Program Makan Bergizi Gratis Jalan Terus Saat Libur, Kepala BGN: Tenang, Pasti Diaudit Kok!

Rabu, 24 Desember 2025

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana (Tempo)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lagi jadi topik hangat yang bikin jagat media sosial riuh nih, Sobat! Pasalnya, pemerintah memutuskan buat tetap membagikan jatah makan bergizi ini meski para siswa lagi asyik menikmati liburan sekolah.

Keputusan ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk pengamat ekonomi yang khawatir kalau langkah ini cuma bakal bikin anggaran negara bocor halus alias tidak efisien karena aktivitas belajar mengajar lagi libur total.

Merespons desakan tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, langsung angkat bicara buat meluruskan suasana.

Dadan menegaskan kalau masyarakat nggak perlu cemas soal transparansi anggaran. Beliau menjamin kalau audit terhadap pelaksanaan program MBG bakal tetap dilakukan secara berkala.

Menurutnya, akuntabilitas sudah jadi prosedur standar dalam setiap program pemerintah berskala besar, jadi tanpa diminta pun, proses pengecekan pasti berjalan sesuai aturan.

Tetap Berjalan Berbasis Data Agar Tidak Mubazir

Banyak yang bertanya-tanya, gimana cara bagi-bagi makanannya kalau sekolahnya saja tutup?

Dadan menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG selama masa liburan ini nggak dilakukan secara serampangan atau asal bagi. Kuncinya ada pada pendataan penerima manfaat yang super ketat di lapangan.

Pihak BGN memastikan bahwa porsi yang dimasak bakal disesuaikan dengan jumlah siswa yang memang sudah terdaftar dan menyatakan siap menerima jatah makanan tersebut.

Sistem “daftar dulu” ini diterapkan buat menghindari adanya makanan yang terbuang sia-sia atau mubazir.

Dadan menegaskan bahwa program ini justru bertujuan buat menjaga konsumsi gizi anak-anak agar tetap stabil meski mereka nggak sedang berada di lingkungan sekolah.

Jadi, prinsip kehati-hatian tetap jadi prioritas utama biar uang rakyat yang dipakai beneran sampai ke perut adik-adik kita yang membutuhkan tanpa ada inefisiensi anggaran.

CELIOS Desak Audit Total Demi Akuntabilitas Publik

Di sisi lain, Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menjadi salah satu pihak yang paling vokal menyuarakan desakan audit menyeluruh.

Direktur Ekonomi CELIOS, Nailul Huda, menilai kebijakan menjalankan MBG saat libur sekolah adalah langkah yang kurang rasional.

Menurutnya, ketika tidak ada kegiatan belajar mengajar, risiko distribusi yang tidak tepat sasaran bakal meningkat tajam dan berpotensi menimbulkan pemborosan uang publik yang seharusnya bisa dialokasikan buat hal lain.

Nailul Huda menekankan pentingnya audit independen untuk memastikan setiap rupiah yang keluar dari kas negara beneran punya dampak nyata.

CELIOS mengkhawatirkan celah inefisiensi ini bisa makin lebar kalau pengawasannya kendor. Baginya, akuntabilitas penggunaan uang pajak adalah harga mati, apalagi untuk program baru yang menelan biaya sangat besar.

Publik berhak tahu apakah jatah makan itu beneran sampai ke siswa atau malah berakhir di tempat sampah.

Menjaga Gizi Anak Bangsa Tanpa Libur

Meskipun menuai pro dan kontra, pemerintah sepertinya tetap pada pendiriannya bahwa urusan gizi nggak boleh kenal kata libur.

BGN berargumen bahwa kebutuhan nutrisi anak-anak harus dipenuhi setiap hari tanpa terputus oleh kalender akademik.

Fokus pemerintah saat ini adalah bagaimana menyempurnakan sistem distribusi di lapangan agar tetap rapi meski koordinasi tidak dilakukan di dalam ruang kelas seperti biasanya.

Ke depan, perdebatan ini bakal jadi bahan evaluasi penting bagi keberlanjutan program MBG. Transparansi data dan hasil audit yang dijanjikan oleh BGN bakal jadi penentu apakah program ini layak diteruskan dengan skema yang sama atau butuh perombakan total.

Yang jelas, semua pihak sepakat kalau kesehatan anak-anak itu penting, tinggal gimana cara eksekusinya saja yang harus beneran “clean” dan tepat sasaran biar nggak jadi beban buat APBN.

Statement:

Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)

“Tanpa CELIOS pun kita sudah pasti diaudit. Tidak untuk siapa-siapa. Akan dibuat sesuai porsi yang bisa diterima. Selama ini juga begitu, harus daftar dulu yang mau menerima atau tidak. Pelaksanaan MBG tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.”

3 Poin Penting:

  1. Badan Gizi Nasional menjamin program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap akan diaudit secara ketat meskipun dijalankan selama masa libur sekolah.

  2. Distribusi makanan selama liburan menggunakan sistem pendataan dan pendaftaran penerima manfaat untuk mencegah pemborosan anggaran atau makanan mubazir.

  3. CELIOS mendesak audit segera karena menilai pembagian makanan saat sekolah libur berisiko tidak tepat sasaran dan memicu inefisiensi anggaran publik.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir