Dinamika persaingan para rider muda di ajang balap Moto3 2026 makin panas dan menyajikan drama luar biasa menjelang paruh kedua musim.
Dua nama talenta Asia Tenggara, Hakim Danish asal Malaysia dan Veda Ega Pratama dari Indonesia, sukses mencuri perhatian publik lewat performa impresif di lintasan balap dunia.
Keduanya menunjukkan peningkatan grafik penampilan yang sangat menjanjikan dan konsisten hingga paruh pertama kompetisi resmi ditutup.
Dalam 11 seri balapan yang telah dilalui, Hakim Danish yang membela bendera AEON Credit – MT Helmets – MSI berhasil menorehkan dua kali podium, termasuk satu kemenangan manis nan bersejarah pada seri GP Ceko.
Hasil impresif ini menjadikan rider asal Terengganu tersebut sebagai salah satu rookie paling diperhitungkan musim ini.
Penampilannya yang garang membuktikan bahwa bakat pembalap muda Asia Tenggara tidak bisa dipandang sebelah mata di kancah internasional.
Persaingan Poin Ketat Antara Dua Pembalap Muda Asia Tenggara
Di sisi lain, kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, juga mencatatkan gebrakan yang tidak kalah mentereng sepanjang paruh pertama Moto3 2026.
Rider andalan Honda Team Asia tersebut sukses membukukan podium bergengsi saat melibas lintasan rumit GP Brasil dan GP Prancis. Performa konsistennya membawa Veda bertengger di posisi keenam klasemen sementara dengan raihan total 90 poin.
Posisi Veda di tangga klasemen sementara unggul tipis dari Hakim Danish yang berada tepat di bawahnya di peringkat ketujuh dengan selisih empat poin saja.
Kendati demikian, dalam perebutan gelar Rookie of the Year Moto3 2026, Veda dan Danish yang menempati posisi kedua dan ketiga klasemen pemula harus bekerja ekstra keras.
Pasalnya, pembalap muda Brian Uriarte dari Red Bull KTM Ajo masih memimpin kokoh dengan koleksi 127 poin.
Perubahan Peran Sang Mentor Legendaris Zulfahmi Khairuddin
Cemerlangnya kiprah Hakim Danish di musim debutnya tidak lepas dari tangan dingin sang mentor yang juga legenda balap Malaysia, Zulfahmi Khairuddin.
Zulfahmi yang pernah mengoleksi dua podium di kelas Moto3 musim 2012 merasa potensi anak didiknya telah melompat jauh lebih pesat.
Seiring dengan pertumbuhan kapasitas teknis Danish, Zulfahmi mengakui bahwa perannya kini telah bergeser dari pelatih teknis menjadi manajer tim.
Pengembangan aspek balap Danish kini telah diserahkan secara profesional kepada jajaran pelatih berpengalaman asal Eropa.
Langkah strategis ini diambil agar peningkatan aspek kemampuan teknik Danish bisa melesat lebih optimal mengikuti standar dunia.
Sementara itu, Zulfahmi fokus mengawal karier sang pembalap dari balik layar, khususnya dalam mengelola manajemen dan menjaring sponsor potensial.
Fokus Penuh Sambut Balapan Musim Paruh Kedua di Silverstone
Mengenai pergeseran perannya yang kini lebih berfokus pada ranah manajerial, Zulfahmi Khairuddin membagikan pandangan resminya secara terbuka.
Kini seluruh perhatian para rookie terbaik ini tertuju pada persiapan menghadapi persaingan paruh kedua musim di lintasan balap ikonik Sirkuit Silverstone, Inggris.
Seri Moto3 Inggris 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 7–9 Agustus mendatang dipastikan bakal menjadi ajang pembuktian selanjutnya bagi Danish dan Veda.
Pertarungan memangkas jarak poin demi merebut tahta pemula terbaik dipastikan bakal berjalan sengit dan menegangkan.
Statement:
Zulfahmi Khairuddin, Manajer Hakin Danish
“Peran saya telah berubah. Sebelumnya, saya melatih Danish di pinggir lintasan, sekarang kami telah merekrut pelatih dari Eropa, dan saya lebih banyak menangani manajemen dan sponsor.”
3 Poin Penting:
-
Prestasi Memukau Rookie Asia: Hakim Danish (1 kemenangan di GP Ceko) dan Veda Ega Pratama (podium di GP Brasil & Prancis) bersaing ketat di papan atas klasemen sementara Moto3 2026.
-
Perubahan Peran Zulfahmi Khairuddin: Mantan pembalap Zulfahmi Khairuddin kini mengalihkan fokusnya ke manajemen dan pencarian sponsor bagi Danish, sementara kepelatihan teknis diserahkan kepada tim ahli asal Eropa.
-
Persaingan Gelar Pemula Terbaik: Menjelang Moto3 Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone pada 7–9 Agustus, Veda dan Danish harus bekerja keras mengejar Brian Uriarte yang memimpin klasemen rookie dengan 127 poin.



