Bagi para pencinta film horor Tanah Air, penampakan bangunan tua dengan arsitektur klasik yang menjadi lokasi utama film legendaris Pengabdi Setan (2017) pasti sudah terpatri kuat di ingatan.
Rumah bernuansa mistis yang dalam alur cerita digambarkan sebagai tempat tinggal keluarga Rini tersebut berdiri tegak di tengah hamparan hijau perkebunan teh Kertamanah, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Namun, di balik popularitasnya yang viral dan sering memicu bulu kuduk berdiri, tak banyak yang tahu siapa pemilik sebenarnya dari bangunan ikonik tersebut.
Banyak masyarakat menduga bahwa bangunan antik bernuansa dingin itu merupakan hunian pribadi warga lokal atau situs tak berpenghuni yang sengaja dibangun untuk keperluan set film.
Padahal, fakta sejarah mencatat bahwa rumah bergaya kolonial tersebut merupakan aset negara yang berada di bawah naungan BUMN perkebunan.
Bangunan tersebut kini dirawat dengan rapi sekaligus difungsikan sebagai salah satu objek wisata sejarah dan edukasi yang menyedot perhatian wisatawan dari berbagai daerah.
Rumah Dinas Era Kolonial Belanda Peninggalan Abad ke-20
Berdasarkan data resmi BUMN, bangunan yang tersohor dengan sebutan Rumah Pengabdi Setan ini merupakan aset sah milik PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2, hasil peleburan dari PTPN VIII.
Bangunan antik berukuran luas ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi karena telah berdiri sejak tahun 1923, jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan.
Kawasan Pangalengan sendiri memiliki rekam jejak panjang sebagai pusat perkebunan teh hitam kualitas unggul yang pertama kali dikembangkan oleh tokoh legendaris keturunan Jerman-Belanda, Karel Albert Rudolf Bosscha.
Pada masa awal berdirinya lebih dari satu abad lalu, tempat ini sama sekali tidak difungsikan sebagai lokasi wisata apalagi tempat pengujian nyali seperti yang digambarkan dalam sinema.
Bangunan berarsitektur khas Eropa tersebut awalnya dibangun khusus untuk menjadi rumah dinas pejabat pengawas perkebunan teh (onderneming).
Keberadaan atap tinggi, jendela kayu berukuran masif, serta dinding tebal peninggalan era Belanda makin memperkuat karakter arsitektur klasik yang unik dan sulit ditemui di era modern.
Pesona Kabut Tipis Pangalengan yang Disulap Jadi Destinasi Wisata Populer
Lokasinya yang berada tepat di tengah hamparan kebun teh Kertamanah membuat atmosfer di sekitar bangunan terasa sangat sejuk sekaligus misterius.
Gumpalan kabut tebal yang kerap turun menyelimuti kawasan Pangalengan pada sore hari secara alami menciptakan aura mencekam yang sangat pas.
Karakteristis visual dan lingkungan yang autentik inilah yang dahulu memikat sutradara Joko Anwar untuk memilih bangunan ini sebagai panggung utama mahakarya film horornya.
Pascaledakan popularitas film Pengabdi Setan di layar lebar, PTPN I Regional 2 bersama pengelola lokal merespons antusiasme publik dengan mengemas kawasan tersebut menjadi destinasi wisata favorit.
Pengelolaan lokasi kini difokuskan pada dua sisi utama, yakni menjual daya tarik nostalgia tempat syuting film horor sekaligus mengedukasi pengunjung mengenai sejarah panjang warisan industri perkebunan teh di Jawa Barat.
Destinasi Estetis Bersejarah yang Wajib Masuk Daftar Liburan
Kini, Rumah Pengabdi Setan tidak lagi identik dengan kesan menyeramkan yang menakutkan, melainkan telah bergeser menjadi spot foto estetis bernuansa vintage bagi para wisatawan muda.
Pengunjung dapat menyusuri tiap sudut ruangan antik, menikmati hawa dingin khas pegunungan, hingga berswafoto dengan latar belakang perkebunan teh yang membentang luas.
Langkah konservasi yang dilakukan oleh pihak BUMN terbukti berhasil menghidupkan kembali aset bersejarah menjadi pusat kegiatan ekonomi baru bagi warga sekitar Pangalengan.
Bagi kalian yang sedang merencanakan agenda akhir pekan, mengunjungi Rumah Pengabdi Setan bisa menjadi pilihan tepat untuk merasakan sensasi wisata sejarah yang berpadu dengan keindahan alam khas Jawa Barat.
Kutipan:
Rilis informasi resmi PTPN I
“Bangunan Rumah Pengabdi Setan berada di kawasan Perkebunan Teh Kertamanah, Pangalengan, Kabupaten Bandung. Rumah ini memiliki nilai sejarah karena dibangun pada 1923 saat perkebunan di Indonesia masih berada dalam pengelolaan pemerintahan kolonial Belanda sebagai rumah dinas pengawas perkebunan.”
Keterangan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bandung
“Lingkungan sekitar rumah dipenuhi hamparan perkebunan teh yang hijau dan sejuk. Kini PTPN I Regional 2 melestarikan sekaligus mengelola kawasan Rumah Pengabdi Setan sebagai destinasi wisata yang mengangkat nilai sejarah dan warisan perkebunan.”
3 Poin Penting:
-
Pemilik Asli Rumah: Rumah lokasi syuting film Pengabdi Setan merupakan aset resmi milik BUMN PTPN I Regional 2 (dahulu PTPN VIII) di kawasan Perkebunan Teh Kertamanah, Pangalengan.
-
Sejarah Bangunan: Berdiri sejak tahun 1923 pada era kolonial Belanda, bangunan bernuansa Eropa ini dulunya difungsikan sebagai rumah dinas bagi pengawas perkebunan teh.
-
Alih Fungsi Wisata: Selain memanfaatkan kepopuleran film Pengabdi Setan, PTPN I mengelola kawasan ini sebagai destinasi wisata sejarah dan edukasi warisan perkebunan teh di Bandung.



