Film animasi legendaris Toy Story 5 resmi melakukan pemutaran perdana untuk kalangan jurnalis dan kritikus film di Los Angeles, Amerika Serikat, pada Selasa (9/6/2026).
Menjadi sekuel kelima dari franchise ikonik Pixar, film ini langsung menuai respons sangat positif hanya beberapa jam setelah penayangannya.
Berbagai kritikus film, jurnalis hiburan, hingga pelaku industri perfilman ramai membagikan ulasan awal di media sosial.
Mayoritas memberikan pujian terhadap kualitas cerita, emosi yang kuat, hingga kemampuan Pixar menghadirkan kembali keajaiban yang selama ini menjadi ciri khas seri Toy Story.
Pujian Mengalir dari Kritikus Film Dunia
Kritikus film Scott Menzel menyebut Toy Story 5 berhasil menempatkan diri sejajar dengan tiga film pertama yang dianggap sebagai mahakarya animasi modern.
Menurutnya, film ini menghadirkan kombinasi sempurna antara humor, kehangatan keluarga, dan pesan emosional yang menyentuh hati penonton.
Senada dengan itu, Daniel Baptista dari The Movie Podcast menilai film terbaru Pixar ini sebagai karya yang relevan dengan kondisi saat ini.
Ia menyebut Toy Story 5 bukan sekadar film animasi, melainkan pengalaman yang mampu menghubungkan berbagai generasi melalui kisah yang penuh makna.
Konflik Baru, Mainan vs Teknologi Modern
Dalam saga terbaru ini, Woody, Buzz Lightyear, Jessie, Rex, Hamm, dan kawan-kawan menghadapi tantangan berbeda dari film-film sebelumnya.
Mereka harus menerima kenyataan bahwa Bonnie mulai mengabaikan mainan tradisional dan lebih tertarik pada Lilypad, sebuah perangkat tablet pintar yang mampu menyediakan hiburan digital tanpa batas.
Kehadiran Lilypad menjadi simbol perubahan zaman yang kini membuat anak-anak lebih dekat dengan teknologi dibandingkan mainan fisik.
Konflik antara dunia mainan klasik dan perangkat digital menjadi tema utama yang dinilai sangat relevan dengan kehidupan keluarga modern saat ini.
Jessie Jadi Sorotan, Pixar Kembali ke Performa Terbaik
Editor senior Variety, Jazz Tangcay, menilai Toy Story 5 memberikan porsi cerita yang lebih besar kepada karakter Jessie.
Ia menyebut film ini sebagai salah satu entri terbaik dalam franchise karena berhasil menghadirkan karakter lama dengan pendekatan yang lebih segar dan emosional.
Sementara itu, editor Collider Meredith Loftus mengaku terharu dengan cerita yang diangkat. Menurutnya, eksplorasi hubungan antara teknologi dan mainan melalui sudut pandang Jessie menghasilkan kisah yang mendalam.
Ia bahkan menyamakan kualitas film ini dengan Toy Story 2 dan Toy Story 3 yang selama ini dianggap sebagai puncak kejayaan franchise tersebut.
Siap Tayang di Indonesia Juni 2026
Toy Story 5 disutradarai oleh Andrew Stanton, sosok di balik kesuksesan film animasi besar seperti Finding Nemo, WALL-E, dan Finding Dory.
Stanton juga menjadi penulis utama dalam proyek ini, membawa sentuhan emosional yang kembali menjadi kekuatan utama Pixar Animation Studios.
Film yang sempat diumumkan pada 2023 ini akan resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 17 Juni 2026.
Dengan gelombang ulasan positif yang terus bermunculan, Toy Story 5 diprediksi menjadi salah satu film animasi paling sukses dan paling dibicarakan sepanjang tahun ini.
Statement:
Scott Menzel, Kritikus Film
“Toy Story kali ini berada di peringkat yang sama dengan tiga film pertama, menghadirkan perpaduan sempurna antara humor, kehangatan, dan keajaiban khas Pixar.”
Daniel Baptista, The Movie Podcast
“Ini pengalaman yang menentukan generasi. Cerita yang tepat yang kita butuhkan saat ini.”
Jazz Tangcay, Variety
“Toy Story 5 adalah kesempurnaan yang ajaib dan murni. Jessie akhirnya mendapatkan cerita yang pantas dia dapatkan.”
3 Poin Penting:
- Toy Story 5 mendapatkan respons sangat positif dari kritikus film internasional setelah pemutaran perdana di Los Angeles.
- Film menghadirkan konflik baru antara mainan tradisional dan teknologi digital melalui karakter Lilypad.
- Toy Story 5 disebut sebagai salah satu karya terbaik Pixar dalam beberapa tahun terakhir dan akan tayang di Indonesia pada 17 Juni 2026.



