Search

Vietnam Salip Thailand! Jadi Pasar Penerbangan Terbesar Kedua di Asia Tenggara, Indonesia Masih Memimpin

Selasa, 18 Agustus 2026

Vietnam Airlines (ist)

Peta industri penerbangan komersial di kawasan Asia Tenggara resmi mengalami pergeseran peta kekuatan yang sangat mengejutkan pada Agustus 2026.

Berdasarkan laporan riset terbaru dari lembaga analisis data penerbangan global OAG, Vietnam sukses menyalip posisi Thailand dan resmi mengamankan takhta sebagai pasar penerbangan komersial terbesar kedua di Asia Tenggara.

Keberhasilan lonjakan ini ditentukan dari total ketersediaan kapasitas kursi penerbangan yang disediakan.

Laporan OAG mencatat kapasitas penerbangan Vietnam sukses menyentuh angka 7,3 juta kursi pada Agustus 2026.

Angka ini mencatatkan lonjakan pertumbuhan hingga 10% jika dibandingkan dengan periode Agustus 2025, sekaligus memahkotai Vietnam sebagai negara dengan laju pertumbuhan pasar udara tercepat di kawasan regional.

Vietnam kini menempel ketat Indonesia yang masih bertengger kokoh di posisi puncak pasar penerbangan Asia Tenggara dengan total kapasitas mencapai 11 juta kursi.

Perlambatan Pasar Regional dan Anjloknya Kapasitas Penerbangan Thailand

Kenaikan posisi Vietnam ini berbanding terbalik dengan kondisi pasar penerbangan Thailand yang terpaksa melorot ke peringkat ketiga. Thailand mencatatkan penurunan kapasitas sebesar 1,7% secara tahunan (year-on-year) dengan total 7,2 juta kursi.

Perubahan peta persaingan ini terdeteksi mulai bergerak sejak Juli 2026 dan makin kukuh memasuki bulan Agustus.

OAG mengindikasikan bahwa pergeseran posisi ini terjadi di tengah perlambatan pertumbuhan kapasitas penerbangan Asia Tenggara secara keseluruhan yang hanya naik tipis 0,8% menjadi 51 juta kursi.

Penurunan kapasitas di beberapa negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, dan Filipina disinyalir sebagai dampak langsung dari dinamika krisis Timur Tengah yang mengerek kenaikan biaya bahan bakar pesawat serta melambungkan beban biaya hidup masyarakat.

Pasar Domestik Melesat dan Dominasi Vietnam Airlines di Kancah Regional

Pertumbuhan masif Vietnam tidak hanya ditopang oleh rute penerbangan internasional, melainkan juga didorong oleh ledakan pasar domestik.

Kapasitas penerbangan domestik di Vietnam melesat 13,8% menjadi lebih dari 4,7 juta kursi, mencatatkan pertumbuhan rute domestik paling agresif di kawasan Asia Tenggara.

Indonesia sendiri mempertahankan takhta pasar domestik terbesar dengan 8,8 juta kursi.

Di sisi persaingan antar maskapai, maskapai nasional Vietnam Airlines secara impresif menduduki posisi pertama sebagai maskapai dengan kapasitas terbesar di Asia Tenggara pada Agustus 2026.

Mengoperasikan 2,8 juta kursi (tumbuh 8,2 persen), Vietnam Airlines sukses mengungguli deretan raksasa penerbangan regional seperti AirAsia (2,48 juta kursi) dan Lion Air (2,33 juta kursi).

Lonjakan Bandara Hanoi dan Akselerasi Penumpang Pesawat 2026

Kinerja positif sektor penerbangan Vietnam juga tecermin dari pertumbuhan infrastruktur bandara utamanya. Bandara Internasional Hanoi mencatatkan pertumbuhan kapasitas sebesar 12,2% menjadi 2,12 juta kursi.

Laju pertumbuhan lalu lintas tersebut tercatat sebagai yang paling kencang di antara jajaran bandara-bandara utama di kawasan Asia Tenggara.

Sejalan dengan ketersediaan kursi maskapai, Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam (CAAV) melaporkan pergerakan penumpang di bandara Vietnam telah menembus angka 76 juta orang sepanjang periode Januari hingga Juli 2026.

Angka ini didominasi oleh ledakan penumpang internasional yang tumbuh lebih dari 11% secara tahunan hingga mencapai hampir 30 juta penumpang.

Prospek Kargo dan Ambisi Pembangunan Infrastruktur Penerbangan

Secara keseluruhan, CAAV menargetkan sektor penerbangan Vietnam dapat melayani hingga 94 juta penumpang dan 1,6 juta ton kargo sepanjang tahun 2026.

Demi merealisasikan target jumbo tersebut, otoritas terkait terus menggenjot efisiensi operasional landasan pacu, memberikan kemudahan ekspansi armada bagi maskapai, serta mempercepat pembangunan proyek bandara megah baru seperti Bandara Internasional Long Thanh.

Kombinasi antara akselerasi infrastruktur penerbangan dan tingginya permintaan mobilisasi wisata membuat posisi Vietnam makin strategis di kancah penerbangan internasional.

Pencapaian melampaui Thailand ini menjadi bukti konkret betapa agresifnya ekspansi konektivitas udara yang sedang digalang oleh Vietnam.

Kutipan:

Laporan Resmi OAG (Perusahaan Data & Analisis Penerbangan Global)

“Kapasitas penerbangan Vietnam mencapai 7,3 juta kursi pada Agustus 2026 atau tumbuh 10 persen. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya permintaan perjalanan udara yang didukung keberadaan sejumlah bandara besar di berbagai wilayah Vietnam.”

3 Poin Penting:

  • Vietnam Geser Thailand: Vietnam resmi menjadi pasar penerbangan komersial terbesar kedua di Asia Tenggara pada Agustus 2026 dengan kapasitas 7,3 juta kursi, berada di bawah Indonesia (11 juta kursi).

  • Vietnam Airlines Jadi yang Terbesar: Vietnam Airlines memimpin sebagai maskapai dengan kapasitas kursi terbesar di Asia Tenggara (2,8 juta kursi), melampaui AirAsia dan Lion Air.

  • Target 94 Juta Penumpang: CAAV memproyeksikan industri penerbangan Vietnam melayani 94 juta penumpang sepanjang tahun 2026 yang didukung percepatan infrastruktur bandara baru seperti Long Thanh.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan