Search

Tinggal 10% Lagi! Pabrik BYD di Subang Siap Ngegas Kuartal I 2026

Sabtu, 6 Desember 2025

BYD Atto 2 (BYD Auto)

Ada update keren dari investasi raksasa otomotif China! Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membocorkan bahwa pembangunan pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, udah hampir rampung, guys!

Menurut Airlangga, progresnya tinggal 10% lagi! Ini tentu kabar baik buat industri mobil listrik Indonesia.

Pabrik ini adalah bagian dari komitmen investasi BYD senilai Rp11,2 triliun dengan target produksi fantastis, yaitu 150 ribu unit mobil listrik per tahun.

Komitmen ini sejalan dengan insentif gede yang digelontorkan pemerintah untuk sektor otomotif, mencapai Rp7 triliun dalam dua tahun.

Dapat Insentif Gede, BYD Wajib Produksi Lokal

BYD emang jadi salah satu brand yang paling happy karena kecipratan insentif pemerintah. Mereka dapat fasilitas pembebasan bea masuk dan juga PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) yang dinolkan.

Gak heran, BYD langsung ngegas jadi merek mobil listrik paling populer di Indonesia dengan distribusi mencapai 30.670 unit sepanjang 2025.

Tapi, insentif ini gak gratisan ya! BYD punya kewajiban buat membangun pabrik di Indonesia. Ketentuannya jelas: ada bank garansi bagi setiap unit impor yang akan hangus kalau mereka enggak menunaikan janji produksi lokal.

Aturan ini sesuai Permen Investasi No. 6 Tahun 2023.

Siap Beroperasi: Start Tahap Terakhir di Awal Tahun

Kepastian soal deadline ini juga diperkuat oleh pihak PT BYD Motor Indonesia. Mereka memastikan bahwa pabriknya bakal beroperasi penuh di kuartal pertama tahun 2026. Gak ada kata mundur, semua harus on time!

Peraturan emang mewajibkan produsen mobil listrik penerima insentif EV CBU (Completely Built Up) harus mulai memproduksi mobil listrik di dalam negeri paling lambat 1 Januari 2026.

Mereka juga harus memproduksi mobil dengan jumlah minimal sama dengan yang sudah diimpor selama rentang 2026 hingga 2027. Jadi, pabrik di Subang ini harus ngebut!

Mobil Listrik RI Nanjak, BYD Jadi Leader

Data distribusi mobil listrik di Indonesia udah nunjukin tren yang positif, lho! Sebanyak 69.146 unit mobil listrik sudah terdistribusi sepanjang tahun 2025.

Dengan capaian 30.670 unit, BYD bener-bener jadi leader di pasar mobil listrik Indonesia. Bahkan sub-brand mewahnya, Denza, juga nyumbang 6.967 unit distribusi.

Komitmen BYD untuk segera memproduksi mobil secara lokal bukan hanya memenuhi janji insentif, tapi juga akan memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi EV di Asia Tenggara.

Ini langkah smart dari pemerintah untuk narik investasi dan memastikan teknologi dan lapangan kerja tercipta di dalam negeri.

Statement:

Luther, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia

“Ini mulai start proses tahap terakhir, harusnya lancar. Itu semua dimulai di kuartal I 2026.”

3 Poin Penting Investasi BYD

  1. Pabrik BYD Hampir Rampung: Pembangunan pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, sudah mencapai 90 persen dan dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal I 2026, dengan nilai investasi Rp11,2 triliun dan kapasitas produksi 150 ribu unit per tahun.

  2. Kewajiban Insentif Produksi Lokal: BYD adalah penerima insentif pembebasan bea masuk dan nol PPnBM, tetapi wajib membangun pabrik. Mereka harus mulai memproduksi mobil listrik di dalam negeri paling lambat 1 Januari 2026 atau bank garansi yang diserahkan akan hangus.

  3. Penguatan Pasar EV Indonesia: Hingga 2025, BYD menjadi merek mobil listrik paling populer di Indonesia dengan distribusi mencapai 30.670 unit dari total distribusi nasional sebanyak 69.146 unit, menegaskan dominasinya di pasar EV domestik.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan