Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lagi jadi buah bibir netizen, nih! Kali ini kabar datang dari Jawa Timur, tepatnya di SMA Negeri 2 Pamekasan.
Pihak sekolah sempat bikin heboh karena menolak ribuan jatah paket makanan lantaran menemukan ikan lele yang masih mentah di dalam kotak makanan.
Video penolakan ini pun langsung viral dan memicu berbagai spekulasi soal standar keamanan pangan yang diterapkan pemerintah.
Namun, biar nggak gagal fokus, Badan Gizi Nasional langsung angkat bicara buat meluruskan duduk perkaranya. Ternyata, ikan lele tersebut memang sengaja diberikan dalam kondisi mentah termarinasi untuk dibawa pulang oleh siswa.
Hal ini dilakukan agar para siswa bisa menikmatinya dalam kondisi hangat saat waktu berbuka puasa, mengingat saat ini sedang memasuki momentum ibadah di bulan Maret 2026.
Misi di Balik Lele Marinasi dan Paket Gizi Lengkap
Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi dan Investigasi, menjelaskan kalau video yang beredar itu cuma menunjukkan sebagian kecil dari menu aslinya.
Menurutnya, paket dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamekasan Pademawu Buddagan sebenarnya sangat lengkap.
Selain lele marinasi, ada juga tahu dan tempe ungkep, telur rebus, roti pizza, susu full cream, hingga buah naga untuk mencukupi kebutuhan gizi harian.
Nanik menyayangkan adanya persepsi yang salah karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi saat akan diperiksa secara utuh.
Penggunaan lele mentah termarinasi ini diklaim sebagai strategi agar kualitas protein tetap terjaga dan nggak gampang rusak selama perjalanan atau sebelum diolah di rumah masing-masing siswa.
Rahasia Gizi Tetap Awet Menurut Ahli SPPG
Nggak mau kalah, ahli gizi dari SPPG Pamekasan, Fikri Kuttawakil, juga ikut kasih penjelasan ilmiahnya.
Dia bilang kalau teknik marinasi pada ikan lele bukan tanpa alasan, tapi buat menjaga agar kadar protein dalam ikan nggak berkurang dan bisa bertahan sampai satu hari penuh tanpa busuk.
Jadi, anggapan kalau makanan itu nggak layak dikonsumsi sebenarnya kurang tepat kalau dilihat dari sisi ketahanan pangan.
SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan sendiri punya tanggung jawab besar buat melayani 3.329 penerima manfaat. Mulai dari anak PAUD, siswa SMP/SMA, sampai ibu hamil dan balita masuk dalam daftar prioritas mereka.
Dengan skala distribusi sebesar itu, pemilihan menu yang awet seperti bahan protein termarinasi dianggap sebagai solusi praktis buat menjangkau semua kalangan dengan standar gizi yang tetap tinggi.
Evaluasi Ketat Demi Keamanan Konsumen Program MBG
Meskipun ada alasan teknis di baliknya, penolakan dari Kepala SMAN 2 Pamekasan, Moh Arifin, tetap jadi catatan penting buat evaluasi ke depan.
Pihak sekolah merasa faktor kebersihan terancam karena menemukan lele mentah bercampur dengan lauk lain yang sudah matang dalam satu wadah.
Baginya, keselamatan dan kelayakan konsumsi para siswa adalah harga mati yang nggak bisa ditawar-tawar.
Menanggapi polemik ini, Badan Gizi Nasional berjanji bakal terus melakukan koordinasi dan evaluasi di lapangan. Fokus utamanya tetap pada keamanan pangan dan kualitas nutrisi yang sampai ke tangan masyarakat.
Kasus di Pamekasan ini jadi pelajaran berharga agar komunikasi antara penyedia layanan gizi dan pihak sekolah bisa lebih smooth lagi ke depannya, biar program keren ini nggak terhambat drama salah paham.
Statement:
Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi
“Program MBG menempatkan keamanan pangan dan kualitas gizi sebagai prioritas utama. Kami terus melakukan pemantauan serta evaluasi agar seluruh proses penyiapan hingga distribusi makanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujar .
3 Poin Penting:
-
Penolakan jatah MBG di SMAN 2 Pamekasan terjadi karena adanya ikan lele mentah termarinasi yang dianggap tidak layak oleh pihak sekolah.
-
Badan Gizi Nasional mengklarifikasi bahwa lele marinasi tersebut bagian dari menu lengkap yang dimaksudkan untuk dimasak siswa di rumah saat berbuka puasa.
-
Ahli gizi menjelaskan teknik marinasi digunakan untuk menjaga kadar protein dan memperpanjang masa simpan ikan hingga 24 jam.
![kebakaran binus [dok. kompas]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Kebakaran-di-universitas-binus.jpg-300x169.webp)
![beasiswa ocha LCC [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/e1u207RAJBeV5gQ9Xj7nQJc84WgBb4V1H6u9wich-300x169.webp)

