Search
Search
Search

Tegang di PBB! Delegasi Kuba Mantap Walk Out Pas Trump Sebut Negaranya Gagal

Jumat, 25 September 2026

Delegasi Kuba walk out (NBC News)

Suasana Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendadak panas dingin setelah aksi protes membara diperlihatkan oleh diplomat asing.

Delegasi Kuba secara mengejutkan memilih walk out alias angkat kaki dari ruang sidang utama saat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menyampaikan pidatonya.

Langkah drastis ini diambil sebagai bentuk perlawanan keras setelah Trump secara terbuka melontarkan kritik pedas dan menyebut Kuba sebagai “negara yang benar-benar gagal”.

Aksi walk out ini langsung menjadi sorotan hangat komunitas internasional dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan negara berpaham komunis di kawasan Karibia tersebut seolah makin memuncak di hadapan para pemimpin dunia.

Peristiwa dramatis di forum tertinggi PBB ini membuktikan bahwa gesekan diplomasi tingkat tinggi kini makin memanas tanpa ada tanda-tanda mereda.

Sentilan Pedas Trump dan Prediksi Runtuhnya Rezim Kuba

Dilansir dari BBC pada Selasa (23/9/2026), peristiwa ini bermula saat Donald Trump menyoroti kondisi politik dan ekonomi Kuba yang merupakan salah satu tetangga terdekat wilayah AS.

Tanpa ragu, Trump memprediksi bahwa masa pemerintahan Kuba tidak akan bertahan lama dan bakal segera mengalami kehancuran. “Rezim itu akan runtuh,” tegas Trump di hadapan ratusan perwakilan negara anggota PBB.

Trump juga mengklaim bahwa pihak pemerintahannya saat ini sedang mengupayakan negosiasi intensif guna mendorong “perubahan mendasar” di Kuba.

Selama setahun terakhir, kepemimpinan AS memang tercatat makin vokal menekan Kuba, dengan menyebut negara tersebut berada di bawah tekanan luar biasa dan mengalami kegagalan sistemik yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Namun, pihak AS sendiri belum merinci bentuk perubahan spesifik yang mereka tuntut dari Kuba.

Respon Menohok Menlu Kuba dan Tudingan Sebar Kebohongan

Pernyataan menohok dari Donald Trump tersebut langsung menyulut kemarahan besar dari jajaran pejabat tinggi Kuba. Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez, memberikan respons sangat keras atas narasi yang disebarkan oleh presiden AS tersebut.

Ia tidak ragu menuding Trump telah menyebarkan kebohongan publik di panggung diplomasi dunia guna menyudutkan negaranya.

Melalui akun resminya di platform X (Twitter), Bruno Rodriguez menegaskan bahwa AS harus belajar menghargai kedaulatan negara lain.

Peta Politik Karibia dan Ketegangan Geopolitik yang Berlanjut

Sikap tegas delegasi Kuba yang memilih keluar ruangan saat pidato berlangsung memperlihatkan jurang pemisah yang makin lebar antara Washington dan Havana.

Konflik ideologi serta kebijakan sanksi ekonomi yang telah berlangsung selama puluhan tahun kini memasuki babak baru yang penuh dinamika.

Langkah walk out tersebut dinilai para pengamat sebagai simbol keberanian dalam mempertahankan kehormatan nasional di arena internasional.

Dengan belum adanya kesepakatan atau titik temu mengenai dialog bilateral kedua negara, hubungan diplomatik AS dan Kuba diprediksi masih akan dibalut tensi tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

Peristiwa di Sidang Umum PBB ini sekaligus menjadi pengingat bagi publik, khususnya generasi muda, betapa dinamis dan krusialnya panggung politik global dalam menentukan arah kedaulatan suatu bangsa.

Statement:

Bruno Rodriguez, Menteri Luar Negeri Kuba

“Pemerintah AS tidak mampu menerima kenyataan bahwa Kuba berhak menjadi negara yang berdaulat penuh dan merdeka.” 

3 Poin Penting:

  • Aksi Walk Out: Delegasi Kuba secara tegas meninggalkan ruang Sidang Umum PBB saat Presiden AS Donald Trump menyebut Kuba sebagai “negara gagal” dan memprediksi runtuhnya rezim mereka.

  • Kritik Pedas AS: Donald Trump mengklaim Kuba berada di bawah tekanan luar biasa dan menyatakan bahwa pemerintahannya tengah mengupayakan negosiasi untuk perubahan mendasar di Kuba.

  • Tanggapan Keras Kuba: Menlu Kuba Bruno Rodriguez menuduh Trump menyebarkan kebohongan dan menegaskan bahwa AS tidak bisa menerima fakta kedaulatan serta kemerdekaan penuh Kuba.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan