Sebuah kendaraan taktis (Rantis) Brimob diduga berjenis Rimueng menjadi sorotan setelah video insiden yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, beredar luas.
Dalam video tersebut, rantis berwarna gelap itu melaju kencang di tengah kerumunan massa yang berunjuk rasa, menabrak dan melindas korban.
Rantis Rimueng, yang memiliki bodi lapis baja dan kaca anti peluru, diketahui mampu mengangkut 4 orang di dalam dan 8 orang di bagian luar.
Kendaraan ini dirancang untuk berbagai tugas, termasuk patroli jarak jauh, penanganan unjuk rasa, hingga pertempuran konvensional.
Rantis ini juga dilengkapi dengan dua penembak gas air mata yang bisa menembakkan 15 peluru secara otomatis.
Berbanderol Fantastis
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), pengadaan rantis untuk Polri menelan anggaran yang fantastis.
Pada tahun anggaran 2024, tercatat tender pengadaan Rantis Penghalau Massa dengan nilai pagu sekitar Rp199,7 miliar.
Tak hanya itu, Polri juga mencatat pengadaan kendaraan taktis Brimob untuk Polda Metro Jaya dengan nilai kontrak sekitar Rp29,23 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Statement:
Humas Korps Brimob
“Rantis patroli jarak jauh dengan kemampuan dan durabilitas dan tersertifikasi untuk pengamanan dan penyelamatan, penanganan unjuk rasa, pengamanan VIP dan sebagai kendaraan taktis pertempuran konvensional.”

![Wuling Starlight 560 [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/wuling-starlight-560-1753072379444-300x200.webp)

![Hyundai Santa Fe XRT [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/5qhnSdJMdA.jpeg-300x169.webp)