Search
Search
Search

Ular Langka Muncul Lagi di India Setelah 154 Tahun, Bikin Ilmuwan Heboh

Kamis, 8 Oktober 2026

Afro-Asian sand snake (Getty images)

Petugas kehutanan India dibuat terkejut setelah menemukan seekor ular langka yang keberadaannya tidak lagi tercatat secara meyakinkan di distrik Kutch selama lebih dari 150 tahun.

Ular tersebut adalah Afro-Asian sand snake, reptil semi berbisa yang kembali teridentifikasi di kawasan itu setelah terakhir tercatat pada 1872.

Penemuan tersebut terjadi pada malam 6 September 2026 di sekitar Kala Dungar, titik tertinggi di Kutch.

Petugas kehutanan Jayesh Dumadiya bersama tim awalnya sedang menangani seekor ular royal berkepala hitam (black-headed royal snake) yang cukup umum dijumpai.

Namun, perhatian mereka kemudian tertuju pada ular lain yang bentuknya berbeda dan belum pernah dilihat Dumadiya sebelumnya.

Dokumentasi Jadi Kunci Identifikasi

Merasa menemukan sesuatu yang tidak biasa, Dumadiya langsung mengambil foto dan merekam video ular tersebut. Dokumentasi itu kemudian dikirim kepada sejumlah ahli, penyelamat ular, dan ilmuwan untuk memastikan spesiesnya.

Langkah sederhana tersebut akhirnya membuka kembali catatan zoologi yang telah berusia lebih dari satu abad.

Catatan 1872 Kembali Terungkap

Hasil identifikasi ilmuwan memastikan ular tersebut merupakan Afro-Asian sand snake, spesies yang terakhir tercatat di Kutch pada 1872.

Memang sempat ada dua atau tiga laporan penampakan setelahnya, tetapi laporan tersebut belum mendapatkan konfirmasi sehingga keberadaan spesies ini di wilayah tersebut masih menjadi tanda tanya.

Dheeraj Mittal, Konservator Hutan, menyebut catatan terakhir yang terverifikasi berkaitan dengan perjalanan naturalis Ferdinand Stoliczka di India pada era 1870-an.

Saat itu, Stoliczka melakukan perjalanan untuk mengumpulkan berbagai spesimen zoologi yang kemudian menjadi bagian penting dari catatan sejarah keanekaragaman hayati kawasan tersebut.

Seperti Menemukan Kembali Spesies Lama

Mittal menilai penampakan terbaru ini menjadi catatan penting karena tim kehutanan akhirnya dapat melihat dan mendokumentasikan langsung ular tersebut.

Setelah puluhan dekade tanpa bukti fisik yang kuat, kemunculannya pada 2026 seolah menjadi “pertemuan kembali” dengan spesies yang sebelumnya hanya dikenal melalui catatan sejarah.

Pengingat Soal Biodiversitas Kutch

Afro-Asian sand snake diketahui mampu beradaptasi di lingkungan yang kering dan gersang. Ular ini juga memangsa hewan-hewan kecil, termasuk kadal dan hewan pengerat.

Kemampuan tersebut membuat spesies ini dapat bertahan di lanskap Kutch yang memiliki kondisi lingkungan cukup ekstrem.

Bagi pihak kehutanan, penemuan ini bukan sekadar momen langka bagi pecinta reptil. Dokumentasi penampakan tersebut direncanakan untuk dikaji dan dicatat lebih lanjut dalam jurnal ilmiah.

Temuan ini sekaligus memperlihatkan bahwa kawasan Kutch masih menyimpan kekayaan hayati yang belum sepenuhnya terungkap dan membutuhkan penelitian serta perlindungan berkelanjutan.

Statement:

Dheeraj Mittal, Konservator Hutan

“Ini adalah penampakan langka dan semacam catatan kedua setelah rekam jejak tahun 1872. Terdapat catatan historisnya, namun kami baru berhasil melihat dan merekam reptil tersebut kembali setelah sekian tahun lamanya.”

3 Poin Penting:

  • Afro-Asian sand snake kembali teridentifikasi di Kutch setelah terakhir tercatat secara historis pada 1872.
  • Penemuan terjadi saat patroli kehutanan di sekitar Kala Dungar pada malam 6 September 2026 dan berhasil didokumentasikan.
  • Temuan akan dikaji lebih lanjut secara ilmiah sebagai bukti penting mengenai keanekaragaman hayati Kutch.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan