Search

Rating Asing Akui Ekonomi RI Juara, Siap-Siap Dana Asing Bakal Mengalir Deras ke Pasar Saham

Rabu, 15 Juli 2026

Ekonomi digital RI [dok. web]
Ekonomi digital RI [dok. web]

Kabar gembira buat kamu para pelaku pasar saham di Tanah Air! Pelan tapi pasti, lembaga pemeringkat atau rating asing mulai mengakui betapa tangguhnya fundamental perekonomian Indonesia saat ini.

Perkembangan positif ini jelas menjadi angin segar yang diproyeksikan bakal membuat aliran dana asing masuk secara deras ke pasar modal dalam negeri dalam waktu dekat.

Tidak main-main, lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s Global Ratings (S&P) resmi mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB untuk jangka panjang, serta A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil.

Pengakuan ini membuktikan bahwa di tengah gempuran ketidakpastian global, posisi ekonomi Indonesia dinilai sangat aman dan berada pada jalur yang tepat.

S&P Afirmasi Peringkat Kredit RI di Tengah Tekanan Global

Langkah S&P mempertahankan peringkat Indonesia di level investment grade ini menjadi bukti nyata bahwa arah kebijakan ekonomi nasional terjaga sangat kredibel.

Hal ini menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh berdiri meskipun harus menghadapi tekanan eksternal yang cukup berat, mulai dari tingginya suku bunga global, volatilitas pasar keuangan, ketegangan geopolitik, hingga fluktuasi harga energi dan komoditas.

Atas pencapaian tersebut, pemerintah berkomitmen untuk tidak terlena dan akan terus melanjutkan berbagai upaya strategis demi menjaga stabilitas makroekonomi secara berkelanjutan.

Langkah konkret yang akan diambil di antaranya adalah dengan terus menjaga disiplin fiskal yang ketat, memperkuat basis penerimaan negara, serta meningkatkan kualitas belanja belanja negara.

Prospek Pertumbuhan Ekonomi Kuat dan Pendapatan Per Kapita Melonjak

S&P menilai Indonesia memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang sangat menjanjikan ke depan, yang didukung oleh kebijakan makroekonomi yang prudent (bijaksana), stabilitas politik, serta beban utang pemerintah yang relatif rendah jika dibandingkan dengan negara lain di kelasnya.

Lembaga pemeringkat tersebut memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap berada di kisaran 5 persen dalam 2-3 tahun mendatang, dengan perkiraan pertumbuhan khusus tahun ini mencapai 5,1 persen.

Proyeksi optimis ini sejalan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026 yang berhasil menyentuh angka 5,6%.

Lebih kerennya lagi, pendapatan per kapita masyarakat Indonesia juga diperkirakan akan melonjak hingga mencapai angka USD5.200 pada tahun ini, sebuah indikasi kuat bahwa kesejahteraan ekonomi nasional terus bergerak naik.

APBN Sehat dengan Kenaikan Penerimaan Negara yang Signifikan

Salah satu poin penting yang mendapat apresiasi dan penilaian positif dari S&P adalah komitmen kuat pemerintah dalam menjaga defisit APBN agar tetap berada di bawah batas aman 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Komitmen yang dijalankan sesuai amanat undang-undang ini dipandang sebagai policy anchor utama yang memperkuat kredibilitas kebijakan fiskal Indonesia di mata dunia.

Kredibilitas fiskal tersebut makin terbukti nyata setelah S&P mencatat adanya kenaikan penerimaan negara sekitar 21 persen pada paruh pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lompatan besar ini sukses diraih berkat adanya penguatan administrasi perpajakan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta optimalisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP), terutama dari sektor sumber daya alam.

Statement:

Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Republik Indonesia

“Keputusan S&P mempertahankan peringkat Indonesia di level investment grade dengan outlook stabil menunjukkan bahwa arah kebijakan ekonomi nasional terjaga kredibel. Pemerintah akan terus menjaga disiplin fiskal, memperkuat basis penerimaan negara, meningkatkan kualitas belanja, serta memastikan pembiayaan dikelola secara prudent, efisien, dan berkelanjutan.”

3 Poin Penting:

  • Peringkat Kredit Dipertahankan: S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB (jangka panjang) dan A-2 (jangka pendek) dengan outlook stabil, menegaskan status ekonomi Indonesia yang berada di level investment grade.

  • Prospek Pertumbuhan dan Pendapatan Naik: Pertumbuhan ekonomi RI tahun ini diproyeksikan mencapai 5,1 persen dengan pertumbuhan triwulan I-2026 sebesar 5,6 persen, sementara pendapatan per kapita diperkirakan melonjak hingga US$5.200.

  • Penerimaan Negara Tumbuh Pesat: Berkat reformasi administrasi perpajakan dan PNBP, penerimaan negara pada paruh pertama 2026 berhasil meningkat sebesar 21 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan