Search

Sangkulirang-Mangkalihat: Dari Hutan Batu Menjadi Geopark Global UNESCO Kebanggaan Kalimantan Timur

Kamis, 2 Oktober 2025

Karst Sangkulirang-Mangkalihat (istimewa)

Kalimantan Timur kini memiliki warisan alam dan budaya yang diakui secara nasional. Wilayah karst seluas 1,8 juta hektare yang membentang di Kabupaten Berau dan Kutai Timur, bernama Sangkulirang-Mangkalihat, resmi ditetapkan sebagai geopark pertama di provinsi tersebut.

Penetapan ini, yang tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada tahun 2024, adalah puncak dari perjuangan panjang untuk melindungi ekosistem karst terbesar di Kalimantan Timur.

Lain itu, penetapan ini meliputi 26 area dengan total luas 1,86 juta hektare yang diakui sebagai situs warisan geologi (geosite), mencakup 15 titik di Berau dan 11 titik di Kutai Timur.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, merayakan momen ini di Balai Adat Kampung Merabu, permukiman masyarakat Dayak Lebo.

Ia menekankan bahwa pelestarian harus berujung pada peningkatan taraf hidup masyarakat lokal.

Harapan Ekowisata dari Kampung Merabu

Kampung Merabu, yang menjadi lokasi deklarasi, menyimpan dua permata geologi: Gua Beloyot dan Kerucut Karst Merabu.

Kepala Kampung Merabu, Asrani, menyatakan bahwa deklarasi ini adalah sejarah baru bagi kampungnya. Kehadiran pimpinan provinsi adalah langkah maju yang sangat dinantikan setelah proses pengusulan yang memakan waktu lama.

Asrani berharap, penetapan geopark ini dapat memajukan kampungnya melalui ekowisata.

Sejatinya, Merabu memiliki potensi luar biasa, mulai dari hutan desa seluas 8.245 hektare dengan ratusan gua, hingga kekayaan budaya Dayak Lebo, serta destinasi seperti Danau Nyadeng dan Puncak Ketepu—yang menawarkan lanskap gugusan kerucut karst yang memukau.

Ia menyuarakan optimisme masyarakat adat yang ingin menjadi pelaku utama dalam pengembangan pariwisata berbasis alam.

Perjuangan Enam Tahun dan Target UNESCO

Pengusulan Karst Sangkulirang-Mangkalihat sebagai geopark telah dimulai sejak tahun 2019.

Niel Makinuddin, Manajer Senior Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), yang terlibat dalam proses tersebut, menjelaskan bahwa upaya ini melibatkan inventarisasi keragaman geologi dan berbagai kegiatan selama bertahun-tahun hingga akhirnya mencapai penetapan geosite oleh Menteri ESDM.

Menurut Niel, penetapan status Taman Bumi (Geopark Nasional) memberikan implikasi luas yang bersifat humanis dan berkelanjutan.

Dampaknya mencakup pengakuan atas budaya lokal, penyelamatan kawasan karst, pengembangan destinasi wisata, hingga menjadi pusat penelitian. Ini menunjukkan bahwa geopark adalah solusi holistik untuk pembangunan berkelanjutan.

Janji Kesejahteraan dan Peluang Global

Langkah selanjutnya setelah penetapan Geopark Nasional adalah memenuhi standar internasional.

Gubernur Rudy Mas’ud menekankan pentingnya persiapan agar pengusulan geopark skala global dapat dipenuhi, di mana para pihak di Berau dan Kutai Timur harus memiliki pemahaman dan kepedulian bersama.

Pengakuan UNESCO akan membawa Sangkulirang-Mangkalihat sejajar dengan 12 kawasan lain di Indonesia yang telah diakui, menjanjikan kesejahteraan yang lebih besar bagi warga lokal melalui pariwisata berkelanjutan dan pengakuan atas warisan alam dan budaya mereka.

Statement:

Rudy Mas’ud, Gubernur Kalimantan Timur 

“Geopark ini adalah potensi wisata kebanggaan Kalimantan Timur dan juga Indonesia, wajib dijaga bersama kelestarian alam sehingga bisa memberikan kesejahteraan ke warganya,” kata Rudy,

Asrani, Kepala Kampung Merabu

“Ini sejarah… Adanya deklarasi ini, kampung kami berharap dapat dukungan untuk taman bumi. Kami berharap penetapan geopark tersebut dapat memajukan kampungnya melalui ekowisata,” kata

Niel Makinuddin, Manajer Senior Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN)

“Bappenas menyebut, penetapan status Taman Bumi setidaknya menjawab atau menyelesaikan 11 hingga 14 goals dari 17 goals Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” jelas Niel,

“Nanti setelah menjadi Taman Bumi Nasional dan memenuhi standar internasional, kita dapat mengusulkan kawasan ini menjadi UNESCO Global Geopark.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan