Search

Siap-Siap Sayonara! Fitur Enkripsi End-to-End di DM Instagram Bakal Segera Dihapus

Selasa, 17 Maret 2026

enkripsi end-to-end [dok. ionnetwork]
enkripsi end-to-end [dok. ionnetwork]

Ada kabar yang cukup mengejutkan nih buat kamu yang sangat memprioritaskan privasi saat chatting.

Meta baru saja mengumumkan bakal menghapus opsi enkripsi end-to-end (E2EE) di fitur Direct Messages (DM) Instagram dalam beberapa bulan ke depan.

Langkah ini tentu menjadi perhatian serius bagi pengguna yang selama ini mengandalkan protokol keamanan tersebut untuk memastikan percakapan mereka tetap rahasia.

Berdasarkan laman resmi dukungan Instagram, fitur perlindungan privasi ini akan berhenti beroperasi mulai 8 Mei 2026.

Bagi kamu yang punya banyak pesan penting atau media rahasia di dalam obrolan terenkripsi, sangat disarankan untuk segera melakukan pencadangan.

Instagram nantinya akan memberikan instruksi khusus bagi pengguna untuk mengunduh data-data tersebut sebelum perubahan permanen ini benar-benar diberlakukan.

Alasan Meta Hapus Fitur Privasi dan Solusi Pindah ke WhatsApp

Keputusan Meta untuk memensiunkan fitur ini ternyata didasari oleh data penggunaan yang tergolong rendah.

Juru bicara Meta menyebutkan bahwa mayoritas pengguna Instagram tidak terlalu memedulikan atau jarang mengaktifkan mode obrolan terenkripsi ini secara manual.

Karena peminatnya yang sedikit, Meta memilih untuk menyederhanakan layanan pengiriman pesan mereka agar lebih efisien bagi ekosistem aplikasi tersebut.

Meskipun fitur ini hilang dari Instagram, Meta tidak sepenuhnya meninggalkan keamanan data pengguna.

Mereka menyarankan bagi siapa saja yang masih ingin berkomunikasi dengan standar keamanan E2EE yang ketat untuk beralih menggunakan WhatsApp.

Pasalnya, berbeda dengan Instagram yang fiturnya harus diaktifkan manual, WhatsApp sudah menerapkan enkripsi end-to-end secara otomatis atau defaultsejak tahun 2016 bagi seluruh penggunanya di dunia.

Mengenal Protokol E2EE dan Bedanya dengan Chat Biasa

Sekadar informasi buat kamu yang masih awam, enkripsi end-to-end adalah protokol yang menjamin pesan hanya bisa dibaca oleh pengirim dan penerima saja.

Dengan teknologi ini, pihak ketiga mana pun, bahkan termasuk Meta dan Instagram sendiri, tidak memiliki kunci untuk mengintip isi percakapan tersebut.

Selama ini, DM Instagram memang tidak terlindungi enkripsi secara otomatis, sehingga pengguna harus memulai percakapan terpisah untuk mengaktifkannya.

Penghapusan fitur ini tentu mengubah cara Instagram dalam memproses data obrolan para penggunanya.

Tanpa adanya barikade enkripsi, platform media sosial milik Mark Zuckerberg ini memiliki kemampuan lebih untuk memantau konten yang beredar.

Hal ini dianggap sebagai transisi besar dalam kebijakan privasi Meta pada aplikasi Instagram yang selama ini terus berusaha mengintegrasikan berbagai fitur komunikasinya.

Kontroversi Keamanan Anak dan Kecepatan Penindakan Laporan

Menariknya, isu penghapusan enkripsi ini juga berkaitan erat dengan tekanan dari penegak hukum di berbagai negara.

Banyak organisasi keselamatan anak menilai bahwa enkripsi end-to-end sering kali menjadi “benteng” bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan ilegal tanpa terdeteksi.

Dengan hilangnya fitur ini, Meta dapat melakukan pemindaian pesan secara proaktif untuk mengidentifikasi konten terlarang demi keamanan bersama.

Sisi positif lainnya adalah Meta dapat bergerak lebih gesit dalam menindaklanjuti laporan dari pengguna terkait pelecehan atau konten berbahaya lainnya.

Tanpa adanya enkripsi, pihak berwenang dapat diberikan akses lebih cepat jika memang dibutuhkan dalam proses hukum.

Meski bagi sebagian orang ini adalah penurunan standar privasi, bagi sebagian lainnya, langkah ini merupakan upaya nyata dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi semua kalangan.

3 Poin Penting:

  • Jadwal Penghapusan: Opsi enkripsi end-to-end di DM Instagram resmi dihentikan mulai 8 Mei 2026 karena jumlah pengguna fitur tersebut yang sangat sedikit.

  • Keamanan Default: WhatsApp tetap menjadi platform utama Meta untuk komunikasi terenkripsi karena fitur keamanannya aktif secara otomatis sejak awal.

  • Dampak Keamanan: Penghapusan enkripsi memungkinkan Meta memindai konten ilegal secara proaktif dan mempermudah penegakan hukum dalam menangani laporan pengguna.

[gas/man]

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan