Search

Pramuka Keren Pakai Drone! Saka Tarunabumi Siap Guncang Sektor Pertanian Modern

Kamis, 9 Juli 2026

Drone Saka Tarunabumi (ist)

Siapa bilang kegiatan Pramuka cuma seputar berkemah dan tali-temali saja?

Kali ini, gerakan Pramuka di bidang pertanian yang tergabung dalam Satuan Karya alias Saka Tarunabumi pangkalan Kwartir Ranting (Kwarran) Patimpeng, Kabupaten Bone, sukses bikin gebrakan baru.

Mereka menunjukkan komitmen luar biasa dalam mendukung digitalisasi dunia tani.

Langkah konkretnya tidak main-main, para anggota muda ini siap menyebarluaskan informasi mengenai teknologi mutakhir yang diterapkan pada Program Pertanian Modern atau Advance Agriculture System (PM-AAS).

Target edukasi dari gerakan keren ini menyasar langsung ke seluruh insan Pramuka, mulai dari golongan Penggalang, Penegak, hingga Pandega.

Melalui penyebarluasan informasi digital ini, para anggota Pramuka diharapkan tidak sekadar menjadi penonton perkembangan zaman.

Mereka didorong untuk menjadi agen informasi alias jembatan komunikasi yang cerdas di lingkungan keluarga masing-masing, terutama untuk menyampaikan pengetahuan teknologi ini kepada orang tua mereka yang mayoritas berprofesi sebagai petani lokal.

Pantau Langsung Sawah 100 Hektare dan Canggihnya Drone Penyebar Pupuk

Aksi nyata ini terlihat jelas pada Minggu pagi, 5 Juli 2026, ketika Mabisaka Tarunabumi Kwarran Patimpeng, Kakak Y.A. Yahya, S.Pt., M.Si., turun langsung ke lapangan.

Beliau menyaksikan langsung implementasi pertanian presisi di kawasan persawahan seluas 100 hektare yang menjadi lokasi Program PM-AAS di Desa Bontopadang dan Desa Biru, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone.

Di sana, para anggota Pramuka bersama petani setempat mengamati kecanggihan alat piring terbang alias drone pertanian yang sedang bekerja.

Teknologi drone ini terbukti ampuh karena mampu menyebarkan pupuk secara merata dalam waktu yang jauh lebih kilat ketimbang metode manual tradisional.

Selain menghemat tenaga kerja, akurasi dosis pemupukan bisa diatur secara digital sesuai kebutuhan tanaman padi. Tidak hanya untuk urusan nutrisi, alat ini juga sangat multiguna untuk menyebarkan pestisida demi mengendalikan hama dan penyakit tanaman.

Inovasi ini otomatis memotong biaya operasional secara signifikan dan mendongkrak produktivitas lahan secara berkelanjutan.

Gempur Hama Tikus Pakas Asap LPG Tiga Kilogram yang Ramah Lingkungan

Selain menerbangkan teknologi di udara, penanganan masalah di darat juga tidak kalah inovatif. Kak Y.A. Yahya mendampingi para anggota Pramuka dalam mempraktikkan metode kompor bakar emposan untuk mengendalikan hama tikus yang sering meresahkan warga.

Uniknya, metode ini memanfaatkan tabung gas LPG 3 kilogram untuk menghasilkan tekanan udara dan asap hasil pembakaran yang dialirkan langsung ke dalam liang persembunyian tikus di area persawahan.

Teknologi emposan ini dinilai jauh lebih aman dan ramah lingkungan karena mampu mematikan hama di dalam lubang tanpa harus mengandalkan racun kimia berbahaya yang berpotensi merusak ekosistem tanah.

Langkah taktis ini terbukti efektif menekan populasi tikus yang selama ini menjadi biang kerok utama gagal panen.

Dengan metode yang bersih ini, kelestarian lingkungan sawah tetap terjaga sekaligus mengamankan kuantitas hasil panen para petani secara optimal.

Keuntungan Melejit Belasan Juta dan Target Sejuta Hektare Pertanian Nasional

Lebih lanjut, Kak Y.A. Yahya yang juga pernah menyabet predikat Penyuluh Pertanian Teladan Nasional 2016 menjelaskan bahwa esensi program PM-AAS ini menggabungkan enam prinsip utama.

Mulai dari sistem tanam benih langsung (drum seeder), irigasi presisi berbasis digital, hingga mekanisasi penuh dari traktor sampai combine harvester.

Hasil uji lapangan di Kabupaten Soppeng bahkan mencatatkan produktivitas fantastis sebesar 10,4 ton per hektare dengan keuntungan mencapai Rp27 juta per musim tanam bagi para petani.

Dikembangkan secara bertahap sejak tahun 2025, program PM-AAS kini telah sukses diterapkan di 34 provinsi dengan total luasan mencapai 1.846 hektare per 1 Juli 2026.

Pemerintah bahkan menargetkan perluasan area hingga menyentuh angka 1 juta hektare demi mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Melalui kolaborasi mekanisasi dan digitalisasi ini, Saka Tarunabumi sukses membuktikan bahwa peran Pramuka tidak hanya membentuk karakter tangguh anak muda, tetapi juga melahirkan inovator yang siap membawa Indonesia menuju masa depan yang mandiri.

Statement:

Kakak Y.A. Yahya, S.Pt., M.Si., Mabisaka Tarunabumi Kwarran Patimpeng

“Dengan alat ini tenaga kerja dan pupuk dapat diefisienkan, mempercepat proses pemupukan pada areal yang luas, serta alat ini dapat membantu menyebarkan pestisida untuk pengendalian hama dan penyakit. Dikembangkan secara bertahap sejak 2025, PM-AAS kini telah diterapkan di 34 provinsi dengan total luasan sekitar 1.846 hektare per 1 Juli 2026, dan pemerintah menargetkan pengembangannya hingga 1 juta hektare.”

“Besar harapan agar setiap anggota Pramuka mampu menjadi penyambung informasi teknologi pertanian modern kepada orangtua/keluarga dan masyarakat di sekitarnya.”

3 Poin Penting:

  • Agen Informasi Pramuka: Saka Tarunabumi Kwarran Patimpeng berkomitmen mengedukasi Pramuka Penggalang, Penegak, dan Pandega mengenai teknologi pertanian modern agar mereka bisa menjadi penyambung informasi bagi keluarga petani.

  • Implementasi Teknologi Presisi: Program PM-AAS di Kabupaten Bone sukses menerapkan mekanisasi digital canggih, seperti penggunaan drone untuk efisiensi pemupukan dan alat kompor emposan LPG 3 kg yang ramah lingkungan untuk membasmi hama tikus.

  • Peningkatan Produktivitas Makro: Hasil program PM-AAS menunjukkan lonjakan keuntungan petani yang tinggi dan per 1 Juli 2026 telah mencakup 34 provinsi, dengan target jangka panjang pemerintah mencapai 1 juta hektare lahan.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan