Vivo resmi memperluas pemasaran ponsel flagship terbarunya, Vivo X500 series, ke pasar global setelah lebih dulu diluncurkan di Shanghai, China.
Seri ini terdiri dari tiga model, yakni Vivo X500, Vivo X500 Pro, dan Vivo X500 Pro Max.
Dengan membawa layar berrefresh rate tinggi, chipset MediaTek generasi terbaru, baterai berkapasitas besar, serta fitur fotografi yang menarik perhatian, Vivo mencoba memperkuat posisinya di segmen ponsel premium.
Namun, harga yang mencapai puluhan juta rupiah membuat calon pembeli perlu mempertimbangkan apakah peningkatan spesifikasi tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.
Harga Vivo X500 series berbeda di setiap wilayah pemasaran.
Di Malaysia, Vivo X500 reguler dibanderol mulai 4.699 ringgit atau sekitar Rp20,9 juta, sedangkan varian tertingginya, Vivo X500 Pro Max dengan RAM 16 GB, penyimpanan 1 TB, dan Photography Kit, mencapai 9.699 ringgit atau sekitar Rp43 juta.
Sementara itu, di Eropa, harga Vivo X500 Pro dimulai dari 1.299 euro atau sekitar Rp26,2 juta. Model X500 reguler tidak dipasarkan di kawasan tersebut.
Perbedaan harga ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran global tidak selalu menghadirkan pilihan dan banderol yang seragam bagi konsumen di setiap negara.
Harga Vivo X500 Series Tembus Puluhan Juta Rupiah
Di Malaysia, Vivo X500 varian RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB dijual seharga 4.699 ringgit, sedangkan versi 512 GB dibanderol 5.299 ringgit.
Vivo X500 Pro dengan konfigurasi 12 GB/256 GB dipasarkan seharga 5.699 ringgit. Adapun Vivo X500 Pro Max varian 12 GB/256 GB dibanderol 6.099 ringgit.
Untuk edisi tertinggi dengan RAM 16 GB, penyimpanan 1 TB, dan Photography Kit, harganya mencapai 9.699 ringgit.
Di Eropa, Vivo X500 Pro varian 12 GB/512 GB dibanderol 1.499 euro, sementara X500 Pro Max dengan konfigurasi 12 GB/256 GB juga dipasarkan seharga 1.499 euro.
Dari sisi spesifikasi, Vivo X500 reguler menawarkan layar LTPS 6,59 inci beresolusi 1,5K dengan refresh rate 144 Hz dan kecerahan puncak hingga 4.000 nit dalam kondisi tertentu.
Perangkat ini ditenagai MediaTek Dimensity 9600M, RAM 12 GB, serta penyimpanan 256 GB atau 512 GB. Baterainya berkapasitas 7.500 mAh dengan pengisian daya kabel 90 watt dan nirkabel 40 watt.
Fitur lainnya meliputi OriginOS 7 berbasis Android, pemindai sidik jari ultrasonik 3D, sertifikasi IP68 dan IP69, Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0, NFC, serta USB 3.2.
Kombinasi ini menjadikannya menarik bagi pengguna yang membutuhkan performa tinggi, tetapi harga premium tetap perlu dibandingkan dengan manfaat yang benar-benar digunakan.
Vivo X500 Pro Max Andalkan Layar Besar dan Fotografi
Vivo X500 Pro dan X500 Pro Max menggunakan chipset MediaTek Dimensity 9600 Pro dengan fabrikasi 2 nanometer. Vivo X500 Pro memiliki layar LTPO 6,36 inci beresolusi 1,5K dengan refresh rate adaptif 1–144 Hz.
Sementara itu, X500 Pro Max membawa layar LTPO 6,85 inci beresolusi 2K dengan refresh rate adaptif hingga 144 Hz. Keduanya memiliki tingkat kecerahan puncak hingga 4.500 nit dalam kondisi tertentu.
Dari sektor daya, X500 Pro dibekali baterai 6.510 mAh, sedangkan X500 Pro Max membawa baterai 7.800 mAh. Keduanya mendukung pengisian daya kabel 90 watt dan nirkabel 40 watt, serta menjalankan OriginOS 7 berbasis Android.
Daya tarik lainnya adalah Photography Kit pada Vivo X500 Pro Max yang menawarkan pengalaman fotografi lebih menyerupai penggunaan kamera khusus melalui aksesori tambahan.
Namun, konsumen sebaiknya tidak langsung menganggap perangkat termahal sebagai pilihan terbaik. Kemampuan kamera perlu dinilai dari kualitas foto dan video dalam berbagai kondisi, bukan sekadar kelengkapan aksesori atau angka spesifikasi.
Hal serupa berlaku untuk chipset, layar, dan baterai: manfaatnya akan terasa berbeda bagi fotografer, pemain gim, pekerja kreatif, maupun pengguna yang lebih banyak memakai ponsel untuk komunikasi dan media sosial.
Membandingkan hasil pengujian independen dan kebutuhan pribadi menjadi langkah yang lebih masuk akal sebelum mengeluarkan uang dalam jumlah besar.
Vivo X500 Series Berpeluang Masuk Indonesia
Peluang kehadiran Vivo X500 series di Indonesia mulai terlihat setelah dua perangkat dengan nomor model V2610 dan V2619 tercatat memperoleh sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40,33%.
\Berdasarkan penelusuran KompasTekno pada laman sertifikasi Postel Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, kedua perangkat tersebut juga telah terdaftar.
V2610 tercatat sebagai Vivo X500 Pro Max, sedangkan V2619 teridentifikasi sebagai Vivo X500 reguler. Meski demikian, sertifikasi tersebut belum otomatis berarti kedua perangkat siap dijual dalam waktu dekat.
Jadwal peluncuran, konfigurasi yang akan tersedia, dan harga resmi di Indonesia masih perlu dikonfirmasi oleh Vivo.
Jika benar masuk ke Tanah Air, tantangan Vivo bukan hanya menghadirkan spesifikasi kelas atas, tetapi juga menentukan harga yang kompetitif.
Konsumen Indonesia perlu memperhatikan garansi resmi, ketersediaan suku cadang, dukungan perangkat lunak, serta layanan purnajual sebelum membeli.
Selain itu, spesifikasi versi global perlu diperiksa dengan cermat karena dapat berbeda dari versi China.
Salah satu perbedaan yang disebutkan pada informasi produk adalah kapasitas baterai Vivo X500 Pro Max versi global yang lebih kecil dibandingkan versi China, yakni 7.800 mAh dibandingkan 8.000 mAh.
Pada akhirnya, Vivo X500 series punya modal kuat untuk bersaing di pasar flagship, tetapi keputusan membeli sebaiknya didasarkan pada kebutuhan, harga resmi, dan manfaat jangka panjang, bukan sekadar tren ponsel terbaru.
3 Poin Penting:
- Harga premium: Vivo X500 series dipasarkan mulai sekitar Rp20,9 juta di Malaysia, sedangkan varian tertinggi dengan Photography Kit mencapai sekitar Rp43 juta.
- Spesifikasi unggulan: Seri ini menawarkan chipset MediaTek Dimensity 9600M atau 9600 Pro, layar hingga 2K dengan refresh rate 144 Hz, serta baterai hingga 7.800 mAh untuk X500 Pro Max versi global.
- Peluang masuk Indonesia: Vivo X500 dan X500 Pro Max telah teridentifikasi melalui sertifikasi TKDN dan Postel, tetapi jadwal peluncuran serta harga resminya di Indonesia belum diumumkan dalam informasi yang tersedia.



