Dunia arsitektur global baru saja dikejutkan oleh kabar dari Timur Tengah. Arab Saudi dilaporkan resmi menangguhkan pembangunan Mukaab, sebuah struktur raksasa berbentuk kubus yang digadang-gadang bakal jadi ikon baru di pusat kota Riyadh.
Proyek ambisius yang diklaim mampu menampung 20 gedung Empire State di dalamnya ini harus dihentikan sementara waktu karena pihak kerajaan sedang melakukan evaluasi mendalam terkait aspek pendanaan dan kelayakan proyek di tengah pengetatan anggaran.
Langkah ini menambah daftar panjang proyek megah Visi 2030 yang terpaksa diperkecil skalanya atau bahkan ditunda. Mukaab awalnya diproyeksikan memiliki tinggi dan lebar mencapai 400 meter dengan teknologi canggih seperti gambar holografik AI di dalamnya.
Namun, realita ekonomi berkata lain; pekerjaan di lapangan dilaporkan hanya sampai pada tahap penggalian tanah dan pemasangan tiang pancang sebelum akhirnya instruksi penangguhan dikeluarkan secara mendadak.
Kontroversi Desain dan Perubahan Garis Waktu Pembangunan
Sejak awal peluncurannya pada Februari 2023, Mukaab memang sudah mengundang perdebatan panas di kalangan netizen dan umat Muslim dunia. Banyak pihak yang melontarkan kritik keras karena bentuk kubusnya dinilai sangat menyerupai Ka’bah di Mekah.
Meski otoritas Saudi sudah menjelaskan bahwa desain tersebut terinspirasi dari gaya arsitektur tradisional wilayah Najd dan Istana Murabba, sentimen negatif tersebut tetap membayangi perjalanan proyek pusat New Murabba ini.
Tak hanya soal desain, jadwal penyelesaian proyek yang awalnya ditargetkan rampung pada tahun 2030 kini resmi diundur jauh ke tahun 2040.
Penundaan selama satu dekade ini menunjukkan betapa beratnya beban finansial yang harus ditanggung, mengingat biaya pembangunan New Murabba diperkirakan menelan dana hingga USD50 miliar.
Angka fantastis tersebut bahkan setara dengan produk domestik bruto (PDB) negara Yordania secara keseluruhan.
Nasib Neom dan Fokus Baru Menuju Piala Dunia 2034
Fenomena pengetatan anggaran ini ternyata tidak hanya menimpa Mukaab. Proyek kota masa depan Neom juga sedang mengalami desain ulang secara radikal agar lebih sederhana dan realistis.
Bagian utama Neom yang berupa kota garis lurus sepanjang 170 km kini dikurangi skalanya dan dialihkan fokusnya menjadi pusat data untuk mendukung ambisi Putra Mahkota Mohammed bin Salman di bidang kecerdasan buatan.
Bahkan, resor ski Trojena juga batal menjadi tuan rumah Asian Winter Games 2029.
Stagnasi harga minyak dunia menjadi faktor utama mengapa kerajaan mulai “mengerem” ambisi-ambisi raksasanya. Saat ini, Arab Saudi memilih untuk bersikap lebih taktis dengan mengalihkan sumber daya mereka demi mengejar tenggat waktu internasional yang lebih mendesak.
Prioritas utama dialihkan untuk menyukseskan gelaran Expo 2030 dan persiapan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 yang dianggap memiliki dampak ekonomi lebih langsung dan terukur.
Transparansi Pemerintah Saudi dalam Menghadapi Krisis Anggaran
Pemerintah Arab Saudi sendiri tampak cukup terbuka mengenai kondisi ini dan tidak ingin memberikan ekspektasi palsu kepada investor maupun publik. Peninjauan komprehensif terhadap berbagai proyek Visi 2030 terus dilakukan agar beban fiskal negara tetap terjaga.
Meskipun pembangunan Mukaab terhenti, beberapa pengembangan real estat di area sekitar New Murabba dikabarkan akan tetap berlanjut meskipun dengan tempo yang disesuaikan.
Fenomena ini menjadi pengingat bagi industri global bahwa sehebat apa pun sebuah visi teknologi, faktor ekonomi tetap menjadi penentu utama di lapangan.
Mukaab kini menjadi simbol dari proses pendewasaan strategi pembangunan Arab Saudi yang mulai beralih dari sekadar mengejar kemegahan fisik menuju efisiensi fungsional.
Publik pun kini menanti, apakah kubus raksasa ini akan benar-benar terwujud di masa depan atau hanya akan berakhir sebagai sketsa ambisius di atas kertas.
3 Poin Penting:
-
Pembangunan Mukaab di Riyadh ditangguhkan sementara waktu karena evaluasi pendanaan dan kelayakan di tengah pengetatan anggaran kerajaan.
-
Target penyelesaian proyek New Murabba diundur dari tahun 2030 menjadi tahun 2040 akibat kendala finansial dan pergeseran prioritas ekonomi.
-
Pemerintah Arab Saudi mulai memfokuskan anggaran pada proyek dengan tenggat waktu ketat seperti Expo 2030 dan Piala Dunia 2034.



