

Dengan narik talenta-talenta top dari luar, terutama dari ByteDance yang udah punya skill teruji, Tencent berharap bisa membangun tim AI yang solid, kompeten, dan fokus pada satu tujuan besar.

Ending-nya, mereka pengin model AI internal mereka bener-bener bisa ngasih perlawanan di pasar global. Jadi, perang gaji ini bukan cuma soal cuan, tapi juga soal efisiensi birokrasi di internal perusahaan.

Statement:

The Information

“Tencent menaikkan tawaran untuk para lulusan doktor baru dengan gaji 50% lebih tinggi dari standar industri.”

3 Poin Penting:

  1. Raksasa teknologi Tencent melancarkan ‘talent war’ dengan agresif membajak peneliti AI dari ByteDance dan menawarkan gaji hingga dua kali lipat setelah model AI internal mereka, HY, dinilai gagal bersaing.

  2. Tencent merekrut Yao Shunyu dari OpenAI untuk memimpin perombakan tim AI, dengan strategi menawarkan gaji tinggi, fleksibilitas riset, dan struktur organisasi yang lebih datar.

  3. Langkah rekrutmen jor-joran ini juga bertujuan mengatasi masalah fragmentasi dan pemborosan sumber daya akibat persaingan proyek internal yang sebelumnya menghambat perkembangan riset AI Tencent.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan