Search

Peta Gempa Indonesia 2024 Rilis! Kenalan Sama Sesar Baru yang Bikin Dag Dig Dug

Kamis, 27 November 2025

Dampak gempa di Indonesia (istimewa)

Waduh Guys, ada kabar penting nih buat kita semua yang tinggal di Indonesia! Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 baru aja dirilis.

Isinya enggak cuma update, tapi juga ngasih tahu kita soal sesar-sesar baru yang sebelumnya enggak teridentifikasi. Ini bukti kalau ilmu pengetahuan soal kebencanaan di Tanah Air terus update seiring dengan kejadian alam yang ada.

Perkembangan ini sejalan banget sama apa yang terjadi sejak peta terakhir diluncurkan pada tahun 2017. Sri Widiyantoro, anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), dalam Sosialisasi Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Terkini, di Jakarta, Selasa (25/11/2025) kemarin bilang bahwa peta terakhir yang dirilis adalah tahun 2017, sekarang sudah 2024, itu banyak hal yang sudah terjadi, banyak hal perkembangan yang sudah di alami.

Intinya, bumi kita enggak diam, bestie!

Belajar dari Cianjur, Sumber Gempa Wajib Dipetakan

Kita masih ingat banget kan, gempa Cianjur 2022 yang lumayan bikin trauma? Nah, Sri Widiyantoro ngasih contoh nih. Gempa Cianjur, yang magnitudo-nya enggak gede-gede amat (sekitar 5,4 SR) tapi dampaknya ngeri, ternyata sumber bencananya belum ada di peta yang lama.

Selain Cianjur, beberapa gempa lain kayak di Mamuju-Majene, Teluk Semangko, Laut Flores, dan Pasaman juga jadi pemicu kenapa update peta ini jadi wajib banget.

Total 14 Megathrust dan Ratusan Sesar, Sumatra Terbanyak

Peta 2024 ini mencatat total 14 zona megathrust dan 401 sesar aktif! Bayangin, sebanyak itu lho yang akhirnya berhasil diidentifikasi. Ini artinya, pemetaan sumber gempa di Indonesia jadi jauh lebih lengkap dan detail.

Sri Widiyantoro menambahkan, peningkatan jumlah sesar yang terpetakan ini jadi alarm buat kita agar lebih siaga, apalagi buat wilayah yang padat penduduk.

Peta Baru Kunci Revisi SNI dan Peningkatan Bahaya Gempa

FYI, peta baru ini bukan cuma buat di pajang ya. Data-data fresh ini bakal jadi dasar penting buat revisi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Mulai dari perencanaan bangunan, desain infrastruktur, sampai mitigasi risiko, semuanya bakal merujuk ke peta 2024 ini. Tujuannya? Biar bangunan dan fasilitas umum kita lebih tahan banting kalau terjadi gempa.

Iswandi Imran, anggota AIPI dan Guru Besar ITB, juga buka suara soal perbedaannya. Menurutnya, ada peningkatan bahaya gempa di beberapa wilayah Indonesia.

Meskipun begitu, Iswandi juga ngingetin kalau peta ini masih harus dikembangkan lagi menjadi Peta Gempa Maksimum dan digabung dengan Peta Fragility (kerentanan).

Statement:

Sri Widiyantoro, anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI)

“Peta terakhir kita tahun 2017, sekarang sudah 2024, itu banyak hal yang sudah terjadi, banyak hal perkembangan yang sudah kita alami,” kata Sri Widiyantoro,

“Misalnya yang masih segar di ingatan kita, gempa Cianjur tahun 2022, itu magnitudenya tidak besar ya 5,4 kalau tidak salah, tapi cukup merusak. Dan sumbernya belum ada di peta kita sebelumnya, itu hanya salah satu contoh,” ungkapnya.

“Jadi megathrust ada 14, thrust ada 401, yang tersebar paling banyak di Sumatra, Jawa nomor dua.”

Iswandi Imran, anggota AIPI dan Guru Besar ITB

“Antara yang sebelumnya 2017 dengan 2024 yang paling atas ya kalau kita lihat kontur lebih rapat ya yang pada 2024 yang mengindikasikan sebenarnya adanya peningkatan bahaya gempa di daerah-daerah tertentu di Indonesia.”

3 Poin Penting

  1. Sesar Baru Teridentifikasi: Peta Gempa 2024 mencatat temuan signifikan dengan total 14 zona megathrust dan 401 sesar aktif, termasuk sumber gempa yang sebelumnya tidak terpetakan (seperti kasus Cianjur 2022).

  2. Dasar Revisi SNI: Data baru ini akan menjadi landasan utama dalam merevisi standar pembangunan (SNI) untuk infrastruktur dan bangunan, meningkatkan ketahanan terhadap risiko gempa.

  3. Indikasi Peningkatan Bahaya: Peta 2024 menunjukkan adanya kontur yang lebih rapat dibandingkan peta 2017, mengindikasikan bahwa beberapa wilayah di Indonesia mengalami peningkatan bahaya gempa.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan