Search
Search
Search

Ratusan Petani Tebu APTRI Gelar Aksi Damai Humanis di Kawasan Monas

Rabu, 2 September 2026

Demo petani tebu (ist)

Gelombang penyampaian aspirasi dari para pejuang pangan tanah air kembali mewarnai wilayah ibu kota.

Ratusan petani tebu yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) menggelar aksi penyampaian pendapat secara tertib di kawasan Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat.

Aksi damai yang berlangsung sejak pagi hari tersebut menjadi wadah bagi para petani untuk menyuarakan keberlanjutan sektor pergulaan nasional.

Sekitar 500 peserta aksi mulai berkumpul di area Parkir IRTI Monas sebelum akhirnya bergerak bersama menuju titik aksi di Silang Selatan Monas pada pukul 09.17 WIB.

Sembari membawa poster, spanduk, bendera organisasi, hingga beberapa batang tebu segar, para petani menyampaikan berbagai tuntutan terkait kondisi perekonomian dan kebijakan pergaraman serta pergulaan nasional secara bergantian dan kondusif.

Tuntut Kenaikan HPP Gula dan Penghentian Impor Demi Kesejahteraan Petani

Dalam penyampaian aspirasinya, DPN APTRI menyoroti sejumlah poin krusial yang dinilai sangat menentukan nasib kesejahteraan para petani tebu lokal di kancah nasional.

Salah satu tuntutan utamanya adalah mendesak pemerintah agar menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gula petani menjadi Rp16.875 per kilogram.

Nilai tersebut dinilai lebih realistis untuk menutup tingginya biaya produksi dan perawatan tanaman tebu saat ini.

Selain masalah HPP, massa petani tebu juga menuntut penghapusan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) gula di pasaran serta menetapkan standar rendemen tebu minimal 8%.

Para peserta aksi turut meminta pemerintah untuk tegas menghentikan impor gula konsumsi yang selama ini dinilai merusak harga pasar domestik dan merugikan hasil panen para petani lokal.

Pengamanan Humanis 524 Personel dan Pembagian Logistik Oleh Polwan

Guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan penyampaian pendapat berjalan aman dan lancar, pihak kepolisian menyiagakan sebanyak 524 personel gabungan di sekitar kawasan Monas.

Pengamanan yang dipimpin oleh Kapolsek Metro Gambir AKBP Agus Ady Wijaya tersebut mengedepankan pendekatan persuasif agar aktivitas masyarakat di sekitar lokasi tetap berjalan nyaman tanpa hambatan berarti.

Pemandangan menarik dan humanis turut terlihat di tengah-tengah massa## Petani Tebu Gelar Aksi Damai di Monas, Polisi Siapkan Pengamanan Super Humanis

Kawasan Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat, mendadak dipenuhi riuh suara aspirasi pada Selasa (1/9/2026) pagi.

Ratusan massa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) berkumpul untuk menyuarakan jeritan hati mereka terkait kebijakan sektor pergulaan nasional.

Sejak pukul 09.17 WIB, setelah sempat berkumpul di area Parkir IRTI Monas, sekitar 500 peserta aksi mulai bergerak menyampaikan pendapat secara tertib.

Berbagai atribut seperti poster, spanduk, bendera organisasi, hingga beberapa batang tebu dibawakan oleh para petani sebagai simbol perjuangan mereka agar pemerintah mendengar tuntutan yang disuarakan.

Tuntutan Kenaikan HPP dan Pengamanan Jalannya Aspirasi

Para petani tebu membawa sejumlah poin krusial yang dinilai sangat menentukan nasib kesejahteraan mereka ke depan.

Massa mendesak agar Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gula petani bisa dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram, penghapusan Harga Eceran Tertinggi (HET) gula, penetapan rendemen tebu minimal 8%, serta penghentian impor gula konsumsi yang dinilai menekan harga lokal.

Guna memastikan penyampaian aspirasi berjalan lancar, pihak kepolisian menyiagakan sebanyak 524 personel di sekitar kawasan.

Pengamanan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Metro Gambir AKBP Agus Ady Wijaya ini ditempatkan secara proporsional di berbagai titik agar aktivitas warga sekitar Jakarta Pusat tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti.

Sentuhan Humanis Polisi Lewat Pembagian Logistik

Menariknya, aksi kali ini diwarnai oleh pendekatan pelayanan yang sangat sejuk dan bersahabat dari jajaran kepolisian.

Personel Polwan dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat tampak membagikan roti serta air mineral secara langsung kepada para petani yang sedang menyuarakan aspirasinya di tengah terik matahari.

Langkah persuasif ini dihadirkan untuk menciptakan ketenangan dan kenyamanan bagi seluruh pihak yang berada di lokasi.

Sikap suportif pengayom masyarakat tersebut membuktikan bahwa ruang penyampaian pendapat di muka umum bisa tetap berjalan selaras dengan menjaga suasana aman dan tertib di ruang publik.

Komitmen Menjaga Kedamaian hingga Akhir Kegiatan

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto turut mengimbau agar seluruh massa aksi tetap mempertahankan suasana kondusif hingga rangkaian kegiatan selesai.

Pengaturan lalu lintas di sekitar area Monas pun diterapkan secara situasional oleh petugas agar mobilitas masyarakat pengguna jalan lainnya tidak terhambat.

Hingga aksi berakhir, situasi di kawasan Silang Selatan Monas terpantau sangat aman dan terkendali.

Langkah kooperatif antara peserta aksi dari DPN APTRI dan aparat kepolisian menjadi bukti nyata bahwa penyampaian aspirasi dapat dilakukan secara mulus tanpa mengorbankan ketertiban umum.

Statement:

Kombes Reynold EP Hutagalung, Kapolres Metro Jakarta Pusat

“Personel kami gelar untuk memberikan pelayanan kepada peserta yang menyampaikan aspirasi sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.”

“Seluruh personel kami minta mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Polri hadir tidak hanya untuk mengamankan kegiatan, tetapi juga memberikan pelayanan dan kepedulian kepada masyarakat. Kami ingin memastikan peserta aksi dapat menyampaikan aspirasi dengan aman, nyaman, dan tertib.”

Kombes Budi Hermanto, Kabidhumas Polda Metro Jaya

“Silakan menyampaikan aspirasi dengan tertib dan damai. Kami mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga keamanan, menghormati pengguna jalan serta masyarakat lainnya, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.”

3 Poin Penting:

  • Tuntutan Petani Tebu: DPN APTRI mendesak kenaikan HPP gula petani menjadi Rp 16.875/kg, penghapusan HET gula, penetapan rendemen tebu minimal 8%, dan penghentian impor gula konsumsi.

  • Pengamanan Humanis: Sebanyak 524 personel kepolisian dikerahkan dengan pendekatan persuasif, termasuk aksi Polwan membagikan makanan dan air mineral kepada massa aksi.

  • Situasi Kondusif: Aksi yang diikuti sekitar 500 peserta di Silang Selatan Monas berlangsung tertib, aman, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat umum.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan