Pasar mobil listrik Indonesia sedang memasuki fase baru. Setelah penjualan kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) tumbuh pesat, produsen kini menghadapi tantangan berikutnya: memperkuat manufaktur di dalam negeri.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) meminta agen pemegang merek (APM) kendaraan listrik serius meningkatkan kandungan lokal menjelang penerapan TKDN 60% pada 2027.
Sekretaris Umum GAIKINDO Kukuh Kumara mengatakan produsen yang sebelumnya mengikuti program insentif pemerintah sebenarnya sudah mengetahui tahapan dan persyaratan TKDN.
Artinya, kenaikan persentase komponen lokal bukanlah aturan yang muncul secara tiba-tiba. “Jadi anggota itu kan pada waktu mereka mau ikut program [insentif], kan ada persyaratannya. Kalau Anda masuk ke sini, syaratnya ada, dan mereka sudah tahu semua,” ujar Kukuh.
Target TKDN Makin Tinggi
Dalam peta jalan pemerintah, batas minimal TKDN kendaraan listrik ditetapkan 40 persen hingga 2026. Angkanya kemudian meningkat menjadi 60% pada 2027–2029 dan ditargetkan mencapai 80% mulai 2030.
Kenaikan ini membuat produsen harus mulai memikirkan lebih serius soal pemasok lokal, komponen utama, hingga rantai pasok di dalam negeri.
Bagi merek yang baru masuk Indonesia, target 60% tentu bukan pekerjaan ringan. Kukuh mengakui realisasi rencana bisnis produsen bisa menghadapi kendala, termasuk volume penjualan yang belum sesuai proyeksi.
Meski begitu, menurut GAIKINDO, produsen yang ingin masuk ke pasar Indonesia tetap perlu memperhitungkan regulasi tersebut sejak awal.
Merek Baru Mulai Ramai Berdatangan
Persaingan kendaraan listrik di Indonesia sendiri makin ramai. Sejumlah merek baru hadir pada 2026 dan memperkenalkan produknya kepada konsumen, termasuk BAW, Changan, iCar, Leapmotor, Solarky, dan Zeekr.
Di segmen kendaraan komersial, Farizon dan SAG juga ikut meramaikan pasar. Kehadiran merek-merek baru ini membuat isu lokalisasi produksi menjadi semakin relevan.
Di sisi lain, sejumlah produsen kendaraan listrik asal China mulai membangun atau mengembangkan fasilitas manufaktur di Indonesia.
BYD telah mengoperasikan fasilitas produksi di Subang, Jawa Barat, sedangkan Wuling sudah memiliki fasilitas manufaktur di Cikarang.
Beberapa merek lain seperti Chery, Geely, BAIC, dan Jetour juga memanfaatkan fasilitas perakitan PT Handal Indonesia Motor (HIM) untuk kendaraan yang dipasarkan di Indonesia.
Pasar EV Sedang Ngebut
Dari sisi permintaan, perkembangan pasar memberikan alasan kuat bagi produsen untuk meningkatkan investasi lokal. Data GAIKINDO yang dikutip dalam materi industri menunjukkan penjualan BEV terus mengalami pertumbuhan signifikan pada 2026.
GAIKINDO sebelumnya juga mencatat pangsa BEV mencapai 15,9 persen pada Maret 2026, menandakan kendaraan listrik mulai mengambil porsi lebih besar dalam pasar mobil nasional.
Pertumbuhan tersebut membuat Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pasar potensial bagi kendaraan listrik.
Pemerintah dan industri juga mendorong agar investasi EV berkembang dari sekadar aktivitas perakitan menuju pendalaman struktur industri, termasuk baterai, komponen utama, dan rantai pasok nasional.
Dengan begitu, meningkatnya penjualan EV diharapkan ikut menciptakan aktivitas ekonomi di dalam negeri.
Statement:
Kukuh Kumara, Sekretaris Umum GAIKINDO
“Nah, itu yang menjadi poin, ya. Kalau mau masuk itu kan, berdasarkan aturan yang ada, memang itu berat ya. Kalau tahun depan, ya Anda harus ikut yang [TKDN] 60%, gitu kan. Itu yang memang menjadi banyak pertanyaan.”
3 Poin Penting:
- TKDN kendaraan listrik naik menjadi 60 persen pada 2027. Setelah berada di 40 persen hingga 2026, target tersebut meningkat menjadi 60 persen pada 2027–2029 dan 80 persen mulai 2030.
- GAIKINDO meminta produsen memperkuat manufaktur lokal. Tantangannya mencakup pengembangan pemasok, komponen, kapasitas produksi, dan rantai pasok agar peningkatan TKDN dapat berjalan.
- Pasar EV Indonesia terus berkembang. Pertumbuhan penjualan membuka peluang bagi Indonesia untuk tidak hanya menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi juga basis produksi dan pengembangan ekosistem EV.



