Search

Upwelling Kuat Bikin Hiu Nyasar: Perubahan Alam dan Polusi Jadi Kombinasi Maut yang Nenggelamin Hiu Tutul

Kamis, 11 Desember 2025

Hiu tutul (ist)

Guys, kasus hiu tutul terdampar tuh gabungan horor antara perubahan alam dan aktivitas manusia! BMKG dan para peneliti sepakat arus naik (upwelling) yang kuat adalah aktor utama yang menarik hiu paus ke pesisir, tapi polusi limbah dan jaring nelayan juga ikut membunuh mereka.

Studi Scientific Reports menjelaskan kalau pesisir selatan Jawa mengalami upwelling kuat pada Juni-November.

Fenomena ini membawa air dingin dan kaya nutrien, memicu ledakan plankton dan ikan kecil yang menjadi makanan hiu tutul.

Ancaman Cuaca dan Suhu Laut

Meskipun hiu tertarik untuk mencari makan musiman di area dangkal, mereka kemudian terjebak oleh kondisi cuaca.

Gelombang tinggi lebih dari 1,5 meter yang dipicu upwelling bisa mendorong hiu ke wilayah pesisir, seperti pada kasus hiu 1 ton di Purworejo.

Selain itu, penurunan suhu laut secara drastis ke kisaran 26–28 derajat celcius juga berpotensi mengganggu kemampuan navigasi hiu paus yang sensitif.

Model statistik bahkan menetapkan gelombang tinggi adalah prediktor paling signifikan kejadian terdampar.

Limbah Tambak dan Jaring Nelayan

Para peneliti menekankan aktivitas manusia juga memainkan peran penting dalam kematian hiu paus.

Ini termasuk paparan toksin dari limbah tambak dan proses eutrofikasi yang terbukti dari penelitian necropsi di Kebumen. Limbah ini menyebabkan degenerasi hati dan kerusakan ginjal hiu.

Gak cuma polusi, jaring nelayan kayak drift gillnet dan sero juga menyebabkan stres, kelelahan, hingga mati pada hiu.

Pada saat yang sama, intervensi warga desa yang bermaksud baik tapi salah tindakan juga sering memicu kematian hiu yang lemah di pantai.

Perlunya Penyelidikan Lanjutan dan Konservasi

Temuan ini mendesak pemerintah dan organisasi konservasi buat melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap dampak limbah di perairan pesisir serta mengetatkan regulasi terkait alat tangkap nelayan di area mencari makan hiu paus.

Statement:

Para peneliti dalam studi ‘Spatio-temporal patterns, trends, and oceanographic drivers of whale shark strandings in Indonesia’ (via Scientific Reports)

“Meskipun peristiwa alam diidentifikasi sebagai faktor utama yang berkontribusi pada terdamparnya hiu tutul, aktivitas manusia juga mungkin memainkan peran penting dan memerlukan penyelidikan lebih lanjut.”

3 Poin Penting:

  1. Kombinasi Faktor Alam dan Antropogenik: Kasus terdampar disebabkan kombinasi faktor alam (arus naik/upwelling kuat, gelombang tinggi, penurunan suhu laut) dan aktivitas manusia (limbah tambak/toksin, jaring nelayan).

  2. Bukti Kerusakan Internal: Penelitian necropsi menunjukkan indikasi degenerasi hati dan kerusakan ginjal hiu akibat paparan toksin dari limbah tambak dan eutrofikasi, menggarisbawahi kualitas perairan pesisir yang buruk.

  3. Pentingnya Regulasi dan Edukasi: Mengingat peristiwa alam menarik hiu ke area dangkal, diperlukan penyelidikan lanjutan terhadap dampak aktivitas manusia dan edukasi warga agar tidak menarik hiu yang lemah ke pantai.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan