Search

Strategi Jabar Tetap Menyala! Ekonomi 2026 Diprediksi Tahan Banting Meski Fiskal Ketat

Selasa, 10 Februari 2026

Ilustrasi petani Jawa Barat (ist)

Memasuki tahun 2026, kabar mengenai kondisi ekonomi Jawa Barat mulai mencuri perhatian para pelaku usaha dan anak muda yang sedang merintis karier.

Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi Jawa Barat memberikan sinyal optimis bahwa ekonomi Tanah Pasundan masih punya peluang besar untuk terus tumbuh.

Padahal, saat ini tantangannya nggak main-main, mulai dari adanya pemangkasan belanja pemerintah daerah hingga situasi ketidakpastian global yang masih terus menghantui pasar internasional.

Meski fiskal daerah sedang melakukan penyesuaian, pengusaha muda di Jabar melihat celah yang bisa dimanfaatkan.

Kekuatan pasar domestik dan geliat aktivitas para pengusaha lokal dinilai menjadi “penyelamat” utama yang bakal menopang sirkulasi uang tetap stabil.

Hal ini membuktikan bahwa pondasi ekonomi kita nggak cuma bergantung pada anggaran pemerintah, tapi justru kuat karena adanya pergerakan masif dari sektor swasta dan pelaku usaha kreatif di lapangan.

Kekuatan Akar Rumput Jadi Penopang Utama

Ketua Umum BPD Hipmi Jawa Barat, Radityo Egi Pratama, menegaskan bahwa perubahan kebijakan transfer anggaran ke daerah memang memberikan dampak nyata bagi sektor-sektor yang selama ini bergantung pada proyek pemerintah. Namun, ia melihat ada penggerak ekonomi dari lapisan bawah yang justru semakin solid.

Adanya program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembentukan koperasi desa dan kelurahan Merah Putih menjadi mesin baru yang menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Menurut Egi, struktur ekonomi Jawa Barat sangat unik karena ditopang oleh pengusaha pemula dan pelaku UMKM yang sangat progresif. Aktivitas merekalah yang membuat sirkulasi ekonomi tetap hidup di tengah tekanan global.

Selama perdagangan dalam negeri tetap lancar dan produk lokal semakin dicintai oleh warga sendiri, efek domino dari konflik geopolitik dunia diperkirakan tidak akan memberikan guncangan yang terlalu signifikan bagi warga Jawa Barat.

Inovasi Basnom untuk Perkuat Ekosistem Pengusaha

Menjawab tantangan ekonomi yang diprediksi berada di angka moderat sekitar 2 persen, Hipmi Jabar nggak mau tinggal diam dan hanya sekadar memantau.

Mereka resmi melantik sejumlah Badan Semi-Otonom (Basnom) untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan secara spesifik.

Basnom ini hadir di berbagai bidang mulai dari Syariah, Kuliner, Pajak, hingga otomotif dan pasar modal, yang dirancang agar para pengusaha bisa lebih fokus menggarap hobi dan minat bisnis mereka secara lebih tajam.

Langkah ini dianggap sangat krusial agar pengusaha pemula hingga yang sedang berkembang memiliki wadah untuk berkolaborasi secara tematik.

Dengan struktur yang lebih fleksibel, setiap ketua Basnom punya keleluasaan untuk menyusun program kerja dan merekrut anggota sesuai keahliannya.

Pola kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan bagi para pelaku usaha di Jawa Barat dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah sepanjang tahun 2026.

Optimisme di Tengah Dinamika Global 2026

Bagi anak muda yang ingin terjun ke dunia bisnis, situasi tahun 2026 ini sebenarnya menjadi ajang pembuktian mental.

Meskipun pertumbuhan ekonomi mungkin tidak secepat tahun-tahun sebelumnya, peluang tetap terbuka lebar selama kita mampu beradaptasi dengan kebijakan fiskal yang baru.

Penguatan kolaborasi antar pelaku usaha menjadi kunci utama agar tidak terjebak dalam kelesuan ekonomi akibat pemotongan belanja daerah.

Egi juga menekankan bahwa penambahan bidang dalam Basnom di periode 2026 ini merupakan langkah strategis mengikuti arahan organisasi di tingkat pusat.

Dengan integrasi yang lebih kuat dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, diharapkan Jawa Barat bisa tetap menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

Optimisme ini menjadi angin segar bagi kita semua bahwa dengan inovasi dan kerja sama, ekonomi Jabar bakal tetap “menyala” di tengah berbagai keterbatasan yang ada.

Statement:

Radityo Egi Pratama, Ketua Umum BPD Hipmi Jawa Barat

“Fondasi ekonomi kita itu pengusaha-pengusaha domestik. Bukan hanya UMKM, tapi juga pengusaha pemula dan yang sedang berkembang. Aktivitas merekalah yang menjaga sirkulasi ekonomi tetap hidup. Meskipun ada pemotongan transfer ke daerah, penggerak ekonomi dari bawah justru menguat.”

3 Poin Penting:

  1. Ekonomi Jawa Barat 2026 diprediksi tetap tumbuh moderat (sekitar 2-3%) meski terdapat pemangkasan belanja pemerintah.

  2. Konsumsi domestik, program makan bergizi gratis, dan koperasi desa menjadi pilar penguat sirkulasi ekonomi di level bawah.

  3. Hipmi Jabar melantik berbagai Badan Semi-Otonom (Basnom) lintas sektor untuk memperkuat kolaborasi dan pembinaan pengusaha muda.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan