Search

Sering Dikira Kecoak Tanah, Serangga Orong-orong Ternyata Suka Gabut Masuk Rumah Pas Hujan

Senin, 6 Juli 2026

Orong-orong (ist)

Kamu pernah gak lagi santai di ruang tamu, tiba-tiba melihat serangga unik mirip jangkrik tapi punya cakar besar merayap di lantai? Buat kamu yang tinggal di dekat area pekarangan atau lahan basah, hewan bernama orong-orong ini pasti sudah gak asing lagi.

Meskipun habitat aslinya berada di dalam tanah, hewan yang sering disebut janjing tanah atau jangkrik tanah ini tak jarang nekat masuk ke dalam rumah warga.

Secara ilmiah, serangga yang masuk dalam famili Gryllotalpidae ini memiliki bentuk tubuh silindris memanjang seperti tabung dengan kepala runcing dan dilapisi bulu-bulu halus.

Di berbagai daerah pedesaan, eksistensi satwa kecil ini kerap dicap sebagai hama tanaman yang cukup menyebalkan.

Pasalnya, menu makanan utama mereka adalah akar-akaran, rerumputan, hingga pucuk sayuran hijau yang ditanam oleh para petani.

Alasan Logis Mengapa Jangkrik Tanah Suka Menginvasi Area Kamar

Sebagai hewan yang menghabiskan waktu dengan menggali tanah hingga kedalaman 15-20 sentimeter, kemunculan orong-orong di lantai rumah tentu memicu tanda tanya.

Usut punya usut, berdasarkan riset dari University of Florida, serangga bawah tanah ini ternyata memiliki sayap fungsional yang membuat mereka bisa terbang bebas pada malam hari.

Mereka biasanya banyak berkolaborasi di ladang rumput, halaman rumah, hingga area lapangan golf yang luas.

Alasan utama mengapa mereka mendadak bertamu ke dalam rumah adalah faktor cuaca, terutama ketika habitat bawah tanah mereka mulai tergenang air akibat hujan deras.

Untuk menghindari tenggelam, mereka akan keluar ke permukaan demi mencari area tanah kering dan perlindungan yang aman.

Faktor penarik lainnya adalah pancaran cahaya lampu rumah yang terang benderang di malam hari, yang sangat memikat insting navigasi serangga malam ini.

Fakta Keamanan bagi Manusia dan Strategi Penanganan Alami

Meskipun penampilannya tampak sedikit mengintimidasi dengan cakar depannya yang kekar, kamu tidak perlu panik secara berlebihan. Orong-orong dikonfirmasi sama sekali tidak memiliki sengat beracun yang berbahaya bagi keselamatan organ tubuh manusia.

Namun, para ahli tetap menyarankan agar kamu tidak memegang serangga ini secara langsung dengan tangan kosong karena mereka memiliki refleks menggigit yang cukup kuat saat merasa terancam.

Bagi para penggiat agrikultur, kemampuan reproduksi anjing tanah yang bisa bertelur hingga puluhan butir di bawah tanah memang menjadi tantangan tersendiri.

Guna menekan populasi hama ini tanpa merusak lingkungan, petani modern biasanya menerapkan metode pengendalian alami dengan menanam jenis rumput khusus yang memiliki toleransi tinggi.

Di samping itu, ekosistem alam juga sudah menyiapkan predator alami seperti kawanan burung, tikus, hingga ayam peliharaan untuk mengontrol jumlah mereka.

Mengenal Ragam Spesies dari Jangkrik Cokelat hingga Varian Bersayap Pendek

Dunia entomologi mencatat ada beberapa varian jenis orong-orong yang memiliki karakteristik unik tersendiri di berbagai belahan dunia.

Salah satunya adalah jangkrik tanah cokelat (Neoscapteriscus vicinus) yang menjadi momok utama pemilik hunian karena hobi merusak akar rumput dan membuat terowongan bawah tanah.

Ada pula jangkrik tanah selatan (Neoscapteriscus borellii) yang meski tidak memakan rumput, terowongannya tetap berpotensi merusak estetika struktur halaman rumah.

Jenis terakhir yang tidak kalah unik adalah jangkrik tanah bersayap pendek (Neoscapteriscus abbreviatus) yang memiliki keterbatasan tidak bisa terbang akibat ukuran sayapnya yang mini.

Varian ini mudah dikenali lewat corak tubuhnya yang berwarna cokelat muda cenderung keputihan lengkap dengan bintik-bintik gelap di punggungnya.

Mengenal jenis-jenis ini membuat kita makin paham bahwa setiap serangga memiliki peran unik dalam menjaga dinamika tanah.

3 Poin Penting:

  • Pemicu Masuk Rumah: Orong-orong masuk ke dalam rumah karena habitat bawah tanah mereka kebanjiran saat hujan, serta tertarik pada kilatan cahaya lampu di malam hari.

  • Tidak Berbahaya Tapi Menggigit: Serangga ini tidak memiliki bisa atau sengat yang membahayakan manusia, namun mereka bisa menggigit jika dipegang secara langsung.

  • Karakteristik Spesies: Terdapat berbagai jenis jangkrik tanah, mulai dari tipe perusak akar rumput seperti jangkrik cokelat hingga spesies yang tidak bisa terbang karena bersayap pendek.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan