Search

Popi, Orangutan Eks-Rehab, Ngilang di Hutan Kutai Timur, Ternyata Sudah Jadi Orangutan Liar Sejati

Rabu, 26 November 2025

Orangutan Popi (COP)

Guys, ada kabar unik sekaligus bikin lega dari Kalimantan Timur. Popi, orangutan betina yang baru dilepasliarkan pada 10 Agustus 2025, di Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat, Kutai Timur, dilaporkan hilang dari pengawasan tim monitoring Centre for Orangutan Protection (COP). Eits, tapi hilangnya Popi ini justru kabar baik, lho!

Setelah sembilan tahun di pusat rehabilitasi BORA (Borneo Orangutan Rescue Alliance) COP, Popi menunjukkan sifat liarnya yang kuat.

Wahyuni, Manajer Komunikasi COP di Berau, mengatakan Popi terakhir terlihat pada 30 Agustus 2025 dalam kondisi sehat, saat itu ia sudah berusaha keras menjauhi dan bersembunyi dari tim. Popi sudah mandiri dan berhasil menyatu dengan alam!

Perjuangan Popi dari Bayi Seukuran Kepalan Tangan

Perjalanan Popi menuju kemandirian ini nggak mudah. Popi datang ke BORA pada 22 September 2016 dalam kondisi lemah.

Saat diselamatkan BKSDA Kaltim, tubuhnya hanya sebesar kepalan tangan, tali pusarnya masih basah, dan ia terus mencari induknya setiap malam. Perawat harus berjaga 24 jam demi memastikan Popi stabil secara emosional.

Memasuki usia 11 bulan di awal 2017, Popi mulai masuk sekolah hutan. Ia belajar memanjat pohon hingga puluhan meter, mencari buah hutan, dan membuat sarang.

Yang bikin tim kagum, Popi tumbuh dengan sifat liar yang kuat, nggak seperti bayi orangutan lain yang cenderung manja ke manusia.

Sebelum dilepasliarkan, ia bahkan menjalani percobaan hidup mandiri selama tiga bulan di pulau pra-pelepasliaran tanpa interaksi manusia.

Hilangnya Jejak Adalah Indikator Keberhasilan

Meski tim monitoring kesulitan menemukan sarang baru atau rekaman kamera jebak yang menunjukkan aktivitas Popi, Wahyuni justru optimis.

Ketika orangutan menghindari manusia dan menyatu dengan hutan, itu berarti mereka telah berhasil hidup mandiri.

BKSDA: Popi Siap Survive dan Inspirasi untuk Bayi Yatim Lain

Kepala BKSDA Kalimantan Timur, Ari Wibawanto, turut mengonfirmasi keberhasilan pelepasliaran Popi.

Menurutnya, keberhasilan ini adalah hasil proses rehabilitasi jangka panjang yang fokus pada kemampuan bertahan hidup di alam.

Popi menjadi inspirasi bagi bayi yatim piatu lain di BORA, seperti Pansy dan Felix, yang saat ini sedang menjalani proses panjang di sekolah hutan untuk memperkuat keterampilan bertahan hidup, sebelum dinyatakan layak untuk “pulang” ke habitat alami mereka.

Statement:

Ari Wibawanto, Kepala BKSDA Kalimantan Timur

“Popi sudah mampu hidup sendiri di alam. Ia menunjukkan sifat liarnya dan bisa survive, itu persyaratan utama sebelum dikembalikan ke alam.”

3 Poin Penting

  1. Popi Ngilang dan Dianggap Berhasil: Orangutan Popi (7) yang dilepasliarkan di Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat (Kutai Timur) dilaporkan hilang dari pengawasan tim COP sejak akhir Agustus 2025, yang dianggap sebagai indikator keberhasilan karena Popi telah mandiri dan kembali ke sifat liar sejatinya.

  2. Lulus Sekolah Hutan dengan Sifat Liar Kuat: Popi diselamatkan sejak bayi (usia 1 bulan) dan menjalani rehabilitasi 9 tahun di BORA, menunjukkan perkembangan perilaku liar yang kuat dan selalu menghindari interaksi manusia sejak menjalani sekolah hutan.

  3. Inspirasi Konservasi: Keberhasilan Popi menjadi inspirasi dan penanda penting bagi program rehabilitasi jangka panjang BORA, yang kini merawat bayi orangutan yatim piatu lain seperti Pansy dan Felix, dengan target utama kemandirian fisik, perilaku, dan mental di alam liar.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan