Search

Punya Kendali Mutlak! Cesc Fabregas Sulap Como Jadi Kekuatan Baru Eropa

Kamis, 7 Mei 2026

Cesc Fabregas [dok. web]
Cesc Fabregas [dok. web]

Dunia sepak bola internasional lagi dibikin terpana sama manuver Cesc Fabregas di Italia.

Mantan bintang Arsenal dan Chelsea ini ternyata nggak cuma jago ngeracik strategi di pinggir lapangan, tapi juga punya “power” tak terbatas buat ngebangun ulang fondasi klub Como dari nol.

Fabregas mengaku sangat betah karena dapet kepercayaan penuh buat jadi arsitek di balik transformasi besar-besaran klub milik pengusaha Indonesia tersebut.

Kebebasan inilah yang bikin Fabregas ogah pindah ke lain hati meski banyak tawaran mumpuni berdatangan.

Menurutnya, jarang banget ada pelatih yang dikasih kewenangan buat ngurusin hal-hal detail di luar taktik, seperti pembangunan infrastruktur dan fasilitas klub.

Di Como, Fabregas ngerasa visi sepak bolanya bisa terealisasi secara utuh tanpa ada intervensi yang ngeganggu proses kreatifnya sebagai manajer modern.

Berguru pada Arsene Wenger dan Transformasi Fasilitas Mewah

Salah satu hal yang paling mencuri perhatian adalah keterlibatan langsung Fabregas dalam merancang pusat kebugaran atau gym di tempat latihan Como.

Nggak main-main, ia bekerja sama bareng arsitek buat memastikan desain bangunannya sesuai standar tinggi yang ia inginkan.

Menariknya, Fabregas mengaku terinspirasi dari mantan pelatihnya di Arsenal dulu, yakni Arsene Wenger, dalam menentukan tata letak fasilitas tersebut.

Fabregas sengaja memasang dinding kaca besar di gym yang menghadap langsung ke lapangan latihan.

Filosofinya simpel tapi bermakna dalam: ia ingin para pemain yang lagi cedera tetap bisa ngelihat rekan setimnya beraksi biar nggak ngerasa terisolasi.

Selain itu, ia juga merombak total bangunan tua di area latihan dan memastikan standar asupan makanan pemain berada di level tertinggi demi menunjang performa di lapangan.

Lebarkan Lapangan Demi Filosofi Menyerang dan Dominasi Bola

Nggak cuma urusan fisik bangunan, Fabregas juga punya otoritas penuh buat nentuin dimensi lapangan di stadion milik Como.

Ia memutuskan buat memperlebar ukuran lapangan agar mendukung gaya main timnya yang mengandalkan penguasaan bola alias possession football.

Meski sempat dapet tentangan dari gaya konservatif di Italia yang lebih milih lapangan sempit buat bertahan, Fabregas tetap teguh pada pendiriannya.

Bagi Fabregas, lapangan yang lebar adalah syarat mutlak kalau ingin tampil mendominasi dan menghibur penonton.

Keputusan berani ini diambil karena ia ingin Como punya identitas bermain yang jelas dan berani menyerang siapapun lawannya.

Dukungan penuh dari Keluarga Hartono sebagai pemilik miliarder jadi kunci utama kenapa setiap kebijakan radikal Fabregas bisa berjalan mulus tanpa hambatan birokrasi yang ribet.

Dari Minus Sepuluh Menuju Panggung Elit Sepak Bola Eropa

Fabregas ngerasa perjalanan Como saat ini melesat jauh lebih cepat dari rencana awal. Ia menggambarkan kondisi awal klub bukan dimulai dari lantai dasar, melainkan dari posisi “minus sepuluh”.

Sekarang, berkat kebijakan transfer berbasis data dan scouting yang ia setujui sendiri, Como perlahan bertransformasi jadi kekuatan yang mulai disegani di kancah Eropa dan mampu bersaing di papan atas.

Menjalani peran sebagai manajer sekaligus pengambil keputusan di berbagai lini klub diakui Fabregas seperti sedang berada di “universitas”.

Setiap hari ia belajar banyak hal baru yang mempercepat perkembangan karier kepelatihannya.

Dengan visi jangka panjang yang solid, Fabregas yakin Como bakal terus berkembang dari klub kecil yang bukan apa-apa menjadi salah satu kontestan elit di kompetisi benua biru.

Statement:

Cesc Fabregas (Pelatih Como)

“Saya sangat beruntung memiliki presiden yang sangat mempercayai saya. Di sini, saya tidak hanya melatih, tapi juga membuat keputusan penting di seluruh bagian klub, mulai dari desain gym hingga dimensi lapangan, yang membuat saya belajar jauh lebih cepat dalam karier kepelatihan ini.”

3 Poin Penting:

  1. Otoritas Penuh: Fabregas memiliki kendali total di Como, mulai dari urusan taktik, kebijakan transfer pemain, hingga pembangunan infrastruktur klub.

  2. Inspirasi Wenger: Desain fasilitas latihan Como dirancang langsung oleh Fabregas dengan menyontek filosofi Arsene Wenger agar pemain tetap terkoneksi dengan lapangan.

  3. Visi Menyerang: Fabregas sengaja memperlebar ukuran lapangan stadion demi mendukung filosofi permainan dominasi bola dan menyerang khas sepak bola modern.

[gas/man]

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan