Tok! Thomas Djiwandono Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI Lewat Fit and Proper Test DPR

Selasa, 27 Januari 2026

Thomas Djiwandono (Antara Foto)

Lantai bursa kebijakan moneter Indonesia baru saja kedatangan kabar gembira yang cukup krusial bagi masa depan ekonomi nasional.

Ketua Komisi XI DPR RI, M. Misbakhun, secara resmi mengumumkan hasil akhir dari rangkaian fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan terhadap Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Hasilnya, Thomas Djiwandono terpilih untuk menduduki posisi strategis tersebut, menggantikan Juda Agung yang telah menyelesaikan masa jabatannya.

Proses seleksi yang berlangsung di Gedung DPR ini bukan sekadar formalitas belaka, melainkan sebuah ujian berat bagi para kandidat untuk memaparkan visi mereka dalam menjaga stabilitas rupiah.

Thomas Djiwandono berhasil tampil memukau di hadapan para anggota dewan, menunjukkan kompetensi yang dinilai paling selaras dengan kebutuhan Bank Indonesia saat ini.

Keputusan ini diambil secara kolektif oleh delapan fraksi yang hadir dalam rapat internal tertutup pasca-uji kelayakan.

Menyingkirkan Kandidat Internal Melalui Seleksi Terbuka

Langkah Thomas menuju kursi Deputi Gubernur tidaklah mudah, karena ia harus bersaing dengan dua sosok senior dari internal Bank Indonesia.

Kedua kandidat tersebut adalah Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Dicky Kartikoyono, dan Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial, Solikin M. Juhro.

Persaingan ketat ini menunjukkan betapa tingginya standar yang ditetapkan oleh Komisi XI DPR dalam mencari pemimpin yang paham seluk-beluk moneter dan sistem pembayaran.

Meskipun Dicky dan Solikin memiliki rekam jejak yang solid di dalam Bank Indonesia, Thomas Djiwandono dinilai memiliki perspektif yang lebih komprehensif untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang makin dinamis.

Transparansi dalam proses seleksi ini memberikan sinyal positif bagi pasar, bahwa penunjukan pejabat teras BI tetap mengedepankan aspek meritokrasi dan visi strategis untuk menjaga daya tahan ekonomi Indonesia di tahun-tahun mendatang.

Hasil Kesepakatan Delapan Fraksi di Komisi XI

Pengumuman kemenangan Thomas Djiwandono dilakukan segera setelah rapat internal pimpinan Komisi XI bersama perwakilan kelompok komisi (poksi).

M. Misbakhun menegaskan bahwa seluruh proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mempertimbangkan banyak aspek, mulai dari penguasaan materi hingga kesiapan mental dalam menghadapi krisis.

Terpilihnya Thomas merupakan buah dari kesepakatan bulat yang diharapkan mampu membawa penyegaran dalam tubuh Dewan Gubernur BI.

Kehadiran Thomas Djiwandono di jajaran Deputi Gubernur Bank Indonesia diprediksi akan memperkuat kolaborasi antara kebijakan moneter dan fiskal.

Sebagai sosok yang sudah tidak asing di dunia keuangan, ia diharapkan mampu meneruskan tongkat estafet program-program prioritas BI, seperti digitalisasi sistem pembayaran (QRIS) hingga penguatan cadangan devisa.

Sinergi ini sangat dibutuhkan agar inflasi tetap terkendali dan pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada pada jalur yang benar.

Harapan Baru untuk Stabilitas Ekonomi Nasional

Setelah pengumuman ini, langkah selanjutnya adalah pelantikan resmi yang akan menandai dimulainya tugas baru Thomas Djiwandono di MH Thamrin.

Publik menanti aksi nyata dari Deputi Gubernur terpilih dalam menavigasi kebijakan suku bunga di tengah ketidakpastian suku bunga global (The Fed).

Fokus pada penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui kebijakan makroprudensial yang akomodatif juga menjadi poin yang sangat dinantikan oleh masyarakat luas.

Dengan berakhirnya drama seleksi di Senayan, perhatian kini beralih pada bagaimana Thomas akan bekerja sama dengan Gubernur BI dan Deputi Gubernur lainnya.

Sinergi internal Bank Indonesia sangat vital untuk menjaga kepercayaan investor asing agar aliran modal tetap masuk ke Indonesia.

Selamat bertugas bagi Thomas Djiwandono, semoga amanah baru ini mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi isi dompet masyarakat Indonesia dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan.

Statement:

M. Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI

“Komisi XI DPR mengadakan rapat internal yang diawali rapat pimpinan komisi sebelas bersama delapan poksi yang hadir. Kami telah melakukan kesepakatan dalam rapat internal bahwa yang menjadi Deputi Gubernur BI pengganti Juda Agung adalah Bapak Thomas Djiwandono.”

3 Poin Penting:

  • Hasil Seleksi: Thomas Djiwandono resmi terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR RI.

  • Kandidat Tereliminasi: Thomas berhasil menyisihkan dua kandidat internal BI, yaitu Dicky Kartikoyono dan Solikin M. Juhro, dalam proses seleksi yang berlangsung ketat.

  • Tujuan Jabatan: Jabatan ini dimaksudkan untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Juda Agung guna memperkuat jajaran Dewan Gubernur Bank Indonesia dalam mengelola kebijakan moneter.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir