Search

Siswa Sukabumi Siaga! Ratusan Pelajar SMAN 1 Sagaranten Simulasi Hadapi Gempa

Sabtu, 14 Februari 2026

Para siswa di SMA Sagaranten mengitusi simulasi tanggap bencana gempa bumi (dok. Cisadane resik)

Ratusan pelajar di Kabupaten Sukabumi baru saja menunjukkan aksi keren mereka dalam menghadapi potensi ancaman alam. Pada Jumat, 13 Februari 2026, SMAN 1 Sagaranten dipenuhi atmosfer serius tapi seru saat para siswa mengikuti pelatihan mitigasi bencana gempa bumi.

Tidak sendirian, mereka juga kedatangan perwakilan dari SMPN 1 Curugkembar untuk belajar bareng cara tetap tenang dan tanggap saat bumi berguncang.

Pelatihan ini bukan sekadar duduk manis dengerin materi, tapi langsung praktik simulasi bencana yang melibatkan sekitar 700 pelajar, puluhan guru, hingga petugas Damkar.

Kolaborasi apik antara Komunitas Cisadane Resik Indonesia, Sagaranten Volunteer, dan Damkar Sagaranten ini bertujuan untuk mengubah pola pikir pelajar agar tidak hanya jadi penonton, tapi jadi agen perubahan yang paham prosedur keselamatan.

Mewujudkan Sekolah Aman Bencana di Zona Aktif

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan kuat, mengingat lokasi sekolah yang berada di zona aktif gempa bumi. Guru SMAN 1 Sagaranten, Oka Sumarlin, menegaskan bahwa pembekalan ini sangat krusial agar seluruh warga sekolah memiliki kesiapan mental dan fisik.

Program ini merupakan bagian dari kerangka besar pemerintah yang disebut Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) untuk meminimalisir risiko di lingkungan pendidikan.

Pemerintah memang tengah gencar mendorong setiap sekolah untuk mandiri dalam urusan kebencanaan. Melalui simulasi ini, para siswa diajarkan cara berlindung yang benar, jalur evakuasi yang efektif, hingga titik kumpul yang aman.

Dengan begitu, diharapkan sekolah tidak lagi menjadi tempat yang mencekam saat bencana datang, melainkan lingkungan yang sudah siap dengan protokol penyelamatan diri yang matang.

Para siswa mengikuti simulasi bencana gempa bumi di SMA Sagaranten (dok. Cisadane Resik)

Peran Anak Muda Sebagai Subjek Utama Penanggulangan Bencana

Direktur Cisadane Resik Indonesia, Sutanandika, memberikan insight menarik bahwa anak muda harus ditempatkan sebagai subjek utama, bukan lagi sekadar objek.

Dengan dibekali keterampilan dan sikap yang tepat, kaum muda diharapkan bisa menekan angka fatalitas saat terjadi bencana.

Dukungan dari CSR BCA Insurance juga menjadi motor penggerak agar edukasi ini bisa menjangkau lebih banyak sekolah di zona merah lainnya.

Sutanandika yang juga seorang pendidik ini berharap kegiatan serupa tidak berhenti di Sagaranten saja, melainkan berlanjut ke wilayah lain seperti Cikidang. Fokus utamanya adalah mengatasi kepanikan, karena seringkali korban berjatuhan bukan hanya karena gempanya, tapi karena aksi impulsif saat panik.

Pengetahuan dan keterampilan yang meningkat di kalangan orang muda diharapkan mampu menciptakan generasi yang tangguh bencana.

Respons Positif Pelajar dan Kesiapan Mental Menghadapi Getaran

Manfaat nyata dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh para peserta yang sering merasakan getaran gempa di wilayah mereka. Wakil Ketua OSIS SMAN 1 Sagaranten, Sisca Anindi Fajriani, mengaku kini merasa lebih “secure” karena sudah tahu langkah-langkah antisipasi.

Pengalaman langsung dalam simulasi membuat para siswa lebih percaya diri bahwa mereka bisa menyelamatkan diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya jika keadaan darurat terjadi.

Keterlibatan berbagai pihak, mulai dari 32 orang guru hingga relawan Cisadane Resik Rescue, membuat simulasi ini terasa sangat nyata dan komprehensif.

Pendidikan kebencanaan seperti ini membuktikan bahwa anak muda Sukabumi siap menghadapi tantangan alam dengan kepala dingin dan aksi yang tepat.

Melalui Program SPAB, sekolah-sekolah di pelosok kini mulai bertransformasi menjadi benteng pertahanan yang cerdas terhadap risiko gempa bumi.

Statement:

Oka Sumarlin, Guru SMAN 1 Sagaranten

“Tujuan kami melakukan pelatihan ini karena sekolah kami memang berlokasi di daerah berpotensi dan ancaman gempa. Kami berupaya membekali para pelajar dengan pengetahuan pengurangan risiko bencana sebagai bagian program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).”

Sutanandika, Direktur Cisadane Resik Indonesia

“Fokus kami adalah membekali siswa agar memiliki ketenangan dan mampu mengatasi kepanikan saat gempa terjadi. Pengetahuan, keterampilan, dan sikap menghadapi bencana yang meningkat di orang muda diharapkan akan mengurangi korban.”

3 Poin Penting:

  • Sebanyak 700 pelajar di Sukabumi mengikuti simulasi mitigasi gempa sebagai bagian dari Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

  • Pelatihan difokuskan pada pengurangan risiko bencana dan cara mengatasi kepanikan bagi siswa yang berada di zona aktif gempa bumi.

  • Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara sekolah, relawan, Damkar, dan dukungan CSR untuk menciptakan generasi muda yang tangguh bencana.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan