Langkah besar dalam sejarah industri otomotif Tanah Air kembali diukir oleh pemerintah Indonesia. Program pembuatan Mobil Nasional (Mobnas) kini resmi memasuki babak baru yang makin konkret.
Pemerintah secara resmi menunjuk BUMN pertahanan terkemuka, PT Pindad, untuk memegang mandat utama dalam mengembangkan kendaraan buatan dalam negeri tersebut sebagai bagian dari strategi penguatan manufaktur nasional.
Keterlibatan PT Pindad dalam proyek ambisius ini menandai keseriusan pemerintah untuk memiliki lini produk otomotif mandiri secara berkelanjutan.
Dalam menjalankan penugasan strategis ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendampingi secara aktif, terutama dalam menyusun kerangka kebijakan serta regulasi penopang agar pelaksanaan program Mobnas dapat berjalan sejalan dengan roadmap industri otomotif nasional.
Pembangunan Pabrik di Subang dan Target Produksi Massal Akhir 2028
Kawasan industri di Subang, Jawa Barat, telah ditunjuk secara resmi sebagai lokasi pusat produksi kendaraan nasional tersebut.
Saat ini, proses persiapan di lapangan tengah berfokus pada tahapan pembersihan lahan (land clearing) sebelum masuk ke fase pembangunan gedung pabrik utama serta pemasangan mesin perakitan berteknologi modern.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, membeberkan bahwa operasional produksi secara masif (mass production) dijadwalkan bakal mulai mengudara pada akhir tahun 2028.
Pilihan lokasi di Subang dinilai sangat strategis karena dekat dengan akses pelabuhan serta jaringan tol utama Pulau Jawa.
Penguatan Ekosistem Rantai Pasok Komponen Otomotif Dalam Negeri
Keberhasilan proyek Mobnas tidak hanya digantungkan pada kemegahan fasilitas perakitan akhir semata, melainkan juga pada kesiapan industri penunjangnya.
Oleh karena itu, pemerintah turut merancang ekosistem rantai pasok (supply chain) domestik yang terintegrasi secara rapat agar produksi kendaraan tidak berdiri sendiri dan tetap mengandalkan komponen lokal.
Langkah ini diambil demi mendorong keterlibatan para pelaku industri suku cadang dan UMKM manufaktur di dalam negeri.
Dengan terhubungnya pabrik utama PT Pindad dengan para produsen komponen lokal, kapasitas manufaktur nasional dapat tumbuh secara mandiri, berdaya saing tinggi, serta tidak bergantung pada impor bahan baku luar negeri.
Integrasi Ekosistem Kendaraan Listrik dan Harapan Industri Masa Depan
Pengembangan Mobnas ini dirancang berjalan berdampingan dengan program kendaraan listrik nasional (Molinas) maupun inovasi ramah lingkungan lainnya.
Kemenperin menyiapkan fondasi kebijakan terpadu agar seluruh ekosistem manufaktur yang tengah tumbuh di Indonesia dapat saling menyokong dan mempercepat transisi energi di sektor transportasi.
Antusiasme publik terhadap kehadiran kendaraan karya anak bangsa ini diprediksi bakal makin tinggi mendekati tenggat operasional 2028.
Kehadiran Mobnas yang didukung penuh oleh ekosistem rantai pasok lokal diharapkan sanggup membuktikan bahwa bangsa Indonesia mampu memproduksi kendaraan berkualitas tinggi yang siap bersaing di pasar domestik maupun global.
Statement:
Setia Diarta, Dirjen ILMATE Kementerian Perindustrian RI
“Penugasan program Mobnas juga itu diberi mandat pada PT Pindad dan sama seperti Molinas, Mobnas juga tetap melibatkan Kemenperin dalam hal untuk menyiapkan kebijakan terkait.”
“Adapun roadmap nanti untuk besarnya Mobnas ini, saat ini mereka masih land clearing dan itu akan mengokupasi di Subang, dan operasional mereka akan mulai mass production itu di 2028 akhir. Ekosistem roadmap ekosistem rantai pasok untuk Mobnas juga sudah didesain, tentu saja ini adalah ekosistem di dalam negeri.”
3 Poin Penting:
-
Mandat Proyek kepada PT Pindad: Pemerintah secara resmi menugaskan PT Pindad untuk memimpin proyek Mobil Nasional (Mobnas) dengan pendampingan kebijakan dari Kemenperin.
-
Lokasi Pabrik Subang & Produksi 2028: Fasilitas produksi Mobnas menempati kawasan industri Subang, Jawa Barat, dengan tahap land clearing berjalan dan target produksi massal pada akhir tahun 2028.
-
Penguatan Rantai Pasok Domestik: Proyek Mobnas terintegrasi dengan ekosistem komponen dalam negeri serta program kendaraan listrik (Molinas) guna menciptakan rantai pasok manufaktur yang mandiri.



