Toyota dilaporkan akan mulai mengandalkan komponen buatan Tiongkok untuk menekan biaya produksi di Thailand. Strategi ini akan dimulai seiring rencana Toyota untuk memproduksi mobil listrik di Asia Tenggara pada tahun 2028.
Menurut laporan dari 36Kr, langkah ini merupakan yang pertama kalinya bagi produsen mobil besar Jepang untuk secara langsung membawa perusahaan komponen Tiongkok ke pasar Thailand.
Toyota telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan Tiongkok. Salah satunya adalah Wuhu Yuefei New Sound-Absorbing Materials, yang ber- joint venture dengan Summit Group untuk membangun pabrik di Thailand. Pabrik ini nantinya akan memasok komponen untuk Toyota.
Selain itu, Toyota juga mendorong para pemasok Jepang untuk menggunakan produk dari perusahaan Tiongkok seperti Zhejiang Kaihua Mould dan Kingfa Science & Technology untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya produksi hingga 20-30%.
Menghadirkan Mobil Listrik yang Lebih Terjangkau
Seorang eksekutif dari grup Toyota menjelaskan bahwa tujuan utama dari strategi ini adalah untuk mengembangkan kendaraan listrik dengan harga lebih terjangkau di Asia Tenggara.
Proyek seperti bZ3X disebut-sebut akan menjadi salah satu model yang akan menggunakan komponen dari Tiongkok. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Toyota di pasar mobil listrik yang kompetitif.
Persaingan dengan Merek Tiongkok di Asia Tenggara
Keputusan Toyota ini juga merupakan respons terhadap meningkatnya dominasi merek mobil Tiongkok di pasar Asia Tenggara, terutama sejak diberlakukannya perjanjian perdagangan bebas ASEAN-Tiongkok.
Masuknya komponen berbiaya rendah dari Tiongkok membuka jalan bagi merek-merek ini untuk membangun basis produksi dan menantang dominasi mobil Jepang yang sudah mapan.

![Xiaomi YU7 GT [dok xiaomi]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Suv.jpg-300x200.webp)

