Demam sepak bola dunia makin terasa banget nih, Sobat Sport! Sebagai pemegang hak siar resmi FIFA World Cup 2026 di Indonesia, TVRI nggak main-main dalam menjaga eksklusivitas turnamen paling bergengsi ini.
Mulai Mei 2026, stasiun televisi pemersatu bangsa ini resmi memperketat aturan main buat siapa pun yang mau ikutan euforia pesta bola tanpa izin resmi.
Langkah tegas ini diambil bukan tanpa alasan, tapi buat melindungi hak kekayaan intelektual (HAKI) milik FIFA.
TVRI pengin mastiin kalau semua konten yang tayang bener-bener sesuai standar internasional.
Jadi, buat kalian yang punya rencana bikin event atau konten seputar Piala Dunia, mending simak baik-baik biar nggak berurusan sama masalah hukum yang ribet di kemudian hari.
No Logo, No Problem? Jangan Coba-Coba Pakai Identitas FIFA Tanpa Izin!
Aturan pertama yang paling krusial adalah larangan penggunaan logo dan nama resmi.
Pihak luar, mulai dari penyelenggara nonton bareng (nobar), kafe kekinian, sampai kreator konten di media sosial, dilarang keras nyomot logo resmi Piala Dunia 2026 tanpa izin tertulis.
Nggak cuma logo, penggunaan judul kayak “World Cup 2026” atau “Road to World Cup” dalam promosi digital juga jadi hal yang terlarang banget kalau kamu belum punya lisensinya.
Nggak cuma soal visual, urusan nobar juga makin diperketat. Mau itu nobar komersial yang narik biaya tiket atau sekadar nobar seru-seruan bareng komunitas, semuanya wajib punya lisensi dari TVRI.
Jangan sampai niat awal mau seru-seruan bareng temen satu tongkrongan malah berakhir zonk karena melanggar aturan identitas visual FIFA dalam materi promosi yang kamu sebar di grup WhatsApp atau Instagram.
Iklan Anti-Sela: Fokus Nonton Pertandingan Tanpa Gangguan Layar
Ada kabar baik buat penonton setia, tapi jadi tantangan buat para pengiklan.
TVRI menegaskan kalau selama pertandingan berlangsung, baik siaran langsung maupun tunda, layar televisi wajib menampilkan pertandingan secara penuh.
Artinya, nggak bakal ada lagi iklan yang tiba-tiba muncul memotong keseruan lewat format split screen atau picture-in-picture yang sering bikin sakit mata dan ganggu fokus saat bola lagi digiring ke gawang lawan.
Iklan cuma boleh nampang di waktu-waktu tertentu yang sudah ditentukan, yaitu sebelum kick-off, saat jeda babak pertama (halftime), atau setelah peluit panjang tanda pertandingan selesai dibunyikan.
Aturan ini bikin pengalaman nonton 104 pertandingan yang bakal disiarkan TVRI Nasional dan TVRI Sport mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 jadi lebih maksimal dan emosional buat seluruh rakyat Indonesia.
Batasan Konten Media Lain: Jangan Asal Comot Cuplikan Gol!
Buat rekan-rekan media TV lain atau portal berita online, TVRI juga ngasih pagar pembatas yang jelas.
Penggunaan cuplikan pertandingan atau highlight gol-gol cantik cuma diizinkan maksimal durasi 1,5 menit saja.
Itu pun ada syarat mutlak yang nggak boleh ketinggalan, yaitu wajib mencantumkan sumber alias courtesy TVRI secara jelas di dalam video tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap pemegang hak siar resmi.
Kebijakan ini diambil demi menjaga integritas penyiaran dan menghargai investasi besar yang sudah dikeluarkan untuk membawa kemeriahan Piala Dunia ke ruang tamu masyarakat.
Dengan total 104 pertandingan yang bakal tayang, TVRI berkomitmen memberikan kualitas tayangan terbaik tanpa adanya gangguan dari pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan secara tidak sah dari konten milik FIFA.
3 Poin Penting:
-
Penggunaan logo, nama resmi “World Cup 2026”, dan identitas visual FIFA dalam promosi tanpa izin resmi dari TVRI adalah pelanggaran hukum.
-
Penyelenggaraan nobar, baik komersial maupun non-komersial, wajib memiliki lisensi resmi dan dilarang menyisipkan iklan saat pertandingan berlangsung di layar utama.
-
TVRI akan menayangkan total 104 pertandingan secara penuh mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 melalui kanal TVRI Nasional dan TVRI Sport.
[gas/man]
![Arsenal [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/pl56gNBKci.jpeg-300x169.webp)


