Selain Dibanjiri Kritik Soal Visual, Anggaran Film Animasi ‘Merah Putih: One For All’ Juga Dipertanyakan

Senin, 11 Agustus 2025

Film animasi Merah Putih (SS Youtube)

Film animasi “Merah Putih: One For All” garapan Perfiki Kreasindo mendadak viral dan menuai kritik tajam dari warganet. Kritik ini muncul setelah terungkapnya informasi mengenai biaya produksi yang mencapai Rp6,7 miliar dengan waktu pengerjaan yang sangat singkat, yakni kurang dari satu bulan.

Warganet menyoroti penggunaan aset-aset siap pakai yang dibeli dari toko digital seperti Daz3D untuk latar jalanan dan karakter.

Hal ini membuat film tersebut minim nuansa lokal dan dinilai memiliki selera artistik yang rendah. Biaya miliaran rupiah yang diklaim pun dipertanyakan, mengingat harga aset-aset tersebut yang relatif murah.

Warganet membandingkan biaya produksi film ini dengan anime berkualitas tinggi seperti One Piece atau Demon Slayer, yang biaya produksinya per episode hanya sekitar Rp1,8 miliar.

Produser Tanggapi Kritik

Menanggapi kritik yang datang, produser film, Toto Soegriwo, justru memberikan respons bernada sindiran melalui media sosial, yang semakin memicu perdebatan.

Film “Merah Putih: One For All,” yang disutradarai oleh Endiarto dan Bintang, dijadwalkan tayang di bioskop pada 14 Agustus 2025.

Film ini diklaim sebagai animasi bertema kebangsaan pertama dan menceritakan sekelompok anak-anak yang berjuang menyelamatkan bendera pusaka yang hilang menjelang Hari Kemerdekaan.

Statement:

Produser film, Toto Soegriwo

“Senyumin aja. Komentator lebih pandai dari pemain. Banyak yang mengambil manfaat juga kan? Postingan kalian jadi viral kan?”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir