Aksi nekat dilakukan oleh seorang pemuda bernama Hafiz Mahendra (25) di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada Rabu (25/2).
Hafiz yang mengemudikan Toyota Calya dengan nomor polisi D 1640 AHB ini mendadak viral di media sosial setelah tertangkap kamera melakukan aksi lawan arah yang sangat membahayakan pengguna jalan lain.
Bukannya tanpa alasan, tindakan berbahaya tersebut rupanya dipicu oleh rasa panik yang luar biasa saat petugas kepolisian mencoba memberhentikannya di tengah jalan.
Setelah diusut lebih dalam, alasan di balik kepanikan Hafiz ternyata karena dirinya menggunakan pelat nomor palsu pada kendaraan yang dikemudikannya.
Saat petugas berniat melakukan pemeriksaan rutin terhadap kelengkapan surat-surat kendaraan, Hafiz justru memilih untuk menginjak gas sedalam mungkin demi menghindari jeratan hukum.
Aksi kejar-kejaran singkat pun tak terhindarkan di salah satu ruas jalan tersibuk di Jakarta Pusat tersebut, memicu perhatian warga dan pengendara yang melintas.
Panik Berujung Petaka dan Insiden Tabrak Lari
Kombes Reynold Hutagalung selaku Kapolres Metro Jakarta Pusat menjelaskan bahwa petugas di lapangan awalnya hanya ingin memeriksa dokumen resmi kendaraan tersebut.
Namun, karena menyadari pelat nomor yang dipasang tidak sesuai dengan data asli alias bodong, Hafiz mencoba melarikan diri dengan cara memacu mobilnya secara ugal-ugalan.
Tindakan impulsif ini justru memperburuk keadaan karena jalur yang diambil adalah arah yang berlawanan dengan arus lalu lintas normal.
Nahas, dalam upaya pelariannya yang membabi buta, mobil Calya tersebut sempat menyerempet seorang pengendara sepeda motor hingga terjatuh.
Korban dilaporkan mengalami luka-luka akibat benturan tersebut, sementara Hafiz tetap berupaya melaju sebelum akhirnya pergerakannya terhenti.
Situasi di lokasi kejadian sempat memanas karena warga sekitar yang geram mulai mengepung kendaraan pelaku yang sudah tidak berkutik di tengah kemacetan.
Penangkapan Pelaku dan Proses Hukum di Unit Lantas
Beruntung, petugas kepolisian bergerak cepat mengamankan Hafiz dari potensi amukan massa yang sudah tersulut emosi melihat aksi tidak bertanggung jawab tersebut.
Setelah mobilnya terjepit dan tidak bisa bergerak lagi, petugas langsung membekuk pemuda tersebut untuk menghindari tindakan main hakim sendiri.
Hafiz kemudian digelandang menuju Unit Lantas di Lapangan Banteng untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait pelanggaran berlapis yang dilakukannya.
Pihak kepolisian saat ini tengah mendalami motif penggunaan pelat nomor palsu serta memeriksa apakah ada unsur tindak pidana lain yang terlibat.
Selain terancam sanksi pelanggaran lalu lintas berat karena melawan arus, Hafiz juga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang menyebabkan orang lain terluka.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi para pengendara bahwa mencoba lari dari pemeriksaan polisi hanya akan berakhir pada konsekuensi yang jauh lebih fatal.
Pentingnya Kepatuhan Berkendara bagi Generasi Muda
Kasus ini menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan netizen, terutama mengenai betapa krusialnya kejujuran dalam berkendara dan penggunaan atribut kendaraan yang legal.
Penggunaan pelat nomor palsu seringkali dianggap sepele oleh sebagian orang, padahal dampaknya bisa berujung pada tindakan kriminal dan kecelakaan fatal.
Integritas di jalan raya adalah cerminan kedewasaan seseorang dalam menaati aturan hukum yang berlaku di Indonesia.
Melalui peristiwa di Gunung Sahari ini, diharapkan para pengemudi muda lebih sadar akan keselamatan bersama dan tidak mengambil tindakan gegabah saat berhadapan dengan petugas.
Melawan arus bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga mempertaruhkan nyawa orang lain yang tidak bersalah.
Pastikan selalu kelengkapan surat kendaraan dan orisinalitas komponen kendaraan sebelum memutuskan untuk turun ke jalanan ibu kota yang padat.
Statement:
Kombes Reynold Hutagalung ( Kapolres Metro Jakarta Pusat )
“Petugas memberhentikan untuk memeriksa kelengkapan surat-surat dari kendaraan roda empat tersebut karena pelat nomor kendaraan yang digunakan palsu. Hafiz panik sehingga berusaha melarikan diri dengan menancap gas.”
3 Poin Penting:
-
Pelanggaran Berlapis: Pelaku menggunakan pelat nomor palsu dan nekat melawan arah di Jalan Gunung Sahari untuk menghindari pemeriksaan polisi.
-
Adanya Korban: Aksi pelarian pengemudi Calya tersebut menyebabkan seorang pengendara motor mengalami luka-luka setelah terserempet.
-
Tindakan Kepolisian: Pelaku berhasil diamankan dari amukan massa dan saat ini sedang menjalani proses hukum di Unit Lantas Lapangan Banteng.
@media_indonesia Terungkap! Mobil Calya Lawan Arah di Gunung Sahari Pakai Pelat Palsu Hafiz Mahendra, 25, pengemudi mobil Toyota Calya dengan nomor polisi (Nopol) D 1640 AHB nekat lawan arah di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada Rabu, (25/2). Hafiz panik karena kepergok menggunakan pelat nomor palsu saat diberhentikan polisi. “Petugas memberhentikan untuk memeriksa kelengkapan surat-surat dari kendaraan roda empat tersebut. Karena pelat nomor kendaraan yang digunakan palsu. Hafiz panik sehingga berusaha melarikan diri dengan menancap gas,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutagalung, saat diwawancarai di Polsek Metro Tanah Abang, Rabu, (25/2). Setelah mobil yang dikemudikan Hafiz terjepit, petugas langsung menangkap untuk menghindari dari amukan massa. Hafiz langsung digelandang ke unit Lantas di Lapangan Banteng. Atas kejadian tersebut, seorang pengendara motor sempat terserempet mobil yang dikemudikan Hafiz hingga mengalami luka-luka. Naskah: Metrotvnews/Christian Editor Video: MI/Fathurrozak #CalyaUgalUgalan #Calya #GunungSahari
[gas/man]
![kebakaran binus [dok. kompas]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Kebakaran-di-universitas-binus.jpg-300x169.webp)
![beasiswa ocha LCC [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/e1u207RAJBeV5gQ9Xj7nQJc84WgBb4V1H6u9wich-300x169.webp)

