Search
Search
Search

Tantang Dominasi Starlink, Rusia Guncang Teknologi Antariksa Lewat Proyek Satelit Internet Rassvet

Rabu, 2 September 2026

Satelit Internet Rassvet (ist)

Rivalitas teknologi luar angkasa global dipastikan makin memanas dalam beberapa tahun mendatang.

Pemerintah Rusia secara resmi bersiap menantang dominasi layanan internet satelit Starlink milik perusahaan SpaceX dengan mematangkan jaringan konstelasi satelit independen mereka yang dinamai Rassvet.

Langkah agresif ini dirancang sebagai salah satu pilar strategis Moskow demi melepaskan diri dari ketergantungan pada infrastruktur komunikasi buatan negara-negara Barat.

Proyek ambisius yang dikembangkan oleh perusahaan kedirgantaraan Rusia, Bureau 1440, ini ditargetkan mulai beroperasi secara penuh pada tahun 2027 mendatang.

Dengan memanfaatkan ratusan satelit yang mengorbit di lintasan orbit bumi rendah (Low-Earth Orbit/LEO), proyek ini difokuskan untuk menghadirkan konektivitas internet berkecepatan tinggi dengan tingkat keterlambatan data (latency) yang amat rendah di berbagai kawasan terisolasi.

Kecepatan Tembus 1 Gbps dan Keunggulan Teknologi Transmisi Laser 5G

Secara teknis, kemampuan jaringan Rassvet tidak bisa dipandang sebelah mata.

Pada terminal pengguna di permukaan tanah, kecepatan akses internet Rassvet diproyeksikan mampu menyentuh angka fantastis hingga 1 gigabit per detik (Gbps) dengan latensi sekitar 70 milidetik.

Capaian ini didukung oleh adopsi teknologi NTN 5G yang memungkinkan perangkat seluler terestrial terhubung secara langsung ke sistem satelit luar angkasa.

Keunggulan utama dari konstelasi Rassvet terletak pada sistem komunikasi antarsatelit yang memanfaatkan transmisi laser super canggih.

Dalam uji coba yang sukses digelar pada rentang 2023 hingga 2024, Bureau 1440 membuktikan keandalan transmisi laser berkecepatan 10 Gbps antar dua satelit yang terpisah jarak lebih dari 1.000 kilometer tanpa harus menyalurkan lalu lintas data kembali ke stasiun bumi.

Investasi Jumbo Rp83,2 Triliun Demi Kemandirian Jaringan Komunikasi

Guna merampungkan proyek raksasa ini, Rusia tidak ragu mengucurkan dana dalam jumlah yang sangat besar.

Total investasi pengembangan jaringan Rassvet diperkirakan menelan anggaran mencapai 5,2 miliar dolar AS atau setara dengan Rp83,2 triliun.

Anggaran federal Rusia sendiri mengalokasikan dana sekitar 103 miliar rubel (sekitar Rp19,2 triliun) hingga tahun 2030 mendatang.

Porsi investasi terbesar ditanggung secara mandiri oleh Bureau 1440 yang menggelontorkan dana internal sebesar 329 miliar rubel atau hampir setara Rp64 triliun.

Alokasi dana segar ini dimanfaatkan untuk mempercepat manufaktur satelit yang dilengkapi sistem pendorong plasma serta manajemen daya independen demi menjaga presisi orbit tiap unit di luar angkasa.

Target 292 Satelit di 2030 dan Kemitraan Strategis Sektor Transportasi

Pascapeluncuran klaster satelit tahap kedua pada Juli lalu, Rusia menargetkan sebanyak 292 unit satelit Rassvet sudah mengorbit aktif pada tahun 2030, dengan opsi ekspansi hingga 924 unit satelit jika permintaan data melonjak.

Kehadiran jaringan ini menjadi solusi vital bagi wilayah terpencil yang sulit terjangkau serat optik, seperti kawasan Arktik, Siberia, dan Timur Jauh Rusia.

Ekosistem Rassvet dipastikan bakal langsung terintegrasi secara masif dengan jajaran industri transportasi dan komunikasi terkemuka di Rusia.

Bureau 1440 telah mengandeng operator seluler MegaFon untuk menghubungkan 500 pemancar terestrial pada 2027, bekerja sama dengan Russian Railways untuk menyediakan akses Wi-Fi di kereta cepat Sapsan dan Lastochka, serta bermitra dengan maskapai Aeroflot demi menghadirkan internet cepat di dalam penerbangan.

Kutipan:

Pernyataan Tim Pengembang Bureau 1440 (via Keterangan Resmi)

“Pengembangan konstelasi satelit Rassvet merupakan pilar strategis bagi kemandirian teknologi komunikasi Rusia. Melalui integrasi teknologi laser antarsatelit dan standar 5G NTN, kami tidak hanya menghadirkan internet kecepatan 1 Gbps di wilayah terisolasi seperti Arktik dan Siberia, tetapi juga menyediakan layanan konektivitas bagi maskapai penerbangan dan kereta cepat nasional.”

3 Poin Penting:

  • Rusia Tantang Starlink Lewat Rassvet: Rusia mengembangkan konstelasi satelit LEO bernamanya Rassvet melalui Bureau 1440 yang siap beroperasi penuh pada tahun 2027.

  • Teknologi Canggih & Kecepatan 1 Gbps: Satelit Rassvet mengusung teknologi komunikasi laser antarsatelit 10 Gbps dan jaringan NTN 5G yang mampu menghasilkan kecepatan internet hingga 1 Gbps.

  • Investasi Rp83,2 Triliun & Target 2030: Dengan total investasi mencapai 5,2 miliar USD, Rusia menargetkan 292 satelit mengorbit pada 2030 untuk melayani wilayah Arktik, Siberia, hingga sektor transportasi publik.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan