Sopir Angkot Bekasi Mogok Massal: Protes Bus Trans Bekasi Keren yang Bikin Dapur Gak Ngebul

Jumat, 13 Februari 2026

Demo sopir angkot Bekasi (pojoksatu)

Kota Bekasi mendadak riuh pada Selasa, 10 Februari 2026, setelah ratusan sopir angkutan kota (angkot) memutuskan untuk turun ke jalan.

Bukan buat narik penumpang, para pengemudi ini justru memarkirkan armadanya di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, sebagai bentuk aksi mogok massal.

Demonstrasi ini merupakan luapan emosi para sopir yang merasa masa depan pekerjaannya terancam oleh kebijakan transportasi terbaru dari pemerintah setempat.

Pemicu utama dari aksi ini adalah pengoperasian jalur baru Bus Trans Bekasi Keren (Beken) yang dianggap “mencaplok” rute-rute gemuk para sopir angkot.

Para pengemudi mengklaim sejak kehadiran bus tersebut, jumlah penumpang mereka merosot drastis karena masyarakat lebih memilih transportasi yang lebih modern dan ber-AC.

Kondisi ini membuat para sopir merasa dianaktirikan di tengah gencarnya modernisasi transportasi publik yang sedang digarap Pemerintah Kota Bekasi.

Desak Dialog Terbuka Demi Keadilan Rute Transportasi

Suasana di lokasi demonstrasi terpantau cukup padat, di mana para sopir membentangkan berbagai spanduk yang berisi tuntutan keadilan.

Mereka mendesak Pemerintah Kota Bekasi untuk tidak hanya fokus pada pengembangan bus baru, tetapi juga memikirkan nasib ribuan keluarga yang bergantung pada roda angkot.

Para pengunjuk rasa berharap ada pembagian rute yang lebih adil sehingga kehadiran Bus Beken tidak mematikan mata pencaharian transportasi tradisional yang sudah ada puluhan tahun.

Aksi mogok ini sempat membuat arus lalu lintas di jantung Kota Bekasi tersendat dan banyak calon penumpang terlantar di pinggir jalan.

Para sopir menegaskan bahwa mereka tidak anti terhadap kemajuan teknologi atau moda transportasi baru, namun mereka meminta adanya sinergi.

Tanpa adanya aturan yang jelas mengenai koridor operasional, persaingan antara angkot dan Bus Beken dinilai tidak sehat dan sangat merugikan pihak penyedia layanan kecil.

Harapan Solusi Win-Win Solution bagi Sopir dan Pemkot

Para demonstran menuntut adanya pertemuan resmi dengan Dinas Perhubungan maupun Wali Kota Bekasi untuk mencari win-win solution.

Beberapa opsi yang mereka tawarkan antara lain adalah integrasi angkot sebagai pengumpan (feeder) bagi Bus Beken atau pengaturan jadwal operasional yang tidak saling berbenturan.

Sopir angkot merasa tanpa dialog yang transparan, kebijakan transportasi ini hanya akan menambah angka pengangguran baru di wilayah Bekasi.

Hingga siang hari, aksi massa masih bertahan di bawah terik matahari sambil menunggu perwakilan pemerintah menemui mereka. Mereka mengancam akan terus melakukan aksi mogok kerja jika tuntutan untuk membuka ruang diskusi tidak segera dipenuhi.

Keinginan mereka sederhana: tetap bisa mencari nafkah dengan layak di tengah perubahan ekosistem transportasi kota yang semakin canggih namun tetap memanusiakan pemain lama.

Antisipasi Lumpuhnya Transportasi Publik di Bekasi Selatan

Dampak dari aksi ini mulai dirasakan oleh warga yang sehari-hari mengandalkan angkot untuk berangkat kerja maupun sekolah. Pihak kepolisian setempat pun diterjunkan untuk mengamankan lokasi agar aksi tetap berjalan kondusif tanpa adanya tindakan anarkis.

Masyarakat berharap ketegangan ini segera berakhir karena lumpuhnya layanan angkot sangat menghambat mobilitas warga, terutama di wilayah Bekasi Selatan yang sangat sibuk.

Pemerintah Kota Bekasi sendiri diharapkan segera memberikan respon cepat terhadap kegelisahan para sopir angkot ini.

Modernisasi transportasi memang penting, namun sinkronisasi dengan kearifan lokal dan pemberdayaan pelaku usaha lama menjadi kunci kesuksesan pembangunan kota.

Semua pihak menanti keputusan strategis dari pemangku kebijakan agar layanan transportasi di Kota Patriot kembali normal dan tetap ramah bagi semua kalangan.

3 Poin Penting:

  • Ratusan sopir angkot menggelar aksi mogok dan demonstrasi di Jalan Ahmad Yani, Bekasi, pada 10 Februari 2026.

  • Pengoperasian rute baru Bus Trans Bekasi Keren (Beken) dinilai mematikan penghasilan harian para sopir angkot secara drastis.

  • Para sopir mendesak Pemerintah Kota Bekasi untuk segera melakukan mediasi dan memberikan solusi pembagian rute yang adil.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir