Guys, menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), nggak perlu panik soal daging! Perumda Dharma Jaya udah memastikan ketersediaan daging buat memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta dalam kondisi aman.
Bahkan, mereka udah siap-siap buat naikin stok kalau terjadi lonjakan permintaan dari warga Ibu Kota.
Raditya Endra Budiman, Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, bilang kalau dalam setiap perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN), pihaknya selalu menyiapkan stok daging—baik itu sapi, ikan, dan ayam—sesuai kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, mereka udah punya strategi jitu buat ngamanin stok eksisting maupun cadangan.
Stok Gede Sampai Ramadan dan Impor dari Australia
Nggak tanggung-tanggung, stok daging yang udah disiapin gede banget!
Raditya ngungkapin kalau sampe hari ini (14/12/2025), Perumda Dharma Jaya udah nyiapin sekitar 1.000 ton daging sapi, 500 ton daging ayam, dan lebih dari 300 ton ikan.
Meskipun stoknya melimpah, Suharini Eliawati, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, mengakui kalau kebutuhan daging di Jakarta masih mengandalkan impor, termasuk dari Australia.
Makanya, kerja sama bisnis antarperusahaan (B2B) dan kontrak beli putus jadi langkah strategis buat ngejaga keberlanjutan pasokan dan stabilitas harga.
Lonjakan Permintaan Tetap Aman Terkendali
Raditya memperkirakan kebutuhan daging saat HBKN di DKI Jakarta, termasuk Nataru, nggak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.
Rata-rata bakal mencapai 6.000 ton per bulan atau mengalami peningkatan sekitar 10-15% dari hari biasa. Tanda-tanda peningkatan kebutuhan udah terlihat signifikan dari hari biasa.
Namun, masyarakat nggak perlu khawatir sampe melakukan panic buying. Suharini mengimbau masyarakat buat tetap tenang karena stok pangan strategis Jakarta, kayak beras, telur, cabai, bawang, gula, minyak goreng, daging ayam, dan sapi, semuanya dalam kondisi relatif cukup akhir tahun ini.
Pemprov DKI Jakarta optimistis bisa memenuhi kebutuhan protein hewani warga dan stabilitas harga tetap terjaga.
Ketahanan Pangan Kunci Menghadapi Nataru
Keseluruhan upaya, mulai dari penyiapan stok gede oleh Dharma Jaya sampe strategi penguatan jaringan suplai dan kontrak impor, nunjukin keseriusan Pemprov DKI Jakarta.
Suharini negesin kalau upaya ini jadi bagian penting buat memastikan ketahanan pangan Jakarta tetap kuat memasuki perayaan Nataru.
Statement:
Raditya Endra Budiman, Direktur Utama Perumda Dharma Jaya
“Hingga hari ini, kami telah menyiapkan sekitar 1.000 ton daging sapi, 500 ton daging ayam dan lebih dari 300 ton ikan. Jumlah stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan Nataru sampai Ramadan dan Idulfitri. Alhamdulillah, stok aman. Masyarakat tidak perlu khawatir, stok daging untuk Nataru aman.”
3 Poin Penting:
-
Stok Daging Aman Hingga Idulfitri: Perumda Dharma Jaya menjamin ketersediaan stok daging (1.000 ton sapi, 500 ton ayam) aman untuk memenuhi lonjakan permintaan Nataru hingga perayaan Ramadan dan Idulfitri 2026.
-
Strategi Penguatan Jaringan Suplai dan Impor: Pemprov DKI Jakarta mengandalkan impor (termasuk dari Australia) dan menerapkan strategi kerja sama bisnis (B2B) serta kontrak beli putus untuk menjaga keberlanjutan pasokan dan stabilitas harga.
-
Jaminan Kebutuhan Pangan Strategis Cukup: Asisten Sekda DKI Suharini Eliawati memastikan kondisi pangan strategis Jakarta (beras, telur, daging, dsb.) relatif cukup, dan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying menjelang Nataru.
![harga emas [dok. antara]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/20251022073533-300x169.webp)
![ihsg bursa saham [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Pasar-Modal-Bursa-Efek-Indonesia-300x168.jpg)
![menteri perekonomian [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/publikasi_1645809205_62190e35e15e4-300x169.jpeg)
![Ekonomi digital RI [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/1057778768-300x200.jpg)