Tantangan Bali Menjadi ‘Green Island’: Kenaikan Wisatawan Picu Masalah Lingkungan Serius

Rabu, 27 Agustus 2025

Bali (istimewa)

Bali, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata terindah, menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan citranya sebagai “green island”.

Meskipun telah menjadi magnet bagi jutaan wisatawan, lonjakan jumlah pengunjung memicu berbagai masalah lingkungan yang mengkhawatirkan.

Menurut data tahun 2024, Bali dikunjungi oleh 16,4 juta wisatawan, jauh melampaui jumlah penduduknya. Peningkatan ini menyebabkan fenomena over tourism yang berdampak pada kualitas lingkungan.

Hal ini tercermin dari hasil survei Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) 2024, di mana Bali tidak masuk dalam 10 besar provinsi dengan IKLH terbaik.

Ketergantungan pada Energi Fosil dan Masalah Transportasi

Seperti dirangkum dalam Forest Digest, salah satu masalah utama adalah ketergantungan Bali pada energi fosil. Hampir 100% pembangkit listrik di Bali berbasis energi fosil, yang berkontribusi besar terhadap emisi karbon.

Meski memiliki potensi energi surya yang tinggi, pemanfaatannya masih sangat minim. Sektor transportasi juga menjadi penyumbang emisi terbesar, dengan lebih dari 5,2 juta kendaraan bermotor.

Walau penggunaan kendaraan listrik meningkat, Bali masih kekurangan sistem transportasi umum massal yang efektif.

Masalah Sampah dan Gaya Hidup Konsumtif

Selain itu, tingginya prevalensi merokok di Bali juga menjadi kekhawatiran, dengan 16% penduduk menjadi perokok dan tren penggunaan rokok elektronik yang meningkat. Kebiasaan ini menghasilkan limbah berbahaya, terutama puntung rokok yang sering dibuang sembarangan.

Masalah sampah menjadi isu paling krusial. Pada 2024, timbunan sampah di Bali mencapai 1,2 juta ton, didominasi oleh sampah organik dari sektor pariwisata. Timbunan sampah ini meningkat 30% dalam 24 tahun terakhir.

Tuntutan untuk Transformasi Berkelanjutan

Agar Bali benar-benar menjadi “pulau hijau,” dibutuhkan transformasi serius.

Ini mencakup transisi menuju energi baru terbarukan, pembangunan angkutan umum massal, dan penerapan kebijakan seperti ERP (Electronic Road Pricing) untuk mengurangi kemacetan dan emisi.

Pengelolaan sampah juga memerlukan pendekatan terpadu dari semua pihak, dengan fokus pada pengurangan sampah di sumbernya.

Tanpa tindakan mitigasi yang serius, slogan green island hanya akan tinggal nama, dan Bali akan berisiko dikenal sebagai pulau dengan masalah lingkungan dan kemacetan.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir