Pembalap andalan Aprilia, Marco Bezzecchi, akhirnya harus merelakan dominasi absolutnya terhenti pada gelaran MotoGP Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez, akhir pekan lalu.
Setelah tampil perkasa tanpa celah sejak awal musim, rekor kemenangan beruntun Bezzecchi dipatahkan oleh pembalap Gresini Racing, Alex Marquez.
Meskipun hasil ini mengejutkan banyak pihak, Bezzecchi justru menanggapinya dengan santai dan tetap percaya diri dengan performa motornya.
Sebelum balapan di Jerez, Bezzecchi memang tengah berada di puncak performa dengan mengantongi tiga kemenangan beruntun dalam tiga seri pembuka musim 2026.
Dominasi ini sebenarnya sudah dimulai sejak akhir musim 2025, di mana ia menyapu bersih podium pertama di Portugal dan Valencia.
Namun, statistik unik Alex Marquez sebagai “sang pemutus rekor” kembali terbukti di lintasan Spanyol, membuat persaingan perebutan gelar juara dunia musim ini semakin memanas.
Tekanan Tetap Sama Meski Dominasi Berakhir
Menanggapi kekalahannya dari Alex Marquez, Marco Bezzecchi menegaskan bahwa dirinya tidak merasakan beban tambahan.
Baginya, tekanan di lintasan MotoGP adalah hal yang konstan, tidak peduli apakah seorang pembalap sedang berada di posisi start pertama atau terakhir.
Kekalahan di Jerez tidak lantas membuat mentalnya jatuh, melainkan menjadi pengingat bahwa kompetisi di kasta tertinggi balap motor dunia ini selalu penuh dengan kejutan tak terduga.
Bezzecchi mengungkapkan bahwa sensasi yang ia rasakan saat berada di grid pada hari Minggu selalu sama sejak ia memulai karier di balapan mini bike hingga sekarang.
Meskipun ia lebih suka jika terus-menerus ditanya soal kemenangan ke-20 secara beruntun, ia sadar bahwa dalam dunia balap profesional, tidak ada dominasi yang abadi.
Baginya, yang paling penting adalah bagaimana menjaga konsistensi agar tetap berada di jajaran depan pada seri-seri berikutnya.
Tetap Bersyukur Meski Finis di Podium Kedua
Pembalap asal Italia ini memilih untuk bersikap realistis melihat rentetan kemenangannya yang harus terputus. Bezzecchi mengaku sangat mensyukuri hasil podium kedua yang diraihnya di MotoGP Spanyol.
Menurutnya, mengakhiri rekor kemenangan dengan tetap berdiri di atas podium adalah hasil yang cukup baik.
Ia menyadari bahwa momen memimpin setiap putaran dalam tiga balapan awal adalah hal yang luar biasa, namun wajar jika pada titik tertentu tren tersebut akan menemui akhirnya.
Strategi Bezzecchi kini beralih pada upaya mempertahankan level performa agar tetap kompetitif di balapan-balapan mendatang.
Dengan statusnya sebagai pemimpin klasemen sementara, ia tetap menjadi target utama bagi para pembalap Ducati dan tim lainnya.
Bezzecchi berharap Aprilia bisa terus memberikan dukungan teknis yang maksimal agar dirinya bisa kembali meraih podium tertinggi dan memperlebar jarak poin dari para pesaing terdekatnya.
Optimisme Menatap Seri Berikutnya di Kalender MotoGP 2026
Meski Alex Marquez berhasil mencuri perhatian di Jerez, Bezzecchi tetap menjadi sosok yang paling diperhitungkan musim ini.
Keberhasilannya mematahkan dominasi Marc Marquez tahun lalu menjadi bukti bahwa ia memiliki mental juara yang kuat.
Persaingan antara Aprilia dan Gresini Racing diprediksi akan semakin sengit, terutama setelah Alex Marquez menunjukkan bahwa Ducati masih memiliki taji untuk menjegal laju motor-motor pabrikan Italia lainnya di lintasan teknis seperti Jerez.
Para penggemar MotoGP kini menantikan apakah Bezzecchi bisa segera bangkit dan memulai tren kemenangan baru di seri selanjutnya.
Dengan sikapnya yang tenang dan jauh dari kesan tertekan, Bezzecchi menunjukkan kematangan sebagai pembalap utama tim Aprilia.
Fokusnya saat ini adalah mengevaluasi hasil balapan di Spanyol dan memastikan bahwa performa motor RS-GP miliknya tetap berada di jalur yang benar untuk mengamankan gelar juara dunia di akhir musim nanti.
Statement:
Marco Bezzecchi (Rider Moto GP)
“Tidak, tekanannya tetap sama. Maksud saya, ketika Anda berada di grid pada hari Minggu, Anda merasakan banyak tekanan, bahkan ketika Anda memulai dari posisi terakhir. Sensasi yang Anda rasakan di dalam tubuh Anda selalu sama dari balapan mini bike pertama hingga balapan MotoGP terakhir. Wajar jika pada suatu titik dominasi ini akan berakhir, dan untungnya kami mengakhirinya dengan hasil podium yang bagus.”
3 Poin Penting:
-
Alex Marquez dari Gresini Racing resmi mematahkan rekor lima kemenangan beruntun Marco Bezzecchi di MotoGP Spanyol 2026.
-
Marco Bezzecchi mengaku tidak merasa tertekan dengan berakhirnya dominasi tersebut karena tekanan balapan selalu dirasakan sama di setiap seri.
-
Bezzecchi tetap optimis menatap sisa musim 2026 dan bersyukur masih bisa meraih podium kedua meski gagal menjadi pemenang di Jerez.
[gas/man]


