Aksi frustrasi warga korban gempa bumi di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Sebuah rekaman video memperlihatkan aksi seorang warga di Posko Nanga Lok, Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, yang meluapkan kekecewaannya dengan menginjak-injak paket bantuan sembako dari pemerintah daerah.
Mi instan dan biskuit tampak berserakan hancur di tanah setelah dinilai terlalu sedikit untuk memenuhi kebutuhan harian warga terdampak.
Dalam video yang beredar luas di platform WhatsApp dan Facebook tersebut, sang perekam meluapkan kekesalannya karena bantuan Pemkab Manggarai Timur yang diterima hanya berupa tiga bungkus mi instan dan satu bungkus biskuit malkist.
Luapan emosi tersebut dipicu oleh minimnya pasokan logistik yang masuk, mengingat warga penyintas gempa sejak 15 Agustus lalu dilaporkan baru dua kali menerima saluran bantuan resmi dari pemerintah.
Clarification Otoritas Kecamatan dan Kendala Distribusi Logistik
Menanggapi insiden viral tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Elar, Timotius G.R. Madung, membenarkan bahwa peristiwa kekecewaan warga itu terjadi di Posko Nanga Lok saat pembagian logistik tingkat RT.
Pihaknya memahami keprihatinan masyarakat, namun menegaskan bahwa pembagian bantuan memang dilakukan secara bertahap agar seluruh warga terdampak bencana gempa di wilayah tersebut dapat terbagi secara merata.
Timotius membeberkan bahwa keterlambatan dan minimnya intensitas penyaluran bantuan disebabkan oleh akses geografis Desa Golo Lijun yang sangat jauh dari ibu kota kecamatan.
Selain medan jalan yang terjal, ketiadaan sinyal dan jaringan telepon di lokasi kejadian turut menjadi kendala besar bagi petugas dalam berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat terkait pendataan dan pengiriman armada logistik.
Penyesalan dan Permintaan Maaf Warga Usai Video Meluas
Setelah video aksi penginjakan bantuan tersebut memicu polemik di ruang publik, sosok pria dalam video yang diketahui bernama Saimin Sadang Syawal akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Saimin mengakui tindakan emosionalnya tersebut dilakukan dalam kondisi khilaf dan dipengaruhi rasa kekecewaan yang mendalam atas minimnya pasokan sembako yang diterima warga posko pascabencana.
Ia menyatakan secara resmi menarik seluruh ucapan serta video kekesalannya yang sempat diunggah ke media sosial.
Saimin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada jajaran Pemkab Manggarai Timur dan masyarakat luas atas kekeliruan tindakan yang ia lakukan.
Ia menyadari bahwa tindakan merusak bantuan tersebut kurang tepat di tengah kondisi prihatin pascagempa.
Langkah Kepolisian dan Imbauan Menjaga Kondusivitas Posko Bencana
Di sisi lain, Kepala Desa Golo Lijun, Yovita Mbaju, mengonfirmasi bahwa jajaran kepolisian dari Polsek setempat sudah turun langsung ke lokasi posko pascabencana.
Petugas telah bertemu dan meminta keterangan langsung dari Saimin terkait motif pembuatan video viral tersebut. Meski demikian, pihak desa masih menunggu arahan dan proses penanganan lebih lanjut dari pihak kepolisian yang berwenang.
Pemerintah daerah mengimbau seluruh warga di posko pengungsian untuk tetap tenang dan tidak membuang atau merusak bantuan yang dialokasikan, sekecil apa pun jumlahnya.
Bantuan yang disalurkan merupakan hasil penggalangan kepedulian dari berbagai pihak. Pemerintah berjanji akan terus mengupayakan pasokan logistik tambahan agar kebutuhan pokok para penyintas gempa di Manggarai Timur dapat terpenuhi secara layak.
Statement:
Timotius G.R. Madung, Plt. Camat Elar, Manggarai Timur
“Terkait video itu tempatnya di Posko Nanga Lok. Ada masyarakat yang tidak puas. Karena bantuan itu diperuntukkan bagi semua warga yang terdampak, bukan berarti bantuan sampai di situ saja, tetap diupayakan supaya ada bantuan-bantuan lain bertahap. Saran saya kita terima saja bantuan itu, kalau menolak tidak perlu diperlakukan seperti itu.”
Saimin Sadang Syawal, Warga Penyintas Gempa Desa Golo Lijun
“Saya Saimin Sadang Syawal mau memohon maaf kepada publik, lebih khusus kepada Pemda Manggarai Timur. Itu adalah sesuatu yang sangat khilaf bagi saya. Statement yang tanpa sadar yang saya buat karena memang itu bentuk kekecewaan kami pascagempa bumi.”
3 Poin Penting
-
Aksi Viral Injak Bantuan: Warga Posko Nanga Lok, Manggarai Timur, viral di media sosial setelah menginjak-injak bantuan Pemda berupa 3 bungkus mi instan dan 1 biskuit karena kecewa jumlahnya terlalu minim.
-
Klarifikasi Pihak Kecamatan: Plt. Camat Elar menjelaskan bahwa bantuan disalurkan secara bertahap ke semua warga terdampak dan terkendala akses lokasi yang jauh serta ketiadaan jaringan komunikasi.
-
Permintaan Maaf dan Proses Hukum: Pelaku penginjakan bantuan, Saimin Sadang Syawal, telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Pemkab Manggarai Timur, sementara pihak Polsek setempat telah meminta keterangan terkait insiden tersebut.



