Pernah kebayang nggak, gedung senilai puluhan miliar yang seharusnya jadi pusat ibadah dan asrama haji malah berubah jadi zombie building yang mencekam?
Itulah nasib pilu Gedung Islamic Center di Desa Srimahi, Tambun Utara. Bangunan yang pembangunannya terhenti sejak 2012 karena isu korupsi ini kini berdiri layaknya monumen kegagalan.
Dindingnya retak-retak, catnya mengelupas, dan aura negatif seolah memancar dari setiap sudut beton yang mulai rapuh dipreteli waktu.
Kondisi yang terbengkalai ini bikin suasana gedung jadi sangat wingit, bahkan saat matahari masih terik. Angin yang berembus di lorong-lorong gelap membawa bau lembap dan debu tua yang bikin napas terasa berat.
Bukannya jadi tempat suci, gedung ini justru jadi saksi bisu berbagai hal menyimpang. Simbol harapan yang runtuh ini perlahan berganti wajah menjadi lokasi paling dihindari sekaligus paling dicari oleh mereka yang haus akan adrenalin.
Sisi Gelap di Lantai Dua dan Patroli Penjaga Moral
Pak Kojek, mantan ketua RT setempat, jadi saksi hidup betapa mirisnya penyalahgunaan gedung ini. Hampir setiap hari, ia harus melakukan patroli bukan untuk menjaga aset, tapi buat “menjaring” para pelajar yang kedapatan berbuat maksiat.
Lantai dua dan ruangan-ruangan gelap di kamar mandi sering banget dijadikan lokasi favorit pasangan muda-mudi dari luar daerah untuk bersembunyi.
Suasana yang sepi dan tanpa penjagaan resmi bikin mereka merasa aman, padahal ada bahaya lain yang mengintai.
Pak Kojek bilang bahwa hampir tiap hari ia nangkepin pelajar mesum. Biasanya, satu motor yang terparkir asing di depan gedung sudah jadi alarm buat beliau untuk segera bertindak.
Mirisnya, para pendatang ini menganggap tempat ini adalah zona bebas, tanpa tahu kalau perilaku tidak pantas mereka justru menambah pekat energi negatif yang sudah lama mendekam di bangunan tersebut.
Maksiat yang berulang seolah menjadi “makanan” bagi sesuatu yang tak kasat mata di sana.
Wisata Mistis dan Teror Dingin yang Menusuk Tulang
Saat senja menghilang, wajah gedung ini berubah drastis. Jika siang hari diisi cerita maksiat, malam hari gedung ini justru ramai dikunjungi para pemburu wisata mistis.
Kelompok anak muda dari Jakarta, Bandung, hingga Tangerang sering datang membawa kamera demi konten horor.
Namun, nggak sedikit yang pulang dengan wajah pucat pasi. Hawa dingin ekstrem yang muncul tiba-tiba—padahal cuaca sedang cerah—sering kali menyambut mereka tepat saat melangkahkan kaki ke dalam lobi.
Fenomena suhu yang drop drastis ini bukan cuma sugesti. Banyak pengunjung yang merasa bulu kuduk berdiri tanpa sebab dan napas mendadak sesak.
Suara langkah kaki yang berkeliling di ruangan kosong sering terdengar jelas, seolah ada “tuan rumah” yang sedang memantau tamu-tamu tak diundang itu.
Saat ditoleh, lorong gelap hanya menyisakan keheningan yang menyiksa. Inilah alasan mengapa Islamic Center Tambun Utara kini dicap sebagai salah satu simpul energi paling angker.
Sosok Tanpa Wajah dan Bisikan di Balik Kegelapan
Salah satu urban legend yang paling sering dibicarakan adalah penampakan sosok diam di lantai dua. Bayangan hitam itu berdiri tegak tanpa wajah yang jelas, hanya mengawasi dari kejauhan.
Beberapa kreator konten yang mencoba melakukan investigasi sering kali mengalami gangguan di luar nalar, mulai dari alat elektronik yang mati mendadak sampai bisikan lirih yang memanggil nama.
Yang paling bikin merinding, suara azan terkadang terdengar samar dari dalam gedung meski tidak ada listrik maupun pengeras suara.
Warga sekitar percaya bahwa gedung ini “kosong tapi tidak sepi.” Ada entitas yang merasa terganggu oleh aktivitas negatif manusia, mulai dari miras hingga perbuatan asusila yang sering terjadi di sana.
Suasana yang berat dan aura yang sulit dijelaskan secara logika bikin warga lokal sendiri memilih untuk jaga jarak.
Mereka hanya berani melintas di depannya jika benar-benar perlu, karena bagi mereka, bangunan itu seolah punya mata yang selalu mengawasi siapa pun yang lewat.
Cermin Kegagalan yang Menghantui Masa Depan
Gedung Islamic Center ini sebenarnya adalah cermin besar dari ketamakan dan kelalaian manusia. Berawal dari niat baik yang tercemar dana haram korupsi, bangunan ini akhirnya menjadi wadah bagi segala hal yang gelap.
Para paranormal menyebutnya sebagai simpul energi negatif yang sangat tebal karena tumpukan emosi kecewa, marah, dan perbuatan dosa yang dilakukan di dalamnya.
Selama bangunan ini dibiarkan membusuk tanpa ada upaya “penyucian” atau renovasi, cerita horor ini dipastikan nggak akan pernah tamat.
Bagi kamu yang penasaran ingin menguji nyali, ingatlah satu hal: jangan pernah menantang atau berbuat sembarangan di tempat seperti ini. Islamic Center Tambun Utara mengajarkan kita bahwa tempat yang ditinggalkan bisa menjadi sarang masalah, baik secara nyata maupun gaib.
Luka panjang dari proyek gagal ini masih terus menganga, dan setiap malam, bayangannya akan terus menghantui siapa pun yang berani mendekat. Tetap waspada, karena tidak semua yang kosong itu benar-benar aman.
[get/man]



