Search
Search
Search

Tragis! Niat Nonton Pawai HUT Ke-81 RI, Balita di Bone Tewas Digilas Minibus Oknum Perwira Polisi

Kamis, 6 Agustus 2026

Ilustrasi balita tewas (pexels)

Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang diwarnai riuk pikuk pawai dan perlombaan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mendadak berubah menjadi duka mendalam.

Seorang balita berinisial GN (4) tewas secara mengenaskan usai sepeda motor yang ditumpanginya ditabrak dari arah belakang oleh sebuah minibus yang nekat menerobos lampu merah.

Insiden tragis tersebut menjadi pukulan berat bagi keluarga korban di tengah atmosfer perayaan kemerdekaan.

Kecelakaan maut tersebut terjadi pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 14.00 WITA di perempatan Jalan Ahmad Yani – Jalan MT Haryono, Kelurahan Watampone, Kecamatan Taneteriattang.

Peristiwa berdarah ini bermula ketika korban bersama ibunya, Hermiati (45), berboncengan dengan sepeda motor yang dikendarai oleh sang kakak, Masrur (19).

Bertolak dari rumah, keluarga ini sejatinya berniat menuju Lapangan Merdeka untuk menyaksikan kemeriahan pawai kemerdekaan.

Tabrakan Maut di Lampu Merah dan Duka Sang Kakak

Niat mulia untuk menikmati suasana pesta rakyat justru berujung nestapa saat sepeda motor mereka berhenti di lampu merah perempatan jalan.

Tanpa diduga, sebuah minibus dengan nomor polisi DD 1315 BL melaju kencang dari arah belakang dan langsung meremukkan motor korban. Benturan keras tersebut melempar tubuh para penumpang sepeda motor ke badan jalan hingga mengakibatkan cedera parah.

Mengenai detik-detik insiden mengerikan tersebut, kakak korban memberikan kesaksian resminya. Ibu dan kakak korban menderita luka-luka, sementara nyawa balita GN tak tertolong meski sempat dievakuasi ke RSUD Tenriawaru Bone.

Keterlibatan Oknum Perwira Polisi dan Penanganan Propam

Insiden kecelakaan (kompas.com)

Usai kejadian, fakta mengejutkan terkuak dari hasil penelusuran di lokasi. Pengemudi minibus maut berbobot berat tersebut ternyata merupakan seorang oknum perwira polisi berinisial Ipda MA yang bertugas di jajaran Polres Bone.

Minibus bernomor polisi DD 1315 BL itu juga diketahui milik salah satu Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) di wilayah hukum Polres Bone, yang saat kejadian mengangkut dua orang penumpang lainnya.

Terkait status pengemudi serta langkah penanganan hukum atas kecelakaan yang melibatkan personil kepolisian ini, pihak kepolisian setempat memberikan konfirmasi resminya.

Saat ini pengemudi telah diamankan oleh pihak Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Bone.

Dugaan Penyebab Rem Blong dan Proses Investigasi

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal yang dilakukan oleh tim Polantas Polres Bone, kecelakaan maut ini diduga kuat dipicu oleh kegagalan sistem pengereman atau rem blong pada kendaraan minibus.

Kondisi rem yang tidak berfungsi membuat pengemudi kehilangan kendali hingga akhirnya menabrak antrean kendaraan di perempatan jalan dan menerobos sinyal lampu merah.

Pihak kepolisian memastikan bahwa pengusutan kasus akan dilakukan secara transparan dan profesional.

Penegakan Hukum Transparan Demi Keadilan Korban

Kejadian yang merenggut nyawa balita GN ini menyita perhatian luas dari masyarakat Kabupaten Bone. Publik mendesak agar proses hukum terhadap oknum perwira penabrak berjalan sesuai prosedur yang berlaku tanpa adanya keistimewaan.

Jasad balita GN yang sempat disemayamkan di rumah duka Jalan MT Haryono dijadwalkan dimakamkan oleh pihak keluarga pada Kamis (6/8/2026).

Penanganan kasus secara adil dan transparan diharapkan dapat memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban yang ditinggalkan di tengah duka perayaan kemerdekaan.

Statement:

Masrur, kakak korban (mengemudi motor)

“Saya mau ke Lapmer (Lapangan Merdeka) nonton pawai kemerdekaan tapi di lampu merah saya ditabrak sama mobil dari arah belakang. Adekku jatuh ke kanan dan saya temukan di ban belakang mobil.”

AKP Riyanda Putra Utama, Kasat Lantas Polres Bone

“Benar bahwa pengemudi roda empat adalah salah satu perwira yang bertugas di Polres Bone dan telah mengamankan diri ke Mapolres Bone beberapa saat setelah kejadian.”

“Kasus masih ditangani oleh Satlantas namun karena melibatkan personel kepolisian maka kami bekerja sama dengan pihak Propam Polres Bone. Hasil penyelidikan sementara kecelakaan lalu lintas ini akibat rem blong dan saat kejadian ada tiga orang di dalam mobil.”

3 Poin Penting:

  • Tragedi Pawai Kemerdekaan: Seorang balita GN (4) tewas terlindas minibus saat berhenti di lampu merah saat hendak menonton pawai HUT ke-81 RI di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

  • Keterlibatan Oknum Polisi: Pengemudi minibus maut bernopol DD 1315 BL merupakan oknum perwira polisi berinisial Ipda MA yang kini telah menyerahkan diri dan diamankan oleh Propam Polres Bone.

  • Dugaan Rem Blong: Hasil penyelidikan awal Satlantas Polres Bone mengindikasikan kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh kelalaian akibat rem blong pada kendaraan minibus.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan