Search

Si Raksasa Kembali! Bunga Bangkai Amorphophallus Titanum Mekar Cantik di Kebun Raya Bogor

Senin, 9 Februari 2026

Bunga bangkai mekar sempurna di KRB (JPNN)

Warga Bogor dan sekitarnya baru saja disuguhi pemandangan langka yang bikin takjub sekaligus “beraroma” unik. Bunga Amorphophallus titanum atau yang lebih akrab disapa bunga bangkai kembali menunjukkan pesonanya dengan mekar sempurna di Kebun Raya Bogor (KRB) pada Sabtu (4/1/2026).

Momen ini menjadi sangat istimewa karena merupakan kali kedua bagi individu bunga yang sama untuk mekar, setelah penantian panjang selama belasan tahun sejak pertama kali berbunga pada 2011 silam.

Kehadiran bunga raksasa ini langsung mencuri perhatian para pelancong yang sedang asyik berakhir pekan di kebun botani tertua di Asia Tenggara tersebut.

Penampilan bunga ini memang nggak main-main, dengan kelopak yang menjulang tinggi dan warna merah hati yang sangat eksotis.

Meskipun aromanya cukup menusuk hidung bagi sebagian orang, hal itu justru menjadi daya tarik utama bagi mereka yang penasaran ingin melihat keajaiban alam dari dekat secara langsung.

Kolaborasi Liwa-Bogor dan Keajaiban Umbi Raksasa 117 Kilogram

Dibalik kecantikannya yang mistis, bunga bangkai ini ternyata punya rahasia pada bagian bawah tanahnya. Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI, R. Hendrian, menjelaskan bahwa tumbuhan ini termasuk dalam suku talas-talasan (Araceae) yang memiliki umbi sebagai cadangan makanan.

Spesimen yang mekar kali ini bukan sembarang tanaman, karena umbinya berukuran raksasa dengan berat yang luar biasa, yakni bisa menyentuh angka 117 kilogram.

Eksistensi bunga ini di Bogor merupakan buah manis dari kerja sama antarlembaga konservasi di Indonesia. Hendrian mengungkapkan bahwa umbi dari individu yang mekar ini merupakan hasil kolaborasi antara LIPI dengan Kebun Raya Liwa yang berada di Lampung.

Sinergi ini membuktikan bahwa pelestarian tanaman endemik Sumatera bisa berhasil dilakukan meski di luar habitat aslinya, asalkan mendapatkan perawatan dan pemantauan yang tepat dari para ahli botani.

Fokus Konservasi Tumbuhan Terancam dan Misi Eksplorasi 2026

Mekarnya bunga bangkai ini seolah menjadi “sinyal” pembuka bagi agenda besar penelitian di tahun ini. Hendrian menegaskan bahwa konservasi terhadap jenis-jenis tumbuhan yang terancam punah di Indonesia bakal menjadi fokus utama kegiatan penelitian LIPI sepanjang tahun 2026.

Hal ini sangat krusial mengingat banyaknya flora lokal yang mulai langka akibat perubahan fungsi lahan dan perubahan iklim yang semakin tidak menentu belakangan ini.

Demi memperkuat data dan koleksi, LIPI juga sudah merencanakan beberapa kegiatan eksplorasi di berbagai wilayah Indonesia.

Tujuannya sangat jelas, yaitu meningkatkan jumlah jenis tumbuhan terancam yang bisa dikonservasi secara ex-situ atau di luar habitat aslinya, seperti di Kebun Raya Indonesia.

Dengan begitu, tanaman-tanaman ikonik Indonesia nggak hanya akan menjadi cerita dalam buku pelajaran, tapi tetap lestari dan bisa dipelajari oleh generasi mendatang.

Revitalisasi Fasilitas dan Pembangunan Laboratorium Anggrek Modern

Nggak cuma soal koleksi tanaman, Kebun Raya Bogor juga terus melakukan glow up pada sisi fasilitas penelitiannya. Pihak pengelola secara konsisten melakukan optimalisasi dan revitalisasi sarana prasarana demi menunjang kenyamanan pengunjung serta keakuratan penelitian ilmiah.

Langkah ini penting agar KRB tetap relevan sebagai pusat edukasi dan riset botani kelas dunia di tengah gempuran teknologi modern.

Kabar baik lainnya, pembangunan rumah kaca dan laboratorium anggrek baru bakal segera dimulai pada awal tahun ini. Fasilitas tersebut diharapkan bisa mempercepat proses budidaya dan pemuliaan tanaman anggrek yang juga menjadi salah satu kekayaan flora Indonesia.

Dengan fasilitas yang makin canggih, Kebun Raya Bogor siap bertransformasi menjadi laboratorium alam yang lebih modern namun tetap kental dengan nuansa sejarah dan pelestarian lingkungan.

Statement:

R. Hendrian, Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI

Konservasi jenis-jenis tumbuhan terancam di Indonesia akan menjadi salah satu fokus utama kegiatan penelitian LIPI di tahun ini. Beberapa kegiatan eksplorasi juga akan dilakukan untuk meningkatkan secara signifikan jumlah jenis tumbuhan terancam yang terkonservasi secara ex-situ di Kebun Raya Indonesia.”

3 Poin Penting:

  1. Bunga bangkai Amorphophallus titanum dengan umbi seberat 117 kg kembali mekar di Kebun Raya Bogor untuk kedua kalinya setelah tahun 2011.

  2. Spesimen bunga tersebut merupakan hasil kolaborasi penelitian dan konservasi antara LIPI dan Kebun Raya Liwa, Lampung.

  3. LIPI menetapkan fokus utama tahun 2026 pada penyelamatan tumbuhan terancam punah melalui eksplorasi dan pembangunan fasilitas laboratorium baru.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan