Unjuk Rasa di Jakarta: Warga Diimbau Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas

Senin, 1 September 2025

Ilustrasi demo (istimewa)

Sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di berbagai titik di Jakarta pada hari Senin (1/9/2025).

Aksi ini diperkirakan akan menyebabkan kepadatan lalu lintas di beberapa ruas jalan. Pengguna jalan diimbau untuk mengantisipasi dan memilih rute alternatif.

Menurut catatan Polres Metro Jakarta Pusat, seperti ditulis Kompas.com, setidaknya ada tujuh lokasi demo yang tersebar di kawasan Tanah Abang, Gambir, Senen, Menteng, hingga Sawah Besar. Berbagai tuntutan disampaikan oleh para demonstran dari berbagai kelompok, di antaranya:

  • Aliansi BEM Tangerang Selatan di depan Gedung DPR/MPR RI menuntut penyelesaian kasus pelanggaran HAM 1998, pengesahan RUU Perampasan Aset, penurunan gaji DPR, penolakan RUU KUHAP, dan penolakan sejumlah program strategis nasional.
  • Mantan dosen Universitas Muhammadiyah Madiun di depan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terkait kasus dugaan ijazah ilegal.
  • Koalisi Mahasiswa Nusantara (Kamnas) di Kantor Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), Gambir, mendesak pengusutan dugaan korupsi distribusi anggaran beasiswa.
  • Lembaga Bantuan Hukum DPD KNPI DKI Jakarta di Silang Selatan Monas menyoroti kasus kematian pengemudi ojek online.
  • Pengurus Pusat PMKRI di Silang Selatan Monas menuntut pencopotan Kapolri dan menteri rangkap jabatan, serta penghentian program makan bergizi gratis.
  • Kelompok Bangun Indonesia Maju di depan Sat Brimob Polda Metro Jaya menyoroti dugaan tindakan represif anggota Brimob terhadap pengemudi ojek online.
  • Komunitas Pemantau Korupsi di Kantor DPP Partai Nasdem, Menteng, menuntut pemeriksaan terhadap kader Nasdem terkait dugaan korupsi.
  • Gerakan Mahasiswa Pejuang Rakyat (Gempar) di depan Kementerian Agama RI, Sawah Besar, menuntut pengusutan dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji.
  • Gerakan Muda Anti Korupsi di depan kantor BPS RI, Sawah Besar, mendesak evaluasi kinerja lembaga tersebut.

Polres Metro Jakarta Pusat mengimbau agar pengguna jalan menghindari ruas jalan yang menjadi titik aksi dan memantau informasi lalu lintas terkini.

Statement:

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Ruslan Basuki

“Aksi dilaksanakan sesuai dengan pemberitahuan.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir