Kabar gembira buat kamu para pencinta teknologi dan otomotif ramah lingkungan di Tanah Air.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan bakal meresmikan secara langsung pabrik perakitan mobil listrik raksasa asal China, BYD Indonesia, di Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Peresmian fasilitas manufaktur megah ini dipastikan menjadi momentum bersejarah bagi akselerasi industri kendaraan listrik di Indonesia.
Kepastian kehadiran Kepala Negara dalam seremoni megah tersebut terkonfirmasi melalui undangan resmi yang dikirimkan oleh pihak BYD Indonesia kepada meja redaksi.
Acara peresmian ini menandai rampungnya pembangunan pabrik yang bakal menjadi pusat perakitan kendaraan energi baru (new energy vehicle) BYD untuk pasar Indonesia maupun regional.
Investasi Fantastis di Subang Smartpolitan dan Kawasan Pabrik Seluas 126 Hektare
Pabrik BYD Indonesia berdiri gagah di kawasan industri modern Subang Smartpolitan Industrial Park, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Tidak tanggung-tanggung, nilai investasi yang digelontorkan oleh raksasa otomotif global ini menyentuh angka fantastis, yakni mencapai Rp11,7 triliun.
Angka tersebut menjadi bukti nyata komitmen jangka panjang BYD dalam mendukung transformasi energi bersih di Indonesia.
Fasilitas produksi serbabisa ini dibangun di atas lahan seluas 126 hektare.
BYD mengonfirmasi bahwa seluruh tahap pembangunan fasilitas perakitan kendaraan energi baru di Subang tersebut telah rampung 100% dan siap beroperasi secara penuh guna memenuhi tingginya permintaan pasar domestik.
Penguat Ekosistem Otomotif Nasional dan Penyerapan Ribuan Tenaga Kerja Lokal
Kehadiran pabrik perakitan ini diproyeksikan bakal memberikan dampak instan yang sangat positif bagi perekonomian nasional.
Selain memperkuat ekosistem manufaktur otomotif berbasis baterai di Indonesia, beroperasinya fasilitas ini dipastikan bakal membuka ribuan peluang lapangan kerja baru bagi tenaga kerja lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan industri komponen dalam negeri.
Pihak manajemen BYD menegaskan bahwa operasional pabrik di Subang ini merupakan tonggak bersejarah dalam perjalanan bisnis mereka di Asia Tenggara.
Kehadiran pabrik ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai basis produksi strategis kendaraan listrik yang sangat diperhitungkan di kancah internasional.
Ekspansi Jaringan Layanan dan Rencana Penyerahan Unit Kendaraan Ke-100 Ribu
Tak berhenti pada investasi di sektor manufaktur saja, BYD Indonesia juga terus tancap gas memperluas jangkauan operasionalnya di Tanah Air.
Perusahaan asal Negeri Tirai Bambu ini secara masif terus mengembangkan jaringan penjualan (dealer) serta fasilitas layanan purnajual (aftersales) yang tersebar di berbagai kota besar di seluruh Indonesia.
Tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap lini produk mobil listrik BYD pun dilaporkan terus mengalami peningkatan yang sangat pesat.
Sebagai salah satu tolok ukur kesuksesannya di pasar domestik, BYD bahkan telah bersiap menggelar perayaan khusus untuk penyerahan unit kendaraan yang ke-100 ribu bagi konsumen di Indonesia dalam waktu dekat.
Statement:
Pernyataan Resmi Manajemen BYD Indonesia
“Menandai momentum tersebut, kami mengundang rekan media untuk menghadiri Peresmian Pabrik BYD Indonesia oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang BYD di Indonesia, kami telah menyelesaikan pembangunan fasilitas perakitan kendaraan energi baru di Kabupaten Subang, Jawa Barat, di area seluas 126 hektare.”
“Kehadiran fasilitas ini menjadi tonggak bersejarah dalam perjalanan BYD mendukung pengembangan industri kendaraan elektrifikasi, memperkuat ekosistem manufaktur otomotif nasional, membuka peluang bagi penyerapan tenaga kerja baru, serta mengembangkan kesempatan bagi pertumbuhan industri lokal.”
3 Poin Penting:
-
Peresmian oleh Presiden Prabowo Subianto: Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan secara langsung pabrik perakitan mobil listrik BYD di Kabupaten Subang, Jawa Barat.
-
Investasi Fantastis Rp11,7 Triliun: Pabrik kendaraan energi baru BYD berdiri di kawasan Subang Smartpolitan Industrial Park di atas lahan seluas 126 hektare dengan nilai investasi mencapai Rp11,7 triliun.
-
Penguatan Ekosistem dan Tenaga Kerja: Beroperasinya pabrik ini bertujuan memperkuat ekosistem otomotif nasional, menyerap tenaga kerja lokal, serta melengkapi pencapaian target penyerahan unit kendaraan ke-100 ribu BYD di Indonesia.





