Search

Temuan Baru Ungkap Kehidupan di Pompeii Setelah Letusan Vesuvius

Kamis, 7 Agustus 2025

Kota kuno Pompeii (Context Travel)

Selama ini, kisah Pompeii selalu identik dengan kehancuran total akibat letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi. Namun, temuan arkeologi terbaru membongkar narasi tersebut.

Para arkeolog menemukan bukti bahwa kota Romawi kuno ini tidak sepenuhnya ditinggalkan setelah bencana. Sebagian penduduk yang selamat, bersama dengan pendatang baru, kembali ke kota yang telah porak-poranda itu dan mendirikan pemukiman darurat.

Permukiman Darurat “Favela” dan Upaya Bertahan Hidup yang Terlupakan

Direktur Situs Pompeii, Gabriel Zuchtriegel, mengonfirmasi temuan ini. Permukiman informal ini diperkirakan berlangsung hingga abad ke-5. Para penduduk memanfaatkan reruntuhan untuk mencari barang berharga yang tertinggal dan menggunakan lantai atas bangunan yang masih utuh sebagai tempat tinggal.

Para peneliti menduga mereka yang kembali ke Pompeii adalah para penyintas yang tidak memiliki sumber daya untuk memulai hidup baru di tempat lain.

Penemuan ini mengubah pandangan historis yang selama ini terlalu fokus pada momen kehancuran. Akibatnya, jejak-jejak halus dari kehidupan pasca-bencana sering terabaikan dan tidak terdokumentasi.

Pompeii, Bukan Hanya Tentang Kematian, Tetapi Juga Kehidupan Baru

Sebelumnya, Pompeii adalah kota yang ramai dengan lebih dari 20.000 penduduk. Meskipun letusan Vesuvius menguburnya, abu dan puing-puing justru mengawetkan banyak bangunan dan artefak.

Penemuan terbaru ini menambah lapisan baru pada sejarah Pompeii. Kota ini kini tidak hanya dikenang sebagai situs kematian dan kehancuran, tetapi juga sebagai bukti ketangguhan manusia untuk bertahan hidup dan membangun kembali kehidupan dari puing-puing sejarah.

Statement:

  • Direktur Situs Pompeii, Gabriel Zuchtriegel

“Berkat penggalian baru, gambaran pasca-79 M semakin jelas: Pompeii muncul kembali, bukan sebagai kota yang utuh, melainkan sebagai permukiman darurat, semacam kamp atau ‘favela’ yang tumbuh di antara sisa-sisa reruntuhan kota masa lalu.”

“Fokus terhadap kehancuran Pompeii selama ini telah ‘memonopoli ingatan kolektif’.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan