Search

Rekor Approval Rating Gila-Gilaan: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tembus 95,5% tapi Emosi Malah Merendah

Sabtu, 21 Februari 2026

KDM (kompas.com)

Jawa Barat lagi geger dengan rilis survei terbaru yang menunjukkan angka kepuasan publik super tinggi buat sang Gubernur, Dedi Mulyadi. Berdasarkan laporan Indikator Politik Indonesia periode 30 Januari hingga 8 Februari 2026, tingkat approval rating Kang Dedi mencapai angka fantastis, yakni 95,5%.

Angka ini naik tipis dari survei Mei 2025 yang berada di angka 94,4 persen, sebuah prestasi yang bikin banyak pengamat politik geleng-geleng kepala karena jarang banget ada kepala daerah punya angka setinggi ini.

Menariknya, bukannya jemawa atau pamer prestasi, Dedi Mulyadi justru memberikan respons yang sangat humble dan tak terduga.

Menurut pria yang identik dengan gaya merakyatnya ini, angka tersebut bukan indikator keberhasilan kinerjanya sebagai gubernur selama setahun terakhir.

Ia justru merasa angka itu adalah simbol “cinta buta” atau kesetiaan warga Jawa Barat terhadap sosoknya secara personal, bukan murni karena kepuasan terhadap birokrasi yang ia jalankan.

Fenomena Langka dan Dominasi Suara Anak Muda Gen Z

Founder Indikator Politik Indonesia, Prof. Burhanuddin Muhtadi, menyebut hasil ini sebagai fenomena langka dalam sejarah survei kepemimpinan daerah di Indonesia.

Menurutnya, mendapatkan angka di atas 90% itu ibarat misi mustahil karena biasanya angka kepuasan kepala daerah seringkali berada di bawah 50 persen.

Bahkan, menariknya lagi, hampir tidak ada responden yang menyatakan “tidak puas sama sekali,” dengan hanya 4 persen saja yang merasa “kurang puas.”

Jika dibedah secara demografis, ternyata kekuatan utama dukungan Kang Dedi datang dari kalangan anak muda alias Gen Z yang angkanya mencapai 98,1%. Selain itu, lulusan SLTA juga memberikan skor kepuasan yang sangat solid di angka 98,7%.

Hal ini menunjukkan bahwa gaya komunikasi dan kebijakan Dedi Mulyadi sangat relate dengan frekuensi anak muda zaman sekarang yang menginginkan pemimpin autentik dan apa adanya.

Gap Jauh dengan Sang Wakil Jadi Sorotan Publik

Namun, di balik kegemilangan angka tersebut, terselip fakta yang cukup mencolok terkait sang Wakil Gubernur, Erwan Setiawan. Survei yang sama menunjukkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap Erwan hanya berada di angka 55%.

Selisih atau gap sebesar 40% ini dinilai sangat jauh dan menjadi bahan evaluasi serius bagi harmonisasi kepemimpinan di Jawa Barat ke depannya agar tidak terjadi ketimpangan popularitas yang terlalu lebar.

Burhanuddin Muhtadi menilai perbedaan angka yang cukup jomplang ini menjadi masukan berharga bagi keduanya.

Masyarakat sepertinya lebih melihat sosok Gubernur sebagai pusat pergerakan, sementara peran Wakil Gubernur belum teramplifikasi dengan maksimal di mata publik.

Hal ini tentu menjadi tantangan bagi Kang Erwan untuk lebih menunjukkan taringnya dalam mendampingi Kang Dedi memimpin provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia ini.

Statement:

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat

“95,5% itu mengangkat kecintaan warga Jabar pada saya, bukan angka keberhasilan. Saya merasa belum berhasil dalam satu tahun ini. Angka itu adalah bentuk kesetiaan warga dalam mengawal kepemimpinan saya, bukan cerminan hasil kinerja saya.”

3 Poin Penting:

  • Approval Rating Tertinggi: Dedi Mulyadi mencetak rekor kepuasan publik sebesar 95,5 persen, sebuah angka langka yang didominasi oleh dukungan Gen Z mencapai 98,1 persen.

  • Respons Rendah Hati: Sang Gubernur menganggap hasil survei tersebut sebagai bentuk rasa cinta warga, bukan ukuran keberhasilan kerja nyata dalam setahun kepemimpinan.

  • Ketimpangan Popularitas: Terdapat selisih kepuasan yang sangat besar mencapai 40 persen antara Gubernur Dedi Mulyadi dan Wakil Gubernur Erwan Setiawan.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan