Kondisi Sungai Cibanten di Kota Serang kembali menjadi sorotan setelah tumpukan sampah terlihat menutupi sebagian aliran sungai yang memiliki nilai sejarah penting bagi Kesultanan Banten.
Pemandangan memprihatinkan itu ditemukan saat gabungan relawan dari Komunitas Peduli Sungai Banten (KPSB) bersama Gabungan Peduli Lingkungan menggelar aksi bersih-bersih sungai pada akhir pekan lalu.
Berbagai jenis sampah ditemukan mengotori aliran sungai, mulai dari sampah rumah tangga, plastik, sandal bekas, pakaian, hingga styrofoam.
Kondisi tersebut membuat kualitas lingkungan Sungai Cibanten semakin menurun dan memunculkan kekhawatiran terhadap dampaknya bagi ekosistem serta kesehatan masyarakat sekitar.
Relawan Masih Temukan Warga Buang Sampah ke Sungai
Ketua KPSB, Lulu Jamaludin, mengungkapkan bahwa persoalan sampah di Sungai Cibanten tidak hanya berasal dari limbah yang terbawa arus, tetapi juga akibat masih rendahnya kesadaran sebagian warga.
Bahkan saat kegiatan pembersihan berlangsung pada Sabtu (14/6/2026), relawan masih menyaksikan warga membuang sampah langsung ke sungai dan lahan kosong.
Menurut Lulu, perilaku tersebut menjadi tantangan besar dalam upaya menjaga kebersihan sungai.
Ia menyebut banyak sampah rumah tangga ditemukan di bantaran sungai, pinggir jalan, hingga area kosong yang kemudian berpotensi terbawa hujan dan masuk ke aliran Sungai Cibanten.
Sungai Bersejarah Kini Dipenuhi Sampah
Sungai Cibanten memiliki panjang sekitar 35 kilometer dan pernah menjadi jalur transportasi penting pada masa Kesultanan Banten.
Sungai yang berhulu di Gunung Katang dan bermuara di Karangantu itu kini menghadapi ancaman serius akibat pencemaran sampah yang membuat airnya tampak menghitam di sejumlah titik.
Melihat kondisi tersebut, para relawan mendesak Pemerintah Kota Serang untuk memperkuat langkah penanganan sampah secara lebih serius.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah optimalisasi penegakan Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah agar memberikan efek jera bagi pelaku pembuangan sampah sembarangan.
Dorong Pengawasan dan Edukasi Berkelanjutan
Selain penegakan aturan, relawan juga mendorong peningkatan pengawasan melalui operasi penertiban rutin serta pemasangan kamera pengawas di lokasi yang sering dijadikan tempat pembuangan sampah ilegal.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengidentifikasi pelanggar sekaligus mencegah praktik serupa terus berulang.
Di sisi lain, pendekatan edukatif juga dianggap menjadi solusi jangka panjang. Relawan mengusulkan penerapan sanksi sosial berupa kerja bakti membersihkan sampah di lokasi pelanggaran serta memperbanyak fasilitas pengelolaan sampah seperti bank sampah.
Edukasi mengenai konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) juga dinilai penting agar kesadaran masyarakat terhadap lingkungan terus meningkat dan Sungai Cibanten dapat kembali bersih serta terjaga.
Statement:
Lulu Jamaludin, Ketua Komunitas Peduli Sungai Banten (KPSB)
“Banyak ditemukan sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai, bantaran sungai, pinggir jalan dan lahan kosong.”
“Masih ada warga yang membuang sampah ke sungai dari atas jembatan saat melintas.”
“Tujuannya bukan untuk mempermalukan warga, tetapi sebagai bagian dari edukasi agar tumbuh rasa tanggung jawab bersama terhadap kebersihan lingkungan.”
3 Poin Penting:
- Relawan menemukan tumpukan sampah yang mencemari Sungai Cibanten, mulai dari sampah rumah tangga hingga limbah plastik dan styrofoam.
- Masih ada warga yang membuang sampah langsung ke sungai, meskipun aksi bersih-bersih dan kampanye lingkungan terus dilakukan.
- KPSB mendorong Pemkot Serang memperketat pengawasan dan penegakan aturan, sekaligus meningkatkan edukasi pengelolaan sampah berbasis 3R.



