Search
Search
Search

Tembus 1.486 Kali Erupsi Sepanjang 2026, Gunung Ibu di Halmahera Barat Terus Bergeliat

Selasa, 8 September 2026

Erupsi Gunung Ibu (dok. Antara Foto)

Aktivitas vulkanik Gunung Ibu yang berlokasi di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, menunjukkan tren peningkatan yang teramat signifikan sepanjang tahun ini.

Terhitung sejak Januari hingga awal September 2026, catatan aktivitas geologis merekam gunung api aktif ini telah meletus sebanyak 1.486 kali.

Tingginya frekuensi erupsi tersebut menempatkan Gunung Ibu sebagai salah satu gunung api paling aktif dan terus berada dalam pantauan ketat tim ahli geologi di Indonesia.

Erupsi susulan kembali melanda kawasan Kecamatan Ibu Utara pada Sabtu (5/9/2026) siang sekitar pukul 14.00 WIT.

Meskipun pengamatan visual abu vulkanik sempat tertutup kabut tebal, getaran dan dentuman erupsi terekam jelas oleh instrumen seismograf.

Fenomena letusan beruntun ini mempertegas bahwa aktivitas magma di perut Gunung Ibu masih sangat bergejolak dan memerlukan kesiapsiagaan tinggi dari warga sekitar.

Catatan Erupsi Beruntun dan Rekaman Seismik PVMBG

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi Magma Indonesia, letusan pada, Sabtu siang (5/9), tersebut terekam di instrumen seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 28 mm dan durasi gempa erupsi selama 44 detik.

Tak berhenti di situ, aktivitas geologis berlanjut pada dini hari berikutnya pukul 03.32 WIT dengan luncuran kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 500 meter di atas puncak.

Gumpalan kolom abu teramati berwarna kelabu pekat dengan intensitas tebal bergerak ke arah barat laut.

Sebelum rangkaian letusan di akhir pekan tersebut, pada Jumat (4/9) malam pukul 23.28 WIT, Gunung Ibu juga tercatat memuntahkan kolom abu setinggi 400 meter ke arah utara.

Intensitas letusan yang konstan ini menunjukkan bahwa suplai gas dan tekanan dari dalam kawah aktif belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Zonasi Bahaya dan Rekomendasi Sterilisasi Radius Kawah

Menyikapi peningkatan frekuensi erupsi yang amat masif ini, pihak PVMBG telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan yang wajib dipatuhi secara ketat.

Masyarakat lokal, pendaki, maupun wisatawan dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di dalam zona bahaya radius 2 kilometer dari kawah aktif Gunung Ibu.

Langkah pencegahan ini diambil guna menghindari risiko lontaran batu pijar serta awan panas secara mendadak.

Selain radius lingkar utama, PVMBG juga menetapkan perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara.

Wilayah perluasan tersebut dinilai sangat rawan menjadi jalur aliran material vulkanik dan lahar dingin apabila terjadi letusan berskala lebih besar.

Sterilisasi kawasan berbahaya ini menjadi prioritas utama pihak keamanan demi menjamin keselamatan jiwa warga di sekitar lereng gunung.

Imbauan Proteksi Diri dan Pemda Halmahera Barat Imbau Warga Tenang

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk selalu siap sedia menggunakan alat pelindung diri, seperti masker penutup hidung dan mulut serta kacamata pelindung, guna mengantisipasi ancaman hujan abu vulkanik.

Paparan abu halus yang terhirup secara langsung berpotensi memicu gangguan pernapasan akut serta iritasi pada mata, terutama saat angin bertiup kencang membawa material debu ke pemukiman.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta untuk terus berkoordinasi secara intensif dengan PVMBG di Bandung serta Pos Pengamatan Gunung api Ibu di Desa Gam Ici.

Warga juga diimbau agar tetap tenang, menjaga kondusivitas lingkungan, tidak mudah percaya pada kabar bohong (hoaks), serta selalu memantau arahan resmi dari otoritas kebencanaan daerah setempat.

Statement:

Laporan Resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)/Magma Indonesia

“Sepanjang tahun 2026 dari Januari hingga awal September, letusan Gunung Ibu tercatat sebanyak 1.486 kali. Masyarakat di sekitar Gunungapi Ibu dan pengunjung agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara.”

“Jika terjadi hujan abu, masyarakat disarankan menggunakan masker dan kacamata pelindung, serta selalu mengikuti arahan resmi pemerintah daerah.”

3 Poin Penting:

  • Rekor 1.486 Kali Erupsi: Gunung Ibu di Halmahera Barat tercatat telah meletus sebanyak 1.486 kali sepanjang periode Januari hingga awal September 2026.

  • Erupsi Beruntun Akhir Pekan: Letusan beruntun kembali terjadi pada 4-5 September 2026 dengan tinggi kolom abu mencapai 500 meter di atas puncak serta amplitudo maksimum 28 mm.

  • Zona Bahaya 2 Km & 3,5 Km Sektoral: PVMBG merekomendasikan sterilisasi radius 2 km dari kawah aktif dan perluasan sektoral 3,5 km ke arah utara, serta mewajibkan penggunaan masker saat hujan abu.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan